Skip to main content

Kok Lama?

An INFJ reflects on mental load, a short answer for her kid, a hilarious reunion with a 2002 friend, and being stood up by a property buyer.

I have to start with a confession. I, an INFJ, the Advocate, often said to possess deep and broad insights (or, as the haters call it: an acute overthinker), still frequently find myself trapped in tiny moments that make me either smile to myself, or sometimes... mutter a little under my breath. This all happened because of a simple, innocent question from my daughter.

"Kok lama?" (Why did it take so long?) she asked, right after the car door closed and she was seated comfortably in the back. She had been waiting in the lobby after dropping some packages.

The question was simple. But for me? It was like a philosophical rabbit hole suddenly appearing before my eyes. All I could do was smile and reprocess the question. Digesting every letter, comparing it to my past memories, and allowing a slightly bitter humor to bubble up.


🧹 The Invisible Load: From Dining Table to Magic Jar

Back when I was her age, I never once thought that going out required a home security ritual first.

  • Making sure all the ACs and lights were turned off.

  • The dining table had to be cleaned of the crumbs of sin.

  • The dirty dishes must go into the dishwasher so the ants didn't rush to establish a colony.

  • The Magicom (rice cooker) unplugged, and the leftover rice put into the fridge so it wouldn't go stale and stink when we got back.

Oh, the horror! Not only my daughter, but even my husband, on our early years of marriage, is often not automatically programmed to consider these tiny household details. He can be ready in the car first, while I’m still acting like a ninja, moving swiftly from room to room, ensuring the curtains are closed, all the kid's needs are packed, and no small source of disaster is left behind.

That, my friend, is what we call the Mental Load and Decision Fatigue. It’s the invisible burden, the one that’s not on the husband’s to-do list, but if ignored, the whole house can turn into a battlefield.

In the past, I might have been triggered and answered at length, maybe even letting out a small rant about how heavy this unseen burden is. I might have said, "Honey, if Mommy doesn't clean this and that, when we come home, the house will be a jungle! Ants everywhere! Stale rice! What will you eat?"

But yesterday? Perhaps because I’ve passed that burnout phase, or maybe because my INFJ soul has reached a new level of Zen peace, I only answered briefly.

"Before we go, we had to clean up the dining table and the kitchen first."

That was it. Just that. And in that simplicity, I felt like a winner. A winner because I didn't have to expend energy explaining something that should be understood, yet successfully conveyed the essence of "Why did it take so long?" without excessive drama. Growth, people! Growth!


👯‍♀️ Reunion with a Loyal Reader (and Lost Time)

Long story short, I joined my husband in Jakarta. After he got busy with his office meeting, I got busy with matters of the stomach and the heart at Pacific Place. Late lunch and catch up with the one and only, Ollz, my most loyal blog reader since 2002. Goodness, 2002! If my blog were human, it would have graduated college now. 

Because Jakarta was being kind that afternoon (truly a miracle worth celebrating), I arrived 30 minutes earlier than our 14:00 appointment. Naturally, I headed straight to Kyochon, my favorite restaurant there. Package 1, no debate.

Exactly a little after 2 PM, Ollz showed up. He got a bit lost because we were using different "water boat" landmarks as our reference, haha. I always get funny stories from Ollz and his socialite world, ranging from metropolitan Jakarta's dizzying social scene, businesses going up and down like a roller coaster, to romantic drama exceeding any soap opera. I, the INFJ who loves to observe and delve deep, only needed to sit pretty, nod, laugh, and occasionally throw in a pointless philosophical question. Time flew by, suddenly it was already past 4 o'clock. The time warp is real, especially with a soulmate friend.


🤯 The Plot Twist 

I was supposed to have another meeting at 4 PM with a prospective tenant and buyer for one of my properties.

I waited... 15 minutes... 30 minutes. No news. No sign of life.

I called the gentleman.

It turns out, oh, it turns out, the gentleman was still at his house in Pondok Gede, Bekasi! Excuse me, Sir? Bekasi to Pacific Place is not just a quick dash across the street. The least you could do is notify me if you can't make it, or at least reply to my Whatsapp asking for confirmation! If I had known, I could have just gone home before my husband came to meet me upstairs. Hmph! 

But since my husband had already arrived, and my meeting was canceled and Ollz, who was about to leave, canceled his plans too. So, we continued chatting there, accompanying my husband while he ate (he also ordered Package 1 as usual), while Ollz remained steadfast in his Monday-Thursday fast. 

We talked until it was almost 6 PM, just about time for Ollz to break his fast. It was time for us to cao (split) and go home.


🎁 A Pig-Scented Conclusion (in a Good Way)

Upon reaching the apartment, a surprise awaited. A package of a birthday "cake" from @babibrutal.babrut!

Wait, what?

It wasn't a typical birthday cake. It was actually a noodle package with various pork toppings, styled exactly like a real birthday cake, complete with "Happy Birthday" decorations and birthday candles! Wow, this idea is brilliant! A fantastic gift or hamper idea for non-Muslim friends. I immediately devoured it that evening for my late dinner. Yum-yum-yum!

And so went my Monday. A day where I contemplated the invisible mental load, reconnected with a timeless friend, was stood up by someone lacking social awareness, and finished off with a brutally delicious pork cake. A very INFJ day: full of contemplation, deep connection, a dash of disappointment in the world, and concluded with an unexpected delight happiness.

Monday, 03 November 2025
Nuniek Tirta Sari

Comments

Popular posts from this blog

Saya Nuniek Tirta, bukan ((hanya)) seorang Istri Direktur

Catatan penting: untuk mencapai pemahaman penuh, mohon klik dan baca setiap tautan.  Awalnya adalah pertanyaan . Membuahkan suatu jawaban .  Diposting di akun pribadi, seperti yang biasa saya lakukan sejak hampir 15 tahun lalu , bahkan sebelum Mark Zuckerberg membuat Facebook.  Jawaban yang juga autopost ke facebook itu menjadi viral, ketika direshare oleh lebih dari 20ribu orang, dengan emoticon lebih dari 38ribu, dan mengundang 700++ komentar. Kemudian menjalar liar, ketika portal-portal media online mengcopas ditambah clickbaits.  Tidak ada media yang mewawancara saya terlebih dahulu ke saya kecuali satu media yang menghasilkan tulisan berkelas dengan data komprehensif ini .   Well, ada juga yang sempat email ke saya untuk meminta wawancara, tapi belum sempat saya jawab, sudah menurunkan berita duluan selang sejam setelah saya posting foto di bustrans Jakarta .  Selebihnya... Tidak ada yang konfirmasi terlebih d...

Industri Fashion dan Harga Jujur

Saat tulisan viral “Istri Direktur” sedang hangat2nya, di antara ratusan pesan yang masuk, saya menerima sebuah pesan pribadi dari follower Instagram . Tulisan panjang dalam Bahasa Inggris itu intinya mengatakan, bahwa dia juga seorang yang hemat namun tidak akan mau beli baju seharga 50ribu karena itu berarti tidak menghargai pekerja garmen lokal. Dia menyarankan saya meluangkan waktu untuk survey berapa upah para pekerja konveksi rumahan. Industri Fashion Kira2 begini deh ekspresi saya saat membaca pesan dan sarannya. Poker face. Ehehehe. Saya katakan terima kasih atas concernnya. Tapi tidak perlu mengajari saya berapa upah pekerja garmen lokal, sebab mama saya pernah menjadi bagian dari mereka. Ya, waktu saya kecil, mama saya adalah penjahit konveksi rumahan, sampai sakit maag karena lupa makan demi mengejar target borongan. Upahnya memang kecil, tapi cukuplah untuk membantu perekonomian keluarga. Tahun 2008 hingga 2010 saya juga sempat terjun ke industri fas...

Perawatan wajah dan cerita masa muda

Andaikata blog dan social media saya punya semacam FAQ (Frequently Asked Question, alias pertanyaan yang paling sering ditanyakan), sudah pasti di urutan pertama akan bertengger pertanyaan: "Pakai produk perawatan wajah apa?"  Banyaaaakkk banget follower instagram / facebook / twitter saya yang nanya gitu, dan minta saya mengulasnya. Saya bilang sabar, tunggu tanggal mainnya. Tapi sebelum saya jawab pertanyaan itu, saya mau mengenang masa muda dulu ah..  Jadi begini cucuku... Waktu pertama kali ngeblog 15 tahun lalu , usia saya masih 21 (yak silakan dihitung usia saya sekarang berapa, pinterrrr). Jadi jangan heran kalo gaya bahasanya masih 4I_aY 4b3zzz.. (eh ga separah itu juga sih, hehe). Tapi ekspresi nulisku di masa-masa itu masih pure banget, nyaris tanpa filter. Jadi kalo dibaca lagi sampai sekarang pun masih berasa seru sendiri. Kayak lagi nonton film dokumenter pribadi. Kadang bikin ketawa ketiwi sendiri, kadang bikin mikir, kadang bi...

Tekad Hidup Lebih Sehat

Sabtu 6 Juli lalu, kami sekeluarga sedang terjebak kemacetan di tol menuju Bandung, ketika tiba-tiba papa mertua menelpon: mama mertua terkena serangan jantung, dan sempat hilang nafas sampai harus dipompa jantungnya! Langsung kami cari jalan keluar tol, putar balik menuju Jakarta. Ketika tiba di rumah sakit, beliau masih diisolasi di ruang ICCU dan belum boleh dijenguk. Kami baru bisa menjenguk beberapa jam kemudian, itupun hanya keluarga inti yang boleh masuk. Di ruang ICCU yang dingin itu, beliau tidak diperbolehkan bicara terlalu banyak, supaya jantungnya tidak bekerja terlalu keras. Tangan kanannya menggenggam tangan suamiku, tangan kirinya menggenggam tanganku, lalu berkata… “Ampuni mama ya, Mas…” “Ampuni mama ya, Mbak…” “Jaga pernikahan, yang rukun...” Beliau menangis, suamiku menangis, aku menahan tangis… sambil mengusap kening beliau dan bilang, “Mama pasti sembuh.. banyak sekali yang mendoakan mama.. yang penting mama semangat ya”. ...

Jangan Lupa Jadi Istri

Saat berada di Malang untuk mengunjungi salah satu perusahaan yang kami invest beberapa waktu lalu, secara spontan saya dan suami diminta untuk sharing tentang #CoupleGoals : An Inspiring Story from Dreamable Couple. Without preparing anything, it turned out to be an intimate sharing sessions that we enjoyed much.  Pada sesi yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam itu, kami bercerita banyak soal perjalanan kami berdua sebagai pasangan, mulai dari nol hingga sekarang, jatuh bangunnya, tips dan saran, dan menjawab pertanyaan dari para peserta.  Jawaban dari beberapa pertanyaan  sudah pernah saya tulis di blog ini, seperti:  Marriage Tips Finding The Right One Women are like cars? 8 Tips Untuk Istri Agar Suami Tenang Bekerja Jaga kesehatan pernikahan seperti menjaga kesehatan badan Senang bisa sharing di Malang bareng @nataliardianto tentang random things, mulai dari history, love story, relationship, marriage, struggles, financia...

#NutsTips Series: Tips praktis fashion dan style

Kalau kamu mengikuti social media saya terutama instagram di  @nuniektirta , pasti sudah familiar dengan hashtag #superaffordablestyle yang menampilkan detail pakaian yang saya kenakan pada hari itu, lengkap dengan tempat beli dan harganya.  #superaffordablestyle #ootd 08 Nov 2017 for President @jokowi mantu aka @ayanggkahiyang n @bobbynst wedding ceremony 👰🏻 Baru terima undangan seminggu sebelum acara, baru sempat beli kebayanya H-2 😅 Kebaya payet 325k Kain ungu 100k Keduanya beli di toko kebaya persis di depan Transmart Pasar Pondok Gede 👌🏼 Kunci kebaya paripurna terletak di long torsonya, beli di toko kecil di @plaza_festival 115k 👌🏼 Clutch batik 35k aja beli di pasar tradisional waktu jalan2 ke Klaten 👌🏼 White studds shoes sale @metrodept @pondokindahmall.pim 350k for 3 pairs 👌🏼 So, siapa bilang kondangan anak Presiden ngga bisa pakai baju #affordable tanpa terlihat murahan? 😎 #nutstyle #nutstory #nutslyfe #nuniektirta #kebaya #kondangan #wedding #...

Bagaimana Cara Membagi Waktu?

Minggu lalu saya diwawancara untuk sebuah artikel berjudul Nuniek Tirta: angel investor, founder of Startuplokal, mother, and wife  yang diterbitkan oleh ANGIN (Angel Investment Network Indonesia). Kebetulan saya baru saja bergabung menjadi angel investor ke-60 sekaligus investor wanita ke-30.  Pertanyaan pertama, saya diminta untuk bercerita tentang siapa saya. Pertanyaan kedua, dan ini adalah salah satu pertanyaan yang paling sering saya terima: bagaimana cara saya membagi waktu sebagai seorang entrepreneur, angel investor, ibu dan istri.  Photo by Sweet Escape Jawaban singkatnya dapat dibaca pada artikel tersebut. Namun pada blog ini, saya ingin menguraikan jawaban yang lebih komprehensif. Jadi nanti kalau ada yang menanyakan pertanyaan sama lagi, saya bisa tinggal kasih url postingan ini saja, hehehe.  Ini adalah prinsip saya dalam membagi waktu, berikut contoh konkritnya:  Know your priority Ini adalah prinsip utama dalam membagi wa...

8 Tips Untuk Istri Agar Suami Tenang Bekerja

#nutsonduty Beberapa waktu lalu saya diundang sebagai pembicara untuk acara Penguatan Integritas Istri Pejabat dan Pegawai KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, dengan topik "Istri Bersahaja, Suami Tenang Bekerja". Tim panitia yang diwakili oleh Mbak Umma mengatakan profil saya cocok untuk membahas topik tersebut, terlebih karena saya dikenal setelah konten viral "Istri Direktur" dengan ciri khas #SuperAffordableStyle :)  Suami penasaran saya ngomong apa saja di sana. Setelah saya ceritakan, suami mendorong saya untuk menuangkan materi bicara saya tersebut ke dalam tulisan di blog, supaya bisa mencerahkan istri-istri lainnya :D Karena belum sempat, sudah beberapa kali ditagih nih :p Jadi, berikut inilah tulisannya ya... sekaligus dipersembahkan sebagai kado ulang tahun pernikahan kami akhir pekan lalu deh :)  Terima kasih atas undangan berbicara di depan para istri pegawai KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok hari ini tentang "Istri Bers...

Big Bad Wolf Book Sale Jakarta 2017 Pre Sale VIP Invitation

Siapa yang tahun lalu kalap borong buku di The Big Bad Wolf Book Sale Jakarta ? Sayaaa Siapa yang tahun lalu udah bawa koper gede masih nggak muat nampung belanjaan? Sayaaa Siapa yang tahun lalu nggak cukup sekali hunting buku di Big Bad Wolf Book Sale?  Sayaaa Suasana Big Bad Wolf Books Indonesia jam 1-4 pagi dinihari tadi, masih antrii 😜 Tapi relatif lebih sepi dibanding jam normal. Kami berempat asik berpencar cari buku masing2 tapi nggak kesulitan ngumpul lagi. Pada kunjungan kali ini, banyak judul buku yg nggak aku temui saat pre-opening sale, area 100% dibuka, dan layout cashier berubah menyesuaikan banyaknya pengunjung yg hadir. Total ada 23 kasir kalau nggak salah, dan antri semua 😅 Tapi nggak lama sih. Yg harus diberi penghargaan khusus adalah para petugas yang masih semangat kerja, baik itu nyusun buku, ngambilin buku permintaan pengunjung, kasir, atau packing. Meski udah dinihari dan ada aja pengunjung yg bossy, mereka masih ramah2 aja. Yg belum s...

Merayakan Cinta di Pulo Cinta (Review, Biaya, Giveaway!)

Prolog Teman-teman mungkin sudah tau ya, seharusnya saya dan suami merayakan wedding anniversary kami bulan ini di Santorini, seperti yang sudah saya impikan selama bertahun-tahun. Tapi terpaksa batal karena suami ada urusan yang tidak bisa diwakilkan, yang dapat mempengaruhi masa depan serta hajat hidup orang banyak. Cerita lengkapnya sudah saya tulis di sini: Santorini Dream .   Tapi Tuhan Maha Baik, Ia memberikan kami penghiburan yang sangat indah: merayakan cinta di Indonesia rasa Maladewa : Pulo Cinta 😍   Sebuah eco-resort berbentuk hati/cinta (heart/love)  yang keindahannya belakangan ini tengah melegenda terutama di kalangan blogger dan penggiat sosial media.  Tempat ini juga sudah masuk dalam bucket list saya sejak pertama kali saya "menemukannya" di facebook pertengahan tahun lalu.    Tepat di hari yang seharusnya kami berangkat ke Yunani, saya dan kakak saya bertemu dengan Pak Tony, Presiden Direktur Pulo Cinta. Kami diperken...