Skip to main content

Posts

Share the load

Share the load I literally shed tears watching the video, coz I know my dad would never be the one who SHOULD write that kind of letter. My dad set the bar TOO HIGH for any other man to compete his sincerity in sharing household chores with my mom. He did wash the dishes. He did the laundry. He did iron the clothes. He did drop his children to anywhere. He did deliver my lunchbox. He did cook the most delicious fried rice that my kids always missing for (even in front of his graveyard, my kid asked whether he cook it in heaven). He did come to my room after working for 12 hours every single day, just to ask how am I doing and whether my day went okay. What he didn’t do was to tell us that NOT every man can be like him, and that it could be the problem when his children compare their spouse to him. I miss you so much, Papa.
[gallery] Ketakutan Terbesar Dalam Hidupku Sabtu sore lalu di sesi konseling kelompok yang rutin diadakan oleh teman-teman sekelas di kampus, kami membahas tema: Ketakutan Terbesar Dalam Hidupku.  Satu persatu teman mulai membagikan perasaan ketakutan terbesar dalam hidupnya. Sejak awal sharing session, saya berpikir keras apa yang menjadi ketakutan terbesar dalam hidup saya. Kebetulan, saya dapat giliran terakhir. Namun hingga giliran saya tiba, saya tidak dapat menemukan apa yang menjadi ketakutan terbesar dalam hidup saya saat ini .  Saya hanya dapat menjawab seperti ini…  Duluu, saya takuuuuttt banget melahirkan. Saking takutnya, tiap kali ada teman/saudara yang baru melahirkan, saya nggak mau jenguk karena takut dengar cerita tentang proses melahirkannya. Pernah sekali ramai2 jenguk teman sesama blogger yang baru melahirkan saat saya baru jadian sama suami tahun 2003 lalu. Begitu mulai cerita2 horror itu, saya langsung tutup kuping dan berlalu. Sama halnya ketika saya meliha...
[gallery] Panggil saja namanya mbok nah. Asisten Rumah Tangga (ART) yang sudah kami anggap seperti keluarga. Mantan TKW di Arab, rajinnya minta ampun. Kalo ada dia semua dirapihin & dibersihin. Gak suka nyuci pake mesin, semua baju sekeluarga dicuci pake tangan. Pertama kali kami mempekerjakan ART setelah nikah ya mbok nah ini. Datang dari Cilacap sehari sebelum si kk M dibawa pulang dari RS setelah lahir. Dia yang bantu urus si kakak sejak masih bayi merah. Sebelum si kakak berumur 1 tahun, si mbok pamit pulang untuk urus sawah dan suaminya di kampung. Menjelang kelahiran dd V, aku panggil mbok nah lagi. Dia yg bantu urus dd V sejak lahir sampai hampir setahun.  Belakangan aku baru tau, waktu itu dia pulang gara2 ketakutan kalo dd V mati karena bolak balik diopname akibat alergi sufor :(( Mbok nah datang lagi setelah lebaran thn 2014 lalu. Waktu itu dia lagi butuh uang tambahan buat nambahin modal usaha anaknya. Pas datang dia peluk anak2 dan bilang kayak mimpi bisa urus anak2 yg ...

5 Best Things in 2015

Whoa! It’s already February! Before I get waaay to late, let’s have a short review.   Closer to God. That’s the main theme of 2015 for me. After reaching my peace of mind in 2014, I feel so near to God and there’s no other place that could make me feel so peaceful other than being around HIM in every circumstances.  Now, here are 5 best things I noted in 2015 : 5 successful events I get involved in 2015: #Startuplokal      Meetups every single month =)  Startup      Networking Drinks with Channel News Asia & KapanLagi Network #TelunjukProject      Women FGD #TelunjukProject      Blogger Luncheon #IndonesiaFlight      Travel Blogger Mini Workshop 5 fave worship songs in 2015:  You Are My Hiding Place - JPCC      Worship Be Still My Soul - Anne Walsh Blessings - Laura Story It Is Well - Bethel Musics God Can Do - Mike Mohede 5 fave books that brought influence for me in 2015: Anger by Gary Chapman Emotionally Healthy      Spirituality by Peter Scazzero...

Hipokrisi Kelas Menengah « Indoprogress

Hipokrisi Kelas Menengah « Indoprogress —– QUOTE —– “Lalu apa yang membikin kelas menengah Indonesia ini berlagak keingris-inggrisan (atau istilah seorang teman: keminggris) seperti itu? Dugaan saya adalah bahwa kelas menengah ini mengembangkan gaya berkomunikasinya sendiri. Fungsi dari menjadi keminggris dalam berbahasa ini adalah untuk memisahkan diri, menyekat (insulated), dan membedakan dari segmen sosial yang dianggap mengganggu, yakni para lumpenproletariat. Kelas menengah ini jelas tidak bisa hidup tanpa para lumpen. Merekalah yang menjadi pembantu, sopir, tukang kebun, tukang sayur, pedagang keliling, tukang pijit, tukang tambal ban, dan lain sebagainya, yang melayani kelas menengah ini. Sesungguhnya mereka sangat tergantung dari para lumpen ini. Lihatlah pada saat Lebaran ketika para lumpen ini mengambil cuti panjangnya. Betapa susahnya hidup tanpa dikelilingi lumpen ini. Namun pada saat yang bersamaan, para kelas menengah ini tidak mau disamakan d...
I am honored to be selected as one of #ETHOS2016 participants. With 30 participants from 6 countries, we’re going to learn about startups in Korea starting today to 2 weeks ahead. ETHOS is a World Bank Group initiative funded by  the Korea-World Bank Group Partnership Facility (KWPF) and implemented by SUNY Korea in collaboration with National IT Industry Promotion Agency (NIPA). ETHOS aims to enhance the development of ICT entrepreneurship in developing countries through transfer of technology, develop entrepreneurship skills, and strengthen capacity building to the participants from the developing countries. The night before I traveled to Korea, I already started to catch a cold. The night I was on the plane, I got awful throatsore. And the day I arrived at Incheon on Sunday morning, it was -2 degree with 27 km/hour wind that made it feels like -10. Last night I couldn’t sleep due to high fever and my room couldn’t get any warmer than 18 degree. My new Mongolian frie...

Why I Feel Fine Without Maid

Selama 25 tahun saya hidup tanpa pembantu. Sejak kecil, di keluarga saya semua tugas rumah tangga dikerjakan bersama-sama. Saya ingat waktu SD tugas saya tiap sore sebelum mandi adalah ngepel rumah. Upahnya 50 perak, yang biasanya saya pakai buat jajan wafer Superman. Kalau ditabung 2 hari, bisa beli Coklat Ayam :)) Setelah menikah, tetap nggak ada pembantu. Kami udah kayak main rumah-rumahan di rumah tante yang kebetulan udah nggak ditempatin. Pagi sebelum berangkat kerja bersama, saya buatin roti dan suami buatin minuman. Sorenya pulang bareng lagi, mampir dulu di warteg buat makan malem, tiap hari nyobain warteg di sepanjang jalan yang kita lewatin :D Masih inget banget excitednya pulang cepet buat nobar serial Desperate Housewives di TV sambil nyetrika baju di sofabed. Karena nggak ada AC di ruang tamu, jadi pakai kipas angin butut yang bunyinya krek krek kreekk. Pas hamil naik 24kg, saking kepanasan jadi tiap malem ngemil es batu dan bebas mondar mandir gak pake baju *oh plis jang...

Surat Terbuka Untuk Pak Jonan

Halo Pak Jonan, Perkenalkan nama saya Nuniek Tirta Ardianto, ibu 2 anak (dari 1 suami , hehe), pengguna setia layanan transportasi berbasis online yang   baru saja semalam  resmi bapak larang .  Pertama  kali    membaca berita itu melalui linimasa sosial media, sungguh saya berharap bahwa itu hanyalah berita bualan dari media online abal-abal yang sering membuat  sensasi demi meraih  traffic. Namun sayangnya tidak.   Bapak benar-benar telah menandatangani  Surat Pemberitahuan Nomor UM.3012/1/21/Phb/2015   yang melarang pengoperasian “kendaraan bermotor bukan angkutan umum dengan menggunakan aplikasi internet untuk mengangkut orang dan/atau barang “  dengan alasan tidak memenuhi ketentuan   Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 Tentang Angkutan Jalan.  (Sumber foto: linimasa) Dalam sekejap, seisi   linimasa penuh sumpah serapah . Segenap   warga dunia maya Indonesia kecewa.   Tak terkecuali saya, yang...

