Skip to main content

What If Trials Are Actually Training?

When life gets tough, how do you respond? Reflection on the beauty of resting in God’s power instead of our own. 

Excellence is rarely born in comfort; it’s usually forged in the middle of a mess we never asked for. — Nuniek Tirta Sari

I didn’t think much when the sermon in JPCC started today, but a few minutes in, it got surprisingly personal. The sermon title was Excellent Through Trials.” And oh boy, did that feel suspiciously targeted. Pastor Kenny Goh talked about three types of responses when life throws curveballs at us.

The first one: Powering up.
That’s when we put on our “spiritual superhero” cape, act like we’re totally fine, and pretend nothing hurts. You know the type: they quote verses faster than AI, smile through heartbreak, and say things like “God is good all the time” while clearly dying inside. I’ve been there. It looks holy, but honestly, it’s denial dressed in Scripture.

Then there’s the second group: Powering down.
These are the ones who just... shut down. Stop praying. Stop showing up. Stop believing that God’s still around. They think, “Maybe I’ve been abandoned.” Especially when life felt like one long unanswered email to heaven.

And then Pastor Kenny dropped the third one. The one that silenced everyone.
I will rest on Jesus’ power.”

Not fight harder.
Not give up.
Just rest, on His power.

I didn’t need to say anything. The truth spoke for itself.

He went on to quote James 1:2–4, and that verse always messes with us.
Consider it pure joy, my brothers and sisters, whenever you face trials of many kinds…

Consider it joy?
Excuse us, James, are you serious?

But then Pastor Kenny explained the word “consider”; it’s not about pretending everything’s fine. It’s about how we choose to label our situations. We can label it “misfortune,” or we can re-label it “faith test.

That hits different. Because many of us have been sticking the wrong labels on our lives. 

When things got hard, we’d label them “failure,” “setback,” “why-me.”
But maybe those moments weren’t punishments. Maybe they were exams. And faith, unlike school tests, doesn’t exist to expose our ignorance; it exists to refine what’s real.

Pastor Kenny said something that I can’t shake off:
The fire isn’t meant to burn you. It’s meant to purify you.

Ugh.
That line right there could’ve been printed on a mug and sold at a Christian bookstore, but in that moment, it felt raw and true.

Then he went on:
Faith must be tested, so you’ll know whether it’s excellent or not.

Maybe that’s why some things get shaken up: so we can see what we’ve been standing on all along.

If our faith rests on money, status, health, or even our kids, what happens when those get taken away?
It’s not that God’s cruel; it’s that He’s kind enough to reveal when we’ve put our hope in the wrong vault.

After service, my family and I stopped at Mokka for lunch and coffee. Somehow, between bites of bakwan and sips of coffee latte, our conversation drifted toward money management. I taught them how to keep a simple finance journal (noting down expenses and income) both the old-school way in a notebook and the digital way using an app called Sepran, which was actually recommended by our mentee, Riski. (See? It’s not always the mentee learning from the mentor; sometimes it goes the other way around too.)

Pic courtesy of our Cobain DATE Yuk! group

Later, we attended the Cobain DATE Yuk session (our church’s couple enrichment series, and yes, we’ve done six sessions already!). During the discussion, my husband and I talked about how trials have shaped us; not the pretty version, but the real one. The ex-employees terrors, the financial dips, the health scares, the moments we wondered if our prayers expired somewhere in the clouds.

But we realized something as we talked:
Every single trial, in hindsight, upgraded our faith.

We used to think faith was like a superpower: the more we had, the easier life got.
Turns out, faith isn’t about escaping hard times; it’s about standing through them.

It’s shifting focus: from what’s breaking, to Who’s holding us together.

When Pastor Kenny said, 
“God doesn’t just give wisdom; He is the wisdom,” 
I found myself scribbling it fast in my notebook.
Because that changes everything.

When we ask for wisdom in trials, we’re not just asking for an answer key; we’re asking for Him.
And that means even when we don’t understand the “why,” we can still hold onto the “Who.”

So yes, excellence isn’t about performing perfectly through pain.
It’s about maturing; becoming steady, not shaken.

God’s not in a hurry.
He’s not rushing to get us out of the fire; He’s walking with us in it until we shine.

And as I write this, I’m smiling. Not only because everything’s getting much better now, but because I finally get it a little more.
Trials aren’t evidence that God’s far.
They’re invitations to trust deeper, to rest more, and to rediscover what we’ve anchored our hearts on.

Maybe excellence isn’t about doing more.
Maybe it’s about resting better.

Before I end this reflection, I have to mention a song that’s been with me through many of my own trials: Blessings” by Laura Story. It’s gentle, honest, and reminds me that sometimes the hardest seasons carry the sweetest gifts.

Because excellence through trials isn’t about proving our strength; it’s about discovering His.

Sunday, 19 October 2025



Comments

Popular posts from this blog

Saya Nuniek Tirta, bukan ((hanya)) seorang Istri Direktur

Catatan penting: untuk mencapai pemahaman penuh, mohon klik dan baca setiap tautan.  Awalnya adalah pertanyaan . Membuahkan suatu jawaban .  Diposting di akun pribadi, seperti yang biasa saya lakukan sejak hampir 15 tahun lalu , bahkan sebelum Mark Zuckerberg membuat Facebook.  Jawaban yang juga autopost ke facebook itu menjadi viral, ketika direshare oleh lebih dari 20ribu orang, dengan emoticon lebih dari 38ribu, dan mengundang 700++ komentar. Kemudian menjalar liar, ketika portal-portal media online mengcopas ditambah clickbaits.  Tidak ada media yang mewawancara saya terlebih dahulu ke saya kecuali satu media yang menghasilkan tulisan berkelas dengan data komprehensif ini .   Well, ada juga yang sempat email ke saya untuk meminta wawancara, tapi belum sempat saya jawab, sudah menurunkan berita duluan selang sejam setelah saya posting foto di bustrans Jakarta .  Selebihnya... Tidak ada yang konfirmasi terlebih d...

Industri Fashion dan Harga Jujur

Saat tulisan viral “Istri Direktur” sedang hangat2nya, di antara ratusan pesan yang masuk, saya menerima sebuah pesan pribadi dari follower Instagram . Tulisan panjang dalam Bahasa Inggris itu intinya mengatakan, bahwa dia juga seorang yang hemat namun tidak akan mau beli baju seharga 50ribu karena itu berarti tidak menghargai pekerja garmen lokal. Dia menyarankan saya meluangkan waktu untuk survey berapa upah para pekerja konveksi rumahan. Industri Fashion Kira2 begini deh ekspresi saya saat membaca pesan dan sarannya. Poker face. Ehehehe. Saya katakan terima kasih atas concernnya. Tapi tidak perlu mengajari saya berapa upah pekerja garmen lokal, sebab mama saya pernah menjadi bagian dari mereka. Ya, waktu saya kecil, mama saya adalah penjahit konveksi rumahan, sampai sakit maag karena lupa makan demi mengejar target borongan. Upahnya memang kecil, tapi cukuplah untuk membantu perekonomian keluarga. Tahun 2008 hingga 2010 saya juga sempat terjun ke industri fas...

Perawatan wajah dan cerita masa muda

Andaikata blog dan social media saya punya semacam FAQ (Frequently Asked Question, alias pertanyaan yang paling sering ditanyakan), sudah pasti di urutan pertama akan bertengger pertanyaan: "Pakai produk perawatan wajah apa?"  Banyaaaakkk banget follower instagram / facebook / twitter saya yang nanya gitu, dan minta saya mengulasnya. Saya bilang sabar, tunggu tanggal mainnya. Tapi sebelum saya jawab pertanyaan itu, saya mau mengenang masa muda dulu ah..  Jadi begini cucuku... Waktu pertama kali ngeblog 15 tahun lalu , usia saya masih 21 (yak silakan dihitung usia saya sekarang berapa, pinterrrr). Jadi jangan heran kalo gaya bahasanya masih 4I_aY 4b3zzz.. (eh ga separah itu juga sih, hehe). Tapi ekspresi nulisku di masa-masa itu masih pure banget, nyaris tanpa filter. Jadi kalo dibaca lagi sampai sekarang pun masih berasa seru sendiri. Kayak lagi nonton film dokumenter pribadi. Kadang bikin ketawa ketiwi sendiri, kadang bikin mikir, kadang bi...

Tekad Hidup Lebih Sehat

Sabtu 6 Juli lalu, kami sekeluarga sedang terjebak kemacetan di tol menuju Bandung, ketika tiba-tiba papa mertua menelpon: mama mertua terkena serangan jantung, dan sempat hilang nafas sampai harus dipompa jantungnya! Langsung kami cari jalan keluar tol, putar balik menuju Jakarta. Ketika tiba di rumah sakit, beliau masih diisolasi di ruang ICCU dan belum boleh dijenguk. Kami baru bisa menjenguk beberapa jam kemudian, itupun hanya keluarga inti yang boleh masuk. Di ruang ICCU yang dingin itu, beliau tidak diperbolehkan bicara terlalu banyak, supaya jantungnya tidak bekerja terlalu keras. Tangan kanannya menggenggam tangan suamiku, tangan kirinya menggenggam tanganku, lalu berkata… “Ampuni mama ya, Mas…” “Ampuni mama ya, Mbak…” “Jaga pernikahan, yang rukun...” Beliau menangis, suamiku menangis, aku menahan tangis… sambil mengusap kening beliau dan bilang, “Mama pasti sembuh.. banyak sekali yang mendoakan mama.. yang penting mama semangat ya”. ...

Jangan Lupa Jadi Istri

Saat berada di Malang untuk mengunjungi salah satu perusahaan yang kami invest beberapa waktu lalu, secara spontan saya dan suami diminta untuk sharing tentang #CoupleGoals : An Inspiring Story from Dreamable Couple. Without preparing anything, it turned out to be an intimate sharing sessions that we enjoyed much.  Pada sesi yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam itu, kami bercerita banyak soal perjalanan kami berdua sebagai pasangan, mulai dari nol hingga sekarang, jatuh bangunnya, tips dan saran, dan menjawab pertanyaan dari para peserta.  Jawaban dari beberapa pertanyaan  sudah pernah saya tulis di blog ini, seperti:  Marriage Tips Finding The Right One Women are like cars? 8 Tips Untuk Istri Agar Suami Tenang Bekerja Jaga kesehatan pernikahan seperti menjaga kesehatan badan Senang bisa sharing di Malang bareng @nataliardianto tentang random things, mulai dari history, love story, relationship, marriage, struggles, financia...

Berapa Biaya Liburan ke Resort di Maldives Sekeluarga?

Disclaimer: Sebelum berprasangka, tulisan ini dipublish bukan untuk tujuan riya, melainkan untuk berbagi informasi buat yang membutuhkan saja. Paham yaaa. 👻👻 Sebuah kiriman dibagikan oleh Nuniek Tirta (@nuniektirta) pada Apr 21, 2017 pada 8:40 PDT Judul di atas adalah pertanyaan yang cukup sering saya dapatkan dari teman-teman sejak saya pulang dari liburan sekeluarga di Maldives minggu lalu. Kalo banyak yang nanyain berarti banyak yang pingin tau  informasinya,  jadi saya tulis di sini aja ya.  Semoga bisa jadi gambaran buat teman-teman untuk mempersiapkan budget liburan keluarga ke resort di Maldives. Silakan dishare ke pasangan buat kode-kode, ehehehe.  Tahun ini bukan pertama kalinya saya ke Maldives. Sebab dua tahun lalu saya dan suami sudah pernah liburan ke Maldives berdua saja untuk ritual hornymoon di ulang tahun pernikahan kami. Oleh-oleh dalam bentuk tulisan saya untuk LiveOlive bisa dikonsumsi gratis di sini:  Tips Libura...

Big Bad Wolf Book Sale Jakarta 2017 Pre Sale VIP Invitation

Siapa yang tahun lalu kalap borong buku di The Big Bad Wolf Book Sale Jakarta ? Sayaaa Siapa yang tahun lalu udah bawa koper gede masih nggak muat nampung belanjaan? Sayaaa Siapa yang tahun lalu nggak cukup sekali hunting buku di Big Bad Wolf Book Sale?  Sayaaa Suasana Big Bad Wolf Books Indonesia jam 1-4 pagi dinihari tadi, masih antrii 😜 Tapi relatif lebih sepi dibanding jam normal. Kami berempat asik berpencar cari buku masing2 tapi nggak kesulitan ngumpul lagi. Pada kunjungan kali ini, banyak judul buku yg nggak aku temui saat pre-opening sale, area 100% dibuka, dan layout cashier berubah menyesuaikan banyaknya pengunjung yg hadir. Total ada 23 kasir kalau nggak salah, dan antri semua 😅 Tapi nggak lama sih. Yg harus diberi penghargaan khusus adalah para petugas yang masih semangat kerja, baik itu nyusun buku, ngambilin buku permintaan pengunjung, kasir, atau packing. Meski udah dinihari dan ada aja pengunjung yg bossy, mereka masih ramah2 aja. Yg belum s...

Merayakan Cinta di Pulo Cinta (Review, Biaya, Giveaway!)

Prolog Teman-teman mungkin sudah tau ya, seharusnya saya dan suami merayakan wedding anniversary kami bulan ini di Santorini, seperti yang sudah saya impikan selama bertahun-tahun. Tapi terpaksa batal karena suami ada urusan yang tidak bisa diwakilkan, yang dapat mempengaruhi masa depan serta hajat hidup orang banyak. Cerita lengkapnya sudah saya tulis di sini: Santorini Dream .   Tapi Tuhan Maha Baik, Ia memberikan kami penghiburan yang sangat indah: merayakan cinta di Indonesia rasa Maladewa : Pulo Cinta 😍   Sebuah eco-resort berbentuk hati/cinta (heart/love)  yang keindahannya belakangan ini tengah melegenda terutama di kalangan blogger dan penggiat sosial media.  Tempat ini juga sudah masuk dalam bucket list saya sejak pertama kali saya "menemukannya" di facebook pertengahan tahun lalu.    Tepat di hari yang seharusnya kami berangkat ke Yunani, saya dan kakak saya bertemu dengan Pak Tony, Presiden Direktur Pulo Cinta. Kami diperken...

Bagaimana Cara Membagi Waktu?

Minggu lalu saya diwawancara untuk sebuah artikel berjudul Nuniek Tirta: angel investor, founder of Startuplokal, mother, and wife  yang diterbitkan oleh ANGIN (Angel Investment Network Indonesia). Kebetulan saya baru saja bergabung menjadi angel investor ke-60 sekaligus investor wanita ke-30.  Pertanyaan pertama, saya diminta untuk bercerita tentang siapa saya. Pertanyaan kedua, dan ini adalah salah satu pertanyaan yang paling sering saya terima: bagaimana cara saya membagi waktu sebagai seorang entrepreneur, angel investor, ibu dan istri.  Photo by Sweet Escape Jawaban singkatnya dapat dibaca pada artikel tersebut. Namun pada blog ini, saya ingin menguraikan jawaban yang lebih komprehensif. Jadi nanti kalau ada yang menanyakan pertanyaan sama lagi, saya bisa tinggal kasih url postingan ini saja, hehehe.  Ini adalah prinsip saya dalam membagi waktu, berikut contoh konkritnya:  Know your priority Ini adalah prinsip utama dalam membagi wa...

#NutsTips Series: Tips praktis fashion dan style

Kalau kamu mengikuti social media saya terutama instagram di  @nuniektirta , pasti sudah familiar dengan hashtag #superaffordablestyle yang menampilkan detail pakaian yang saya kenakan pada hari itu, lengkap dengan tempat beli dan harganya.  #superaffordablestyle #ootd 08 Nov 2017 for President @jokowi mantu aka @ayanggkahiyang n @bobbynst wedding ceremony 👰🏻 Baru terima undangan seminggu sebelum acara, baru sempat beli kebayanya H-2 😅 Kebaya payet 325k Kain ungu 100k Keduanya beli di toko kebaya persis di depan Transmart Pasar Pondok Gede 👌🏼 Kunci kebaya paripurna terletak di long torsonya, beli di toko kecil di @plaza_festival 115k 👌🏼 Clutch batik 35k aja beli di pasar tradisional waktu jalan2 ke Klaten 👌🏼 White studds shoes sale @metrodept @pondokindahmall.pim 350k for 3 pairs 👌🏼 So, siapa bilang kondangan anak Presiden ngga bisa pakai baju #affordable tanpa terlihat murahan? 😎 #nutstyle #nutstory #nutslyfe #nuniektirta #kebaya #kondangan #wedding #...