Skip to main content

A Feast of Healing

This Sunday, we didn’t go to church. Not because I’ve suddenly become rebellious, but because I’m still in recovery mode and, honestly, the idea of making my husband escort me back and forth to the toilet using wheel-chair during service didn’t sound like the most spiritual activity. So we stayed home, tuned into the online service, and was actually really blessed. The sermon spoke about the phases of human life: dependent, independent, and interdependent. It was like someone had put words to what I’ve been experiencing lately. Watch the sermon here.

Recovery humbles you. Suddenly, I’m dependent on people again. My husband helping me walk, my mom making sure I eat, my children pushing my wheelchair. But strangely, I don’t feel diminished by it. I’m reminded that life isn’t meant to be lived as a lone ranger or xylo. True growth is when we lean into interdependence. And maybe that’s why this season, with all its vulnerability, feels oddly rich.

I thought the rest of the day would be slow: Netflix, snuggles, and some lazy banter with my husband. But recovery likes to throw plot twists. In the middle of a bathroom trip, my surgical bandage decided it had had enough of me and just… plopped to the floor. I froze. I panicked. Was I leaking? Was I unraveling like a poorly wrapped Christmas present?

WhatsApp to my oncologist? No reply yet. Of course, doctors have their own busy lives saving people. Cue my lifesaver, Mas Yusuf. Once again, he guided me like the guardian angel of hospital logistics, arranging things so I could rush to the ER and get it fixed. Sat set. Bandage replaced. No drama. Thank God!

And then came hunger. Real, gnawing hunger. The kind that doesn’t want a polite salad but wants something bold, unapologetic, and dripping with flavor. I looked at my husband and made my humble request: “Please, I need Padang food.”

We tried Payakumbuah first just because it's the nearest from hospital, but the waitlist was longer than my patience. And really, who wants to wait for gulai? Not me. So we went where all cravings eventually lead us: Resto Pagi Sore. The holy grail of comfort food. The moment the dishes arrived: rendang, gulai, sambal, and that glorious crispy stuff you don’t know the name of but eat anyway.. I was transported. Every bite was like an edible love letter to my healing body. Look at the photos. Proof that happiness can be measured in plates. The bill? Worth every rupiah.

Back home, I joined closing circle of Rahne’s 21 Days of Receiving program. Something about the word “receiving” hit me lately. Maybe healing is not so much about doing but allowing. Allowing people to care for me. Allowing food to nourish me. Allowing joy to sneak in between pain and rest.

Now here I am, typing this blog while waiting for my night meds to kick in. Tonight I’ll try something new: adult pampers. Not exactly the glamorous accessory of my dreams, but hey, if it helps me sleep without the 3 a.m. toilet struggle, I’ll take it. Healing requires humor too, right?

Elizabeth Gilbert once wrote, “You need to learn how to select your thoughts just the same way you select your clothes every day.” Today, I chose gratitude over panic, sambal over sulking, and laughter over fear.

Cheers,
Nuniek Tirta

Comments

Popular posts from this blog

Exclusive Blogger Dinner with Bio Oil

Tau nggak aktivitas paling ngangenin dari suami hampir tiap malam? Selain diusap2 kepala kalau mau tidur, juga... diolesin bedak pengurang gatal di sekujur punggung, hehehe. Udah sekitar 2 tahun terakhir ini kalau malam punggung aku tuh sering gatelll banget sampai kayak panas gitu dan datangnya tiba-tiba aja. Padahal dulu nggak pernah gitu lho.  Awalnya setelah googling, aku pikir penyebabnya tungau, binatang super kecil yang suka ada di tempat tidur. Tapi aku udah usaha bersihin semua kasur pakai jasa profesional buat bersihin tungau, nggak ngaruh juga. Lagipula kalau aku tidur di tempat lain pun (baca: hotel / apartemen) gatalnya juga masih sering datang. Jadi bukan karena tempatnya deh.  Niatnya sih mau konsultasi ke dokter, apalah daya nggak sempat melulu  (ahlesan) . Eh ndilalah hari Kamis kemarin diundang sama Blogger Perempuan Network ke acara Exclusive Blogger Dinner with Bio Oil di Tanamera Cuisine, yang dipandu oleh MC kondang, temanku Uchita Po...

Prinsip 3 Topi dalam Parenting

Semalam, putri pertama kami (9,5 tahun) melakukan ritual bersih-bersih sebelum tidur: mencuci muka dengan sabun pembersih wajah, sikat gigi dan mengoleskan body lotion, etc. Melihatnya, suami berkomentar: “Kok sekarang ritualnya banyak amat sih?” Putri pertama kami spontan menjawab: “Ya namanya juga mau remaja” Sontak suami dengan lebaynya merespon, “Huaaaaaaaa! Tidaaaaakkk!” Dan kemudian dilanjutkan dengan, “Pantesan sekarang sudah nggak mau pegangan tangan sama daddy lagi. Maunya cuma pegang bahu. Sudah nggak mau dicium-cium lagi. Huaaaaaaa!” Saya tertawa melihat suami yang kelabakan anaknya sudah mau remaja dan tingginya sedikiiiitt lagi sudah sama dengan mommynya. Change along your kids changes Ya, kita sebagai orangtua harus berubah seiring dengan perubahan anak-anak kita. Ketika anak beranjak remaja, ia sudah tidak bisa lagi diperlakukan seperti balita, misalnya. Menurut Arun Gogna dalam bukunya Lasting Gifts You Can Give Your Children , sebagai orangtua ki...

Pacaran Minggu Ini

Photo by @nisadianty Kalau kamu sering mengikuti postinganku di media sosial, pasti sudah lumayan familiar dengan hashtag #PacaranMingguIni ya. Sebuah hashtag yang disematkan untuk menandai ketika aku pacaran sama suami. Kenapa pacaran? Karena ya memang harus berduaan. Nggak boleh diganggu sama anak, ortu, mertua, sodara, teman, tetangga. Apalagi sama anaknya ortu mertua dari sodaranya teman tetangga. #halah #ribet Kenapa minggu ini? Karena dijadwalin rutin  setiap minggu  alias  seminggusekali . Dulu waktu suami masih ngantor, jadwalnya tiap Jumat malam, supaya Sabtu-Minggu full buat anak. Sekarang karena mostly Senin-Jumat kami sudah bareng anak2 terus, jadi dijadwalinnya Sabtu siang/sore. Nggak bosen, gitu? Yaampun sis, kalo pacaran yang menyenangkan aja bosen, gimana ngelakuin hal-hal lain yang nggak menyenangkan? Pacaran itu kan reward, hadiah setelah melakukan kewajiban-kewajiban kita sebagai orangtua dan suami/istri. Trus kalo pa...

Saya Nuniek Tirta, bukan ((hanya)) seorang Istri Direktur

Catatan penting: untuk mencapai pemahaman penuh, mohon klik dan baca setiap tautan.  Awalnya adalah pertanyaan . Membuahkan suatu jawaban .  Diposting di akun pribadi, seperti yang biasa saya lakukan sejak hampir 15 tahun lalu , bahkan sebelum Mark Zuckerberg membuat Facebook.  Jawaban yang juga autopost ke facebook itu menjadi viral, ketika direshare oleh lebih dari 20ribu orang, dengan emoticon lebih dari 38ribu, dan mengundang 700++ komentar. Kemudian menjalar liar, ketika portal-portal media online mengcopas ditambah clickbaits.  Tidak ada media yang mewawancara saya terlebih dahulu ke saya kecuali satu media yang menghasilkan tulisan berkelas dengan data komprehensif ini .   Well, ada juga yang sempat email ke saya untuk meminta wawancara, tapi belum sempat saya jawab, sudah menurunkan berita duluan selang sejam setelah saya posting foto di bustrans Jakarta .  Selebihnya... Tidak ada yang konfirmasi terlebih d...

Family Holiday at Club Med Bintan - Premium All Inclusive Resort

I just had family holiday at Club Med Bintan, on 14-17 December 2017. To be frankly honest, it was way more fun than I expected as a short weekday getaway. Definitely one of the best vacation that we ever had! Photo of us in Club Med Bintan by Sweet Escape Transportation from Jakarta to Bintan Island We flew on Thursday morning, 14 December by Garuda Indonesia from Terminal 3 Soekarno-Hatta International Airport to Tanjung Pinang Raja Haji Fisabillah International Airport. It was scheduled to be boarding at 10:30 but unfortunately got delayed for about an hour, so we arrived at around 1pm.  Transportation from Bintan airport to Bintan resort  At Bintan airport, a driver was already waiting with a sign board "Club Med". We then continued the journey by car, an hour long road without traffic jam at all. Not much to see along the way, most of it was some kind of deserted areas. But when we entered Lagoi area, it is green everywhere I see.  Arrival at ...

Gathering Perdana Indonesia Lifestyle Digital Influencers

Apa sih influencers itu?  Influencers adalah, menurut Thesaurus, orang-orang yang memiliki kemampuan mempengaruhi banyak orang, baik melalui media sosial maupun tradisional media. Dari sisi bisnis, seseorang dapat disebut influencer jika ia memiliki kemampuan untuk mempengaruhi keputusan seseorang dalam membeli sesuatu. Biasanya, influencer sering dimintai pendapat, arahan, ilmu, atau opini tentang suatu bidang. "True influence drives action, not just awareness". ~ Jay Baer ~ Tiga hari lalu, tulisan saya di  Facebook pribadi  menjadi viral dan dishare oleh lebih dari 18ribu orang, dengan lebih dari 33ribu emoticons. Tulisan itu lahir dari rasa tanggungjawab pribadi saya sebagai seorang lifestyle influencer (yang memang sering dibayar hanya untuk pamer), untuk mengedukasi para follower saya supaya tidak bergayahidup melampaui kemampuan (finansial) mereka, seperti yang telah  saya tulis sebelumnya di sini . Beberapa portal mengcopy paste tulisan itu dan diber...

From Past to Peace

Letting go isn’t about forgetting; it’s about losing interest in what no longer matters, and finding peace in the quiet joy of the present moment.

Perawatan wajah dan cerita masa muda

Andaikata blog dan social media saya punya semacam FAQ (Frequently Asked Question, alias pertanyaan yang paling sering ditanyakan), sudah pasti di urutan pertama akan bertengger pertanyaan: "Pakai produk perawatan wajah apa?"  Banyaaaakkk banget follower instagram / facebook / twitter saya yang nanya gitu, dan minta saya mengulasnya. Saya bilang sabar, tunggu tanggal mainnya. Tapi sebelum saya jawab pertanyaan itu, saya mau mengenang masa muda dulu ah..  Jadi begini cucuku... Waktu pertama kali ngeblog 15 tahun lalu , usia saya masih 21 (yak silakan dihitung usia saya sekarang berapa, pinterrrr). Jadi jangan heran kalo gaya bahasanya masih 4I_aY 4b3zzz.. (eh ga separah itu juga sih, hehe). Tapi ekspresi nulisku di masa-masa itu masih pure banget, nyaris tanpa filter. Jadi kalo dibaca lagi sampai sekarang pun masih berasa seru sendiri. Kayak lagi nonton film dokumenter pribadi. Kadang bikin ketawa ketiwi sendiri, kadang bikin mikir, kadang bi...

Light Sleeper vs Heavy Sleeper

How are you, my geek widow? my husband asked over lunch, holding my hand with a playful smirk. For context, a “geek widow” is a married woman who feels functionally single at night because her husband is off “dating” his computer screen until 3 AM, lost in a world of coding. In response, I proudly pulled up my phone to show him my sleep statistics from last night. I had achieved a gloriously high sleep score with zero wake-ups! The secret? We didn't sleep in the same bed. We have an unwritten rule: if I’m already fast asleep and he’s still coding late into the night, he doesn't come upstairs; he sleeps on the mattress below so he won't disturb me. Not to be outdone, he pulled up his own stats. Sky-high deep sleep, practically zero awake time; a typical night for him. He is a naturally heavy sleeper, and honestly, I envy him. He won't wake up even there's loud noise, I have to touch him directly to wake him up. But then came the unwanted advice: he started listing of...

Berapa Biaya Liburan ke Resort di Maldives Sekeluarga?

Disclaimer: Sebelum berprasangka, tulisan ini dipublish bukan untuk tujuan riya, melainkan untuk berbagi informasi buat yang membutuhkan saja. Paham yaaa. 👻👻 Sebuah kiriman dibagikan oleh Nuniek Tirta (@nuniektirta) pada Apr 21, 2017 pada 8:40 PDT Judul di atas adalah pertanyaan yang cukup sering saya dapatkan dari teman-teman sejak saya pulang dari liburan sekeluarga di Maldives minggu lalu. Kalo banyak yang nanyain berarti banyak yang pingin tau  informasinya,  jadi saya tulis di sini aja ya.  Semoga bisa jadi gambaran buat teman-teman untuk mempersiapkan budget liburan keluarga ke resort di Maldives. Silakan dishare ke pasangan buat kode-kode, ehehehe.  Tahun ini bukan pertama kalinya saya ke Maldives. Sebab dua tahun lalu saya dan suami sudah pernah liburan ke Maldives berdua saja untuk ritual hornymoon di ulang tahun pernikahan kami. Oleh-oleh dalam bentuk tulisan saya untuk LiveOlive bisa dikonsumsi gratis di sini:  Tips Libura...