Home Sweet Home

Buat yang sering baca blog ini atau tumblr saya mungkin sudah tau ya, kalo tema utama hidup saya di tahun 2014 adalah journey to find peace of mind , alias perjalanan untuk menemukan kedamaian pikiran.  Puji Tuhan, melalui serangkaian doa dan usaha, akhirnya saya bisa mencapai kedamaian pikiran. Dalam perjalanan saya menemukan kedamaian pikiran itu saya belajar bahwa kunci utamanya ada tiga: rasa syukur (gratitude), penerimaan (acceptance), dan kesadaran diri (mindfulness).  Setelah tercapai kedamaian pikiran, apa yang saya rasakan? Tentu saja rasa bahagia (happiness) dan puas (content). Kontras dengan tahun 2013 di mana kebutuhan saya untuk me-time keluar rumah dengan cara solo travelling sangat tinggi, tahun 2014 & 2015 saya malah tidak membutuhkan sama sekali. Setiap traveling selalu bersama pasangan atau keluarga, dan saya bahagia.   Mungkin benar kata Seth Godin ini:  “Instead of wondering when your next vacation is, maybe you should set up a life you don’t need to escape from...

Kenapa Saya Suka Pakai Uber

Ketika Uber pertama kali beroperasi secara resmi di Jakarta bulan Agustus 2014, saya dan suami diundang ke pesta peluncurannya di The Plaza, Thamrin. Sebagai undangan, kami dijemput dan diantar pulang gratis menggunakan armada yang disediakan Uber melalui aplikasinya. Karena waktu itu baru ada Uber Black, jadi kami diantar jemput pakai mobil2 sedan mewah seperti Mercedes E-Class dan Camry. Sejak merasakan kemudahannya, kami jadi ketagihan pakai Uber :D Belum tau apa itu Uber? Uber adalah perusahaan rintisan dan perusahaan jaringan transportasi asal San Francisco, California, yang menciptakan aplikasi bergerak yang menghubungkan penumpang dengan sopir kendaraan sewaan serta layanan tumpangan.  Saat ini Uber sudah beroperasi di 67 negara. Belum tau juga gimana cara pakai Uber? Baca lengkapnya   di sini yaa .  Jangan lupa masukin kode promo NUNIEKT untuk dapetin kredit 75ribu!  :D Nah, kenapa saya suka banget pakai Uber? Berikut ini alasan utamanya. 1.       Hemat & efisien   Dulu sa...
[gallery] Did you know? Waktu awal nikah, suami pernah melamar kerja ke PWC sebagai technical support. Ketika ditanya, “Kamu milih jadi ekor gajah atau kepala tikus?” Suami menjawab, kepala tikus. Bisa jadi itu salah satu faktor mengapa akhirnya suami tidak diterima dengan alasan overqualified. Malam ini, suami duduk bersama dengan Direktur PWC dan Pimpinan SWA di satu meja VIP untuk menerima penghargaan sebagai Indonesia Best IT System untuk Tiket.com dan Indonesia Best CIO Awards 2015. Ketika kami ceritakan kisah di atas, mereka spontan bilang: “Untung nggak diterima!” Sometimes God say NO to our prayer because He has prepared a better plan. We just have to see the big picture and understand, that He has made everything beautiful for its own time. Kamis, 26 November 2015 Nuniek Tirta Ardianto 
[gallery] 5 tahun mengawal komunitas startup dan bergaul dengan young entrepreneurs, saya sering menyaksikan sendiri bagaimana founder startup yang tampak glamour sesungguhnya hidup susah karena startupnya menang ini itu namun tidak make money. Bagaimana founder yang berpakaian necis bermerk merangkak dari kempompong menjadi social butterfly namun untuk mengikuti gaya hidupnya yang (tampak) tinggi dia tidak malu-malu meminta pinjaman uang. Bagaimana founder yang tampak percaya diri berbagi kisah inspirasi di hadapan ratusan mahasiswa perguruan tinggi namun di dalam hati tengah gundah gulana karena harus menutup perusahaannya keesokan harinya. Dan masih banyak lagi. Mahfum memang jika kebanyakan orang -dan tentu saja media- lebih mengapresiasi mereka yang tampak berprestasi di depan layar dan mengesampingkan apa yang terjadi, bagaimana prosesnya, dan siapa yang berperan penting di belakang layar. Success is not always what you see. Don’t compare your scoop of success with others. A...

Belajar Investasi bersama Citi

Suka main monopoli? Saya suka banget. Dulu sih, waktu kecil. Sekarang hampir nggak ada waktu lagi. Tapi Senin pagi kemarin, bareng perempuan2 blogger nan hits, saya diajak main simulasi yang interaktif dan atraktif, mirip monopoli, dalam Kelas Jurnalis Citi di Ritz Carlton SCBD. Tujuan permainan itu adalah untuk memahami kombinasi produk investasi dalam beberapa kondisi pasar yang berbeda. Ternyata seru banget lho! Gimana cara mainnya? Jadi, tiap pemain diberi modal pegangan sejumlah $5000 dan kartu tanda pekerjaan sebagai executive dengan gaji $2500. Lalu semua dapat giliran jalan sesuai angka dadu. Pada kotak yang ditempati, ada macam2 kesempatan: mau beli properti? mau beli saham? mau nabung? mau beli asuransi? mau ganti pekerjaan? mau kasih sumbangan? Kalau beruntung, pemain bisa jadi pemenang kuis di TV, jadi karyawan terbaik, menang undian berhadiah, dapat bonus akhir tahun. Kalau lagi apes, pemain harus bayar kerugian investasi, kerusakan properti, atau yang paling standar dan w...
[gallery] Dari kemarin ini seliweran di timeline, tapi aku penasaran: sebenernya para pria udah pada beneran paham belum ya kalo ngga dikasih tau contoh konkritnya seperti apa?  Attention is…  To listen and not only hear when your woman is speaking.  To ask “how are you, how are your feeling today?” during the day  To bring her favorite food & drink out of the blue Affection is… To be with her when she’s down. To hug her when she’s upset or sad or mad.  To take care of her when she’s sick because even vvip treatment from the best hospital couldn’t make her feel better than you do. Appreciaton is… To share domestic duties without grump especially when you never thank her for doing it all the time.  To support her when she needs a break from daily routines for a while.  To tell her if you’re unhappy when she has done something wrong instead of keep silent or even backstabbing her by telling it to others and let her clueles...

Duka

Baru Senin lalu mama mertua keluar dari RS setelah diopname 5 hari karena hipertensi, Senin ini saya menjenguk adik bungsu yang diopname di RS sejak kemarin karena gangguan pencernaan. Berangkat dari rumah ke RS butuh waktu tempuh 2 jam naik angkot dan trans jakarta karena macetnya luar biasa. Sengaja tidak naik Uber atau taksi atau ojek karena rutenya tidak lebih cepat. Capek sih, dan gerah banget pastinya, tapi hiburan saya saat macet adalah mengamati orang2 di dalam kendaraan umum atau di pinggir jalan =)  Sampai di RS, adik saya sedang dijenguk oleh temannya yang bulan lalu baru saja kehilangan anak, istri, dan ibu mertuanya sekaligus dalam satu kecelakaan mobil di Perancis. Ceritanya, mereka sedang akan menjemput teman adik saya itu yang baru datang dari Indonesia. Mereka hendak berbelok ke masjid untuk sholat, saat truk datang menghantam hingga membuat mobil mereka terguling-guling dan dihantam lagi oleh mobil lain. Anaknya yang baru berusia 4 bulan dan ibu mertuanya tewas di tem...

Sweetness

Our firstborn, after eating my cooking on dinner last night: “Mom, I really like your cooking.” “Oooh… Really?” “Yes. It tastes sweet, as sweet as you” “Oooh… thank you” “And it smells so nice, as nice as you” “Woww, thank you!” And our lastborn added: “And mommy is the funniest and kindest mom ever in the world!” “Whoaaa… Thank you. You’re so easy to please girls, hehehe…” When a real conversation sounds too good to be true, I know I need to write it down. Not for pencitraan whatsoever, but for the heartwarming record that I will always remember when I get older (and in case I miss that when the girls enter the rebellious phase of teenager!)

Insomnia

Dulu saya insomnia. Akut. Semakin kuat keinginan saya untuk tidur, semakin saya tidak bisa tidur. Tak peduli betapa padatnya hari saya, atau betapa santainya, otak saya menolak berhenti sejenak untuk istirahat. Jika beruntung, saya bisa jatuh tidur jam 2 pagi, itupun sangat jarang sekali. “Normalnya” di atas jam 3 pagi, atau bahkan tidak tidur sama sekali. Parahnya, saya sangat sulit untuk bisa tidur lagi kalau tiba2 terbangun, meski baru tidur 10 menit sekalipun. Keadaan ini berlangsung selama bertahun-tahun.  Segala saran dan usaha untuk lepas dari insomnia sudah saya lakukan: jauhkan gadget, matikan lampu, mandi air hangat, minum susu, baca buku, nulis diary, hitung domba satu sampai seribu, bahkan minum pil tidur pun tak jarang saya lakukan. Sesekali saja berhasil, tapi lebih sering gagal.  Tersiksa? Jelas. Siklus harian saya berkebalikan dengan orang kebanyakan: otak bekerja tengah malam, tidur menjelang pagi, kemudian fisik bekerja seharian. Kurang tidur itu nggak enak...
[gallery] Kemarin, 15 bungkus mie instan terbuang percuma karena sudah kadaluarsa. Bulan lalu, sekantong plastik besar kopi abc dan 2 pack besar migelas yang masih utuh juga terpaksa dibuang karens sudah melewati batas tanggal amannya. Dan ini bukan sekali-dua kali terjadi selama satu dekade ini. Sebelum menikah, kita mungkin belum melihat bagaimana cara hidup dan kebiasaan keluarga lain dalam belanja. Ada keluarga yang terbiasa menimbun bahan makanan dengan alasan kepraktisan -supaya kalau butuh selalu ada; ada juga keluarga yang terbiasa membeli eceran dengan alasan penghematan -supaya hanya membeli yang benar2 dibutuhkan, hanya pada saat betul2 diperlukan. Setelah menikah, kebiasaan yang berbeda itu harus melebur menjadi satu, hingga kadang menimbulkan pergesekan. Yang satu menganggap yang lain boros karena terus menimbun barang yang akhirnya tidak pernah dipakai atau terpaksa dibuang karena sudah tak layak konsumsi; yang lain menganggap yang satu pelit ketika kehabisan barang saat ...

What I Learned from Timothy Tiah - Founder of Nuffnang

Last Sunday when I entered VIP room at JWEF , I was introduced to this guy with his mini version boy on his lap, and his pretty wife with white top and red skirt. We had chit chat and he told me he’d be in Jakarta this Tuesday, and I told him that we’d have 57th #Startuplokal Monthly Meetup on Tuesday night.  To be really honest, only a very few did I know about him until he shared his amazing story on JWEF stage a few minutes later, and get inspired that I took note and now share this with you all.  Timothy Tiah founded Nuffnang with Cheo Ming Shen at 2006 when he was 22 years old, with 150k RM startup capital, partly borrowed from his father. He simply founded it because there’s nobody built it before, while the demand was actually there. The site was launched in February 2007. Sales ≠ cashflow On earlier years, although Nuffnang sales highrocketed, the cashflow was poor. At one point he only has 5k left in bank, while there were invoices need to be paid out urgently. He came to Hon...

5 Things That I Like from Lenovo S60 - 5 Hal yang Saya Suka dari Lenovo S-60

Lagi pengen review gadget nih. Sebenernya udah dari sebulan lalu mau review, tapi selain faktor sibuk, saya juga memberi waktu untuk menemukan kelemahan produk ini supaya reviewnya berimbang gitu. Tapi ternyata susah banget yaaaa hahaha…  Ya gimana, sejak awal pakai Lenovo S60 ini saya udah suka banget. Kenapa? Banyaakk. Tapi saya ringkas jadi 5 poin aja ya biar nggak kepanjangan (meski tiap poinnya mencakup lebih dari satu keunggulan) :D  1.       Body Ukurannya yg 143.3 x 72 x 7.7 mm (5.64 x 2.83 x 0.30 in) paaasss banget di genggaman . Nggak kegedean, nggak kekecilan. Pas! Beratnya yg cuma 128 gram juga terasa ringan banget , so slim and simple. Jadi nggak ngeberat-beratin isi tas saya yang selalu mungil. Meski terbuat dari plastik, tampilannya tetap elegan dan nggak murahan. Dan enaknya lagi, nggak gampang panas sama sekali . Waktu dicharge pun tetep adem. Beda banget sama hp saya satu lagi yang gampang banget panas karena terbuat dari metal. 2.       Layar Layar Lenovo S60 i...

Koper Kehidupan - Life Baggage

Saya tergabung dalam kelompok whatsapp group Aksi Baca Alkitab yang dikoordinir oleh teman sekelas saya, Ibu Idi. Setiap hari, Ibu Idi akan memberikan menu bacaan alkitab, biasanya terdiri dari 10 ayat sekaligus. Di awal, saya masih bisa membaca dengan tuntas. Namun di hari-hari berikutnya, dikarenakan kesibukan, saya tidak mampu menyelesaikannya, meski dibacakan melalui fitur audio di The Bible App sekalipun. Saya hanya sanggup membaca satu ayat untuk direnungkan dalam sesi Lectio Divina pribadi. Pagi ini ketika sarapan di teras depan, saya menyadari satu hal mendasar yang membuat saya tidak bisa keep up: saya selalu ingin menuntaskan menu yang belum selesai pada hari-hari sebelumnya terlebih dahulu, baru mau membaca menu yang diberikan pada hari ini. Padahal, mindset seperti itu tidak membantu saya untuk menyelesaikannya, tapi justru menghambat langkah saya untuk terus maju.   Pic taken from here . Tidak mau membaca buku baru sebab buku yang lama belum selesai dibaca; tidak mau men...