Skip to main content

What If the Best Things in Life Aren’t Things at All?

From unboxing a new iPhone 17 pro to savoring wagyu and deep talks with friends, I realized real happiness comes from experiences, not things.

“Mommy deg-degan nggak?” my husband asked as we were on our way to pick up my new iPhone 17 Pro that I’d pre-ordered.
“Enggak,” I said honestly.
“Kok nggak?” He asked curiously. 
“Serius, nggak. Kalau beli barang, semahal apa pun, aku rasanya senang ya senang, tapi nggak yang deg-degan gitu. Beda rasanya kalau planning liburan, walau lokal sekalipun. Aku bisa senang DAN deg-degan, excited banget.”

Seriously, buying experiences is more exciting for me than buying things.

Don’t get me wrong, I do enjoy a good gadget moment. This iPhone 17 wasn’t even a FOMO purchase; it was a practical one. My youngest desperately needed an upgrade, so I’d just pass down my old  iPhone 12 proShe’s actually more frugal than I am and rarely asks for anything. The last time I offered to replace her phone, she said, “I’m fine with it, Mom.” So this time, when she finally said she needed one, I knew it was serious (See? Responsible parenting... with a hint of self-reward, haha.) 

I expected the pickup process to be long and chaotic, the kind where you queue for hours with other anxious Apple fans. But nope. It was surprisingly fast and organized. Within less than an hour, I was already back at the apartment. New phone in hand, tempered glass installed, cute casing secured, and iced coffee in the other hand. 

While setting up the phone at home, I found out that transferring my Indosat eSIM couldn’t be done online. It had to be done at the actual Indosat store. Sigh. So off we went again, racing to the nearest Indosat outlet. 

Once that was done, my husband needed a haircut, so we popped by the salon. While he got his fresh cut, I got a quick wash and blow too. We both came out looking like we were ready for a commercial. You know that feeling when your hair bounces perfectly and your spouse looks extra handsome? Yep, that was us. 

Our next destination was the real highlight of the day: Gyugogi Japanese-Korean Charcoal Grill at Ruko Hampton Avenue, Gading Serpong. We were invited for a food test before the grand opening on October 25th by our friend Juan Pisente and his father, Hondo Widjaja. We first met Juan when he attended #StartupLokal meetup that we hosted last year, and have stayed in touch since. 

Gyugogi Japanese-Korean Charcoal Grill 

The restaurant looked stunning, all clean lines and warm lighting with Japanese-inspired murals of Mount Fuji and cranes. You could tell it was built with care and attention to detail. Inside, the atmosphere was cozy yet sophisticated. Our group of eight was seated in one of their private dining rooms. 

This angle adds at least five imaginary kilos to me, I swear.

The dining experience began with a spread of Korean side dishes: kimchi, spinach, and other delightful little bowls. Then came the soups. Three kinds, all comforting and delicious, like they were designed to warm not just your body but your mood. After that, crispy soft-shell crab and battered shrimp. 

And the main event, the showstopper, was the Special Funamori (Boat). It's a literal wooden boat filled with seven types of imported beef, each labeled beautifully: Sirloin A5 Miyazaki, Sankaku Bara A5, Tri-tip A5, Rib Cap A5, Australian Wagyu Tenderloin, Wagyu Tongue, and Australian Wagyu Sirloin. It was like looking at edible art. The marbling was insane, the presentation perfect, and the taste when it melts in my mouth felt unreal! 

Special Funamori (boat) Gyugogi

When I saw the set price (Rp 1.680.000), my first thought was, “Wow, that’s not bad at all for this level of meat.” Once you realize you’re getting premium cuts, imported from Japan and Australia, grilled to perfection at your table, the value makes total sense. Trust me, you'll want to try it yourself!

We spent the next four hours eating, chatting, and laughing. You know how sometimes a meal becomes more about the company than the food? Well, this was both. The food was heavenly, but the company made it unforgettable.

Across from me sat Pak Irzan Pulungan, sharing stories about the ups and downs of running companies. The kind of real, unfiltered business talk that’s both inspiring and comforting. My husband also shared his experience building seven startups (with two exits, hopefully three this year, amen!)

At one point, our conversation drifted into personality types and MBTI. I mentioned how understanding MBTI has helped me communicate better, and Pak Irzan said he wanted to learn more to connect deeper with his children.

By the end of the night, I felt full; not just from the food, but from connection. Good food, good people, meaningful conversations, and laughter. Honestly, that combination fills me more than any shopping spree ever could. We said our goodbyes, took a few more photos, and headed home. 

As we walked into our apartment, our eldest greeted us with a cheerful smile. When I entered the bedroom, I was greeted by the soft, sweet fragrance of tuberose flowers. It was a beautiful surprise bouquet from my friend, Dr. Laila, all the way from Bali. What a perfect ending to a perfectly lovely day.

I realized my kind of luxury isn’t in the things I have. It’s in the moments I live, the stories I collect, and the people I share them with. My kind of happiness doesn’t come from owning something new, but from experiencing something beautiful.

Friday, 17 October 2025

Comments

Popular posts from this blog

Saya Nuniek Tirta, bukan ((hanya)) seorang Istri Direktur

Catatan penting: untuk mencapai pemahaman penuh, mohon klik dan baca setiap tautan.  Awalnya adalah pertanyaan . Membuahkan suatu jawaban .  Diposting di akun pribadi, seperti yang biasa saya lakukan sejak hampir 15 tahun lalu , bahkan sebelum Mark Zuckerberg membuat Facebook.  Jawaban yang juga autopost ke facebook itu menjadi viral, ketika direshare oleh lebih dari 20ribu orang, dengan emoticon lebih dari 38ribu, dan mengundang 700++ komentar. Kemudian menjalar liar, ketika portal-portal media online mengcopas ditambah clickbaits.  Tidak ada media yang mewawancara saya terlebih dahulu ke saya kecuali satu media yang menghasilkan tulisan berkelas dengan data komprehensif ini .   Well, ada juga yang sempat email ke saya untuk meminta wawancara, tapi belum sempat saya jawab, sudah menurunkan berita duluan selang sejam setelah saya posting foto di bustrans Jakarta .  Selebihnya... Tidak ada yang konfirmasi terlebih d...

Industri Fashion dan Harga Jujur

Saat tulisan viral “Istri Direktur” sedang hangat2nya, di antara ratusan pesan yang masuk, saya menerima sebuah pesan pribadi dari follower Instagram . Tulisan panjang dalam Bahasa Inggris itu intinya mengatakan, bahwa dia juga seorang yang hemat namun tidak akan mau beli baju seharga 50ribu karena itu berarti tidak menghargai pekerja garmen lokal. Dia menyarankan saya meluangkan waktu untuk survey berapa upah para pekerja konveksi rumahan. Industri Fashion Kira2 begini deh ekspresi saya saat membaca pesan dan sarannya. Poker face. Ehehehe. Saya katakan terima kasih atas concernnya. Tapi tidak perlu mengajari saya berapa upah pekerja garmen lokal, sebab mama saya pernah menjadi bagian dari mereka. Ya, waktu saya kecil, mama saya adalah penjahit konveksi rumahan, sampai sakit maag karena lupa makan demi mengejar target borongan. Upahnya memang kecil, tapi cukuplah untuk membantu perekonomian keluarga. Tahun 2008 hingga 2010 saya juga sempat terjun ke industri fas...

Perawatan wajah dan cerita masa muda

Andaikata blog dan social media saya punya semacam FAQ (Frequently Asked Question, alias pertanyaan yang paling sering ditanyakan), sudah pasti di urutan pertama akan bertengger pertanyaan: "Pakai produk perawatan wajah apa?"  Banyaaaakkk banget follower instagram / facebook / twitter saya yang nanya gitu, dan minta saya mengulasnya. Saya bilang sabar, tunggu tanggal mainnya. Tapi sebelum saya jawab pertanyaan itu, saya mau mengenang masa muda dulu ah..  Jadi begini cucuku... Waktu pertama kali ngeblog 15 tahun lalu , usia saya masih 21 (yak silakan dihitung usia saya sekarang berapa, pinterrrr). Jadi jangan heran kalo gaya bahasanya masih 4I_aY 4b3zzz.. (eh ga separah itu juga sih, hehe). Tapi ekspresi nulisku di masa-masa itu masih pure banget, nyaris tanpa filter. Jadi kalo dibaca lagi sampai sekarang pun masih berasa seru sendiri. Kayak lagi nonton film dokumenter pribadi. Kadang bikin ketawa ketiwi sendiri, kadang bikin mikir, kadang bi...

Tekad Hidup Lebih Sehat

Sabtu 6 Juli lalu, kami sekeluarga sedang terjebak kemacetan di tol menuju Bandung, ketika tiba-tiba papa mertua menelpon: mama mertua terkena serangan jantung, dan sempat hilang nafas sampai harus dipompa jantungnya! Langsung kami cari jalan keluar tol, putar balik menuju Jakarta. Ketika tiba di rumah sakit, beliau masih diisolasi di ruang ICCU dan belum boleh dijenguk. Kami baru bisa menjenguk beberapa jam kemudian, itupun hanya keluarga inti yang boleh masuk. Di ruang ICCU yang dingin itu, beliau tidak diperbolehkan bicara terlalu banyak, supaya jantungnya tidak bekerja terlalu keras. Tangan kanannya menggenggam tangan suamiku, tangan kirinya menggenggam tanganku, lalu berkata… “Ampuni mama ya, Mas…” “Ampuni mama ya, Mbak…” “Jaga pernikahan, yang rukun...” Beliau menangis, suamiku menangis, aku menahan tangis… sambil mengusap kening beliau dan bilang, “Mama pasti sembuh.. banyak sekali yang mendoakan mama.. yang penting mama semangat ya”. ...

Jangan Lupa Jadi Istri

Saat berada di Malang untuk mengunjungi salah satu perusahaan yang kami invest beberapa waktu lalu, secara spontan saya dan suami diminta untuk sharing tentang #CoupleGoals : An Inspiring Story from Dreamable Couple. Without preparing anything, it turned out to be an intimate sharing sessions that we enjoyed much.  Pada sesi yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam itu, kami bercerita banyak soal perjalanan kami berdua sebagai pasangan, mulai dari nol hingga sekarang, jatuh bangunnya, tips dan saran, dan menjawab pertanyaan dari para peserta.  Jawaban dari beberapa pertanyaan  sudah pernah saya tulis di blog ini, seperti:  Marriage Tips Finding The Right One Women are like cars? 8 Tips Untuk Istri Agar Suami Tenang Bekerja Jaga kesehatan pernikahan seperti menjaga kesehatan badan Senang bisa sharing di Malang bareng @nataliardianto tentang random things, mulai dari history, love story, relationship, marriage, struggles, financia...

Berapa Biaya Liburan ke Resort di Maldives Sekeluarga?

Disclaimer: Sebelum berprasangka, tulisan ini dipublish bukan untuk tujuan riya, melainkan untuk berbagi informasi buat yang membutuhkan saja. Paham yaaa. πŸ‘»πŸ‘» Sebuah kiriman dibagikan oleh Nuniek Tirta (@nuniektirta) pada Apr 21, 2017 pada 8:40 PDT Judul di atas adalah pertanyaan yang cukup sering saya dapatkan dari teman-teman sejak saya pulang dari liburan sekeluarga di Maldives minggu lalu. Kalo banyak yang nanyain berarti banyak yang pingin tau  informasinya,  jadi saya tulis di sini aja ya.  Semoga bisa jadi gambaran buat teman-teman untuk mempersiapkan budget liburan keluarga ke resort di Maldives. Silakan dishare ke pasangan buat kode-kode, ehehehe.  Tahun ini bukan pertama kalinya saya ke Maldives. Sebab dua tahun lalu saya dan suami sudah pernah liburan ke Maldives berdua saja untuk ritual hornymoon di ulang tahun pernikahan kami. Oleh-oleh dalam bentuk tulisan saya untuk LiveOlive bisa dikonsumsi gratis di sini:  Tips Libura...

Big Bad Wolf Book Sale Jakarta 2017 Pre Sale VIP Invitation

Siapa yang tahun lalu kalap borong buku di The Big Bad Wolf Book Sale Jakarta ? Sayaaa Siapa yang tahun lalu udah bawa koper gede masih nggak muat nampung belanjaan? Sayaaa Siapa yang tahun lalu nggak cukup sekali hunting buku di Big Bad Wolf Book Sale?  Sayaaa Suasana Big Bad Wolf Books Indonesia jam 1-4 pagi dinihari tadi, masih antrii 😜 Tapi relatif lebih sepi dibanding jam normal. Kami berempat asik berpencar cari buku masing2 tapi nggak kesulitan ngumpul lagi. Pada kunjungan kali ini, banyak judul buku yg nggak aku temui saat pre-opening sale, area 100% dibuka, dan layout cashier berubah menyesuaikan banyaknya pengunjung yg hadir. Total ada 23 kasir kalau nggak salah, dan antri semua πŸ˜… Tapi nggak lama sih. Yg harus diberi penghargaan khusus adalah para petugas yang masih semangat kerja, baik itu nyusun buku, ngambilin buku permintaan pengunjung, kasir, atau packing. Meski udah dinihari dan ada aja pengunjung yg bossy, mereka masih ramah2 aja. Yg belum s...

Merayakan Cinta di Pulo Cinta (Review, Biaya, Giveaway!)

Prolog Teman-teman mungkin sudah tau ya, seharusnya saya dan suami merayakan wedding anniversary kami bulan ini di Santorini, seperti yang sudah saya impikan selama bertahun-tahun. Tapi terpaksa batal karena suami ada urusan yang tidak bisa diwakilkan, yang dapat mempengaruhi masa depan serta hajat hidup orang banyak. Cerita lengkapnya sudah saya tulis di sini: Santorini Dream .   Tapi Tuhan Maha Baik, Ia memberikan kami penghiburan yang sangat indah: merayakan cinta di Indonesia rasa Maladewa : Pulo Cinta 😍   Sebuah eco-resort berbentuk hati/cinta (heart/love)  yang keindahannya belakangan ini tengah melegenda terutama di kalangan blogger dan penggiat sosial media.  Tempat ini juga sudah masuk dalam bucket list saya sejak pertama kali saya "menemukannya" di facebook pertengahan tahun lalu.    Tepat di hari yang seharusnya kami berangkat ke Yunani, saya dan kakak saya bertemu dengan Pak Tony, Presiden Direktur Pulo Cinta. Kami diperken...

Bagaimana Cara Membagi Waktu?

Minggu lalu saya diwawancara untuk sebuah artikel berjudul Nuniek Tirta: angel investor, founder of Startuplokal, mother, and wife  yang diterbitkan oleh ANGIN (Angel Investment Network Indonesia). Kebetulan saya baru saja bergabung menjadi angel investor ke-60 sekaligus investor wanita ke-30.  Pertanyaan pertama, saya diminta untuk bercerita tentang siapa saya. Pertanyaan kedua, dan ini adalah salah satu pertanyaan yang paling sering saya terima: bagaimana cara saya membagi waktu sebagai seorang entrepreneur, angel investor, ibu dan istri.  Photo by Sweet Escape Jawaban singkatnya dapat dibaca pada artikel tersebut. Namun pada blog ini, saya ingin menguraikan jawaban yang lebih komprehensif. Jadi nanti kalau ada yang menanyakan pertanyaan sama lagi, saya bisa tinggal kasih url postingan ini saja, hehehe.  Ini adalah prinsip saya dalam membagi waktu, berikut contoh konkritnya:  Know your priority Ini adalah prinsip utama dalam membagi wa...

#NutsTips Series: Tips praktis fashion dan style

Kalau kamu mengikuti social media saya terutama instagram di  @nuniektirta , pasti sudah familiar dengan hashtag #superaffordablestyle yang menampilkan detail pakaian yang saya kenakan pada hari itu, lengkap dengan tempat beli dan harganya.  #superaffordablestyle #ootd 08 Nov 2017 for President @jokowi mantu aka @ayanggkahiyang n @bobbynst wedding ceremony πŸ‘°πŸ» Baru terima undangan seminggu sebelum acara, baru sempat beli kebayanya H-2 πŸ˜… Kebaya payet 325k Kain ungu 100k Keduanya beli di toko kebaya persis di depan Transmart Pasar Pondok Gede πŸ‘ŒπŸΌ Kunci kebaya paripurna terletak di long torsonya, beli di toko kecil di @plaza_festival 115k πŸ‘ŒπŸΌ Clutch batik 35k aja beli di pasar tradisional waktu jalan2 ke Klaten πŸ‘ŒπŸΌ White studds shoes sale @metrodept @pondokindahmall.pim 350k for 3 pairs πŸ‘ŒπŸΌ So, siapa bilang kondangan anak Presiden ngga bisa pakai baju #affordable tanpa terlihat murahan? 😎 #nutstyle #nutstory #nutslyfe #nuniektirta #kebaya #kondangan #wedding #...