Skip to main content

Tokyo Disneyland - 10 Tips & Trick



1. Persiapan: pilih hari selain weekend dan hari libur itu udah paling bener. Buat prediksi rame atau nggaknya pengunjung, cek dulu deh Tokyo Disneyland Crowd Calendar ini: http://tdrnavi.jp/forecast/disneyland?lang=en . Saya pilih tanggal 5-6 Juli 2016 karena paling sepi di antara tanggal liburan kami di Jepang dari 29 Juni sampai 12 Juli.



2. Pakaian: cek cuaca! Jangan sampai saltum jadi kepanasan atau kedinginan. Kayak saya, karena hari2 sebelumnya kepanasan di Osaka dan Kyoto (suhu 33-37 derajat!), begitu sampai Tokyo pas lagi sejuk2nya jadi kedinginan (suhu 22-27 derajat). Yg harus diingat juga adalah lokasi Tokyo Disney Resorts ini ada di dekat laut jadi anginnya lebih kencang.



3. Penginapan: kalau punya dana cukup ya paling asik nginep di hotel2 sekitar Disney sih. Enaknya kalo pulang nggak harus umpel2an naik kereta karena pasti penuh banget. Kami pilih nginep di Hotel Mystays Maihama yang berjarak sekitar 1km dan ada fasilitas shuttle busnya ke Disneyland. Review hotel nanti diposting terpisah aja ya.



4. Ticketing: konon bisa beli online dan ambil tiketnya di Sevel. Tapi karena nggak sempat, jadi kami beli langsung aja, nggak terlalu antri kok. Kami pilih 3-days passport yg bisa dipakai masuk 1 hari penuh di Disneyland, 1 hari di Disneysea, 1 hari lagi boleh bolak balik Disneyland atau Disneysea. Harganya ¥17,800/adult dan ¥11,500/child (1 yen sekitar 127 rupiah). Harga tiket paket lainnya silakan cek di sini ya: http://www.tokyodisneyresort.jp/en/index.html



5. Makanan & minuman: bebas bawa masuk dari luar loh! Ini surprising juga. Dufan aja nggak boleh kan kalo nggak salah. Kalo nggak mau repot ya makan di dalem juga banyak pilihannya. Cuma biasalah pasti standar harganya lebih mahal. Rata2 set meal di atas ¥1,000 dan cemilan paling murah popcorn ¥210. Kalo minum sih free flow gratis, ada tap water di mana2. Dingin pula kayak dari kulkas :))



6. Antrian permainan: begitu masuk pintu Disneyland, langsung melesat ke setiap mesin Fast Pass deh supaya nggak nyesel. Fast Pass ini semacam kartu antrian yang udah ada jamnya, jadi kita tinggal balik lagi sesuai jam yang udah ditentukan tanpa harus antri lama. Letaknya ada di dekat wahana2 favorit seperti Star Tours, Big Thunder, Splash Mountain, Monsters Inc, dll.



7. Pertunjukan: minta jadwalnya yang dalam bahasa inggris di area informasi ya. Yang harus diingat, orang Jepang terkenal rajin antri. Jadi 1 jam sebelum pertunjukan aja udah pada rapi antri. Sampe2 ada pengumuman tertulis: baru boleh gelar tiker buat antri maksimal sejam sebelum pertunjukan. Mungkin karena dulu udah pada gelar tiker antrian 3 jam sebelumnya kali ya :)) Tapi tenang, orang Jepang nggak hobi nyelak2 kayak orang2 negara tetangganya yang terkenal suka nyelak itu :p



8. Souvenir: pastinya mihil mihilll. Saya dan anak2 cuma beli raincoat mickey/minnie aja karena memang butuh pas gerimis dan kedinginan. Itu yang paling lumayan dan worth it deh, “cuma” ¥1,000 dan kepake banget. Btw itu yg ukuran anak2 ya, kalo ukuran S M L harganya ¥1,300. FYI, gantungan kunci atau magnet kulkas aja rata2 di atas ¥500.



9. Foto2: di Tokyo Disneyland ini dilarang pake tongsis bro & sis! Begitu ketauan pasti langsung disamperin dan ditawarin buat difotoin aja sama petugas yang tersebar di mana2. Kalo mau foto sendiri mending pake mini tripod aja terus pasang timer atau remote control buat fotonya, lebih bagus juga kan hasilnya :))



10. Bonus: di Tokyo Disneyland ini banyakkk banget yang pake yukata, baju khas tradisional Jepang itu. Cantik2 pula. Konon kalo pake baju itu, dapet diskon khusus buat masuk ke sini. Jadi kepikiran, kenapa Dufan atau Jatim Park nggak bikin program yang sama ya buat mempromosikan dan melestarikan kebaya? :)



Ok that’s all, have fun in Tokyo Disneyland!



Tokyo, 6 July 2016
Nuniek Tirta - enjoying Disneyland

Comments

Popular posts from this blog

Meeting Myself

Today was one of those Saturdays that felt full in the best way. I joined the Alphasmart Training Session as a Player, hosted by BWI , from 9 AM to 2 PM. Ten trainers and coaches were specially invited as VIP participants, and lucky me, I was one of them.  Some of the participants were blogger friends I’ve known since the early days of blogging more than a decade ago, while others I met for the very first time. Every single one radiated positive vibes and genuinely good energy. The mission of the day was simple but huge: to meet the most important person in our lives: ourselves. Sounds a bit dramatic, right? But oh, it worked. For two and a half hours, we laughed, we cried, and sometimes we did both at the same time. My big “aha” moment came during my very first card draw: wisdom. At first, I was drawn to the picture of a library (because books, duh), but what I got was a conversation with myself about the meaning of wisdom itself. How reading other people’s thoughts in their book...

Saya Nuniek Tirta, bukan ((hanya)) seorang Istri Direktur

Catatan penting: untuk mencapai pemahaman penuh, mohon klik dan baca setiap tautan.  Awalnya adalah pertanyaan . Membuahkan suatu jawaban .  Diposting di akun pribadi, seperti yang biasa saya lakukan sejak hampir 15 tahun lalu , bahkan sebelum Mark Zuckerberg membuat Facebook.  Jawaban yang juga autopost ke facebook itu menjadi viral, ketika direshare oleh lebih dari 20ribu orang, dengan emoticon lebih dari 38ribu, dan mengundang 700++ komentar. Kemudian menjalar liar, ketika portal-portal media online mengcopas ditambah clickbaits.  Tidak ada media yang mewawancara saya terlebih dahulu ke saya kecuali satu media yang menghasilkan tulisan berkelas dengan data komprehensif ini .   Well, ada juga yang sempat email ke saya untuk meminta wawancara, tapi belum sempat saya jawab, sudah menurunkan berita duluan selang sejam setelah saya posting foto di bustrans Jakarta .  Selebihnya... Tidak ada yang konfirmasi terlebih d...

Industri Fashion dan Harga Jujur

Saat tulisan viral “Istri Direktur” sedang hangat2nya, di antara ratusan pesan yang masuk, saya menerima sebuah pesan pribadi dari follower Instagram . Tulisan panjang dalam Bahasa Inggris itu intinya mengatakan, bahwa dia juga seorang yang hemat namun tidak akan mau beli baju seharga 50ribu karena itu berarti tidak menghargai pekerja garmen lokal. Dia menyarankan saya meluangkan waktu untuk survey berapa upah para pekerja konveksi rumahan. Industri Fashion Kira2 begini deh ekspresi saya saat membaca pesan dan sarannya. Poker face. Ehehehe. Saya katakan terima kasih atas concernnya. Tapi tidak perlu mengajari saya berapa upah pekerja garmen lokal, sebab mama saya pernah menjadi bagian dari mereka. Ya, waktu saya kecil, mama saya adalah penjahit konveksi rumahan, sampai sakit maag karena lupa makan demi mengejar target borongan. Upahnya memang kecil, tapi cukuplah untuk membantu perekonomian keluarga. Tahun 2008 hingga 2010 saya juga sempat terjun ke industri fas...

Tekad Hidup Lebih Sehat

Sabtu 6 Juli lalu, kami sekeluarga sedang terjebak kemacetan di tol menuju Bandung, ketika tiba-tiba papa mertua menelpon: mama mertua terkena serangan jantung, dan sempat hilang nafas sampai harus dipompa jantungnya! Langsung kami cari jalan keluar tol, putar balik menuju Jakarta. Ketika tiba di rumah sakit, beliau masih diisolasi di ruang ICCU dan belum boleh dijenguk. Kami baru bisa menjenguk beberapa jam kemudian, itupun hanya keluarga inti yang boleh masuk. Di ruang ICCU yang dingin itu, beliau tidak diperbolehkan bicara terlalu banyak, supaya jantungnya tidak bekerja terlalu keras. Tangan kanannya menggenggam tangan suamiku, tangan kirinya menggenggam tanganku, lalu berkata… “Ampuni mama ya, Mas…” “Ampuni mama ya, Mbak…” “Jaga pernikahan, yang rukun...” Beliau menangis, suamiku menangis, aku menahan tangis… sambil mengusap kening beliau dan bilang, “Mama pasti sembuh.. banyak sekali yang mendoakan mama.. yang penting mama semangat ya”. ...

Perawatan wajah dan cerita masa muda

Andaikata blog dan social media saya punya semacam FAQ (Frequently Asked Question, alias pertanyaan yang paling sering ditanyakan), sudah pasti di urutan pertama akan bertengger pertanyaan: "Pakai produk perawatan wajah apa?"  Banyaaaakkk banget follower instagram / facebook / twitter saya yang nanya gitu, dan minta saya mengulasnya. Saya bilang sabar, tunggu tanggal mainnya. Tapi sebelum saya jawab pertanyaan itu, saya mau mengenang masa muda dulu ah..  Jadi begini cucuku... Waktu pertama kali ngeblog 15 tahun lalu , usia saya masih 21 (yak silakan dihitung usia saya sekarang berapa, pinterrrr). Jadi jangan heran kalo gaya bahasanya masih 4I_aY 4b3zzz.. (eh ga separah itu juga sih, hehe). Tapi ekspresi nulisku di masa-masa itu masih pure banget, nyaris tanpa filter. Jadi kalo dibaca lagi sampai sekarang pun masih berasa seru sendiri. Kayak lagi nonton film dokumenter pribadi. Kadang bikin ketawa ketiwi sendiri, kadang bikin mikir, kadang bi...

Family Holiday at Club Med Bintan - Premium All Inclusive Resort

I just had family holiday at Club Med Bintan, on 14-17 December 2017. To be frankly honest, it was way more fun than I expected as a short weekday getaway. Definitely one of the best vacation that we ever had! Photo of us in Club Med Bintan by Sweet Escape Transportation from Jakarta to Bintan Island We flew on Thursday morning, 14 December by Garuda Indonesia from Terminal 3 Soekarno-Hatta International Airport to Tanjung Pinang Raja Haji Fisabillah International Airport. It was scheduled to be boarding at 10:30 but unfortunately got delayed for about an hour, so we arrived at around 1pm.  Transportation from Bintan airport to Bintan resort  At Bintan airport, a driver was already waiting with a sign board "Club Med". We then continued the journey by car, an hour long road without traffic jam at all. Not much to see along the way, most of it was some kind of deserted areas. But when we entered Lagoi area, it is green everywhere I see.  Arrival at ...

Jangan Lupa Jadi Istri

Saat berada di Malang untuk mengunjungi salah satu perusahaan yang kami invest beberapa waktu lalu, secara spontan saya dan suami diminta untuk sharing tentang #CoupleGoals : An Inspiring Story from Dreamable Couple. Without preparing anything, it turned out to be an intimate sharing sessions that we enjoyed much.  Pada sesi yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam itu, kami bercerita banyak soal perjalanan kami berdua sebagai pasangan, mulai dari nol hingga sekarang, jatuh bangunnya, tips dan saran, dan menjawab pertanyaan dari para peserta.  Jawaban dari beberapa pertanyaan  sudah pernah saya tulis di blog ini, seperti:  Marriage Tips Finding The Right One Women are like cars? 8 Tips Untuk Istri Agar Suami Tenang Bekerja Jaga kesehatan pernikahan seperti menjaga kesehatan badan Senang bisa sharing di Malang bareng @nataliardianto tentang random things, mulai dari history, love story, relationship, marriage, struggles, financia...

#NutsTips Series: Tips praktis fashion dan style

Kalau kamu mengikuti social media saya terutama instagram di  @nuniektirta , pasti sudah familiar dengan hashtag #superaffordablestyle yang menampilkan detail pakaian yang saya kenakan pada hari itu, lengkap dengan tempat beli dan harganya.  #superaffordablestyle #ootd 08 Nov 2017 for President @jokowi mantu aka @ayanggkahiyang n @bobbynst wedding ceremony 👰🏻 Baru terima undangan seminggu sebelum acara, baru sempat beli kebayanya H-2 😅 Kebaya payet 325k Kain ungu 100k Keduanya beli di toko kebaya persis di depan Transmart Pasar Pondok Gede 👌🏼 Kunci kebaya paripurna terletak di long torsonya, beli di toko kecil di @plaza_festival 115k 👌🏼 Clutch batik 35k aja beli di pasar tradisional waktu jalan2 ke Klaten 👌🏼 White studds shoes sale @metrodept @pondokindahmall.pim 350k for 3 pairs 👌🏼 So, siapa bilang kondangan anak Presiden ngga bisa pakai baju #affordable tanpa terlihat murahan? 😎 #nutstyle #nutstory #nutslyfe #nuniektirta #kebaya #kondangan #wedding #...

Bagaimana Cara Membagi Waktu?

Minggu lalu saya diwawancara untuk sebuah artikel berjudul Nuniek Tirta: angel investor, founder of Startuplokal, mother, and wife  yang diterbitkan oleh ANGIN (Angel Investment Network Indonesia). Kebetulan saya baru saja bergabung menjadi angel investor ke-60 sekaligus investor wanita ke-30.  Pertanyaan pertama, saya diminta untuk bercerita tentang siapa saya. Pertanyaan kedua, dan ini adalah salah satu pertanyaan yang paling sering saya terima: bagaimana cara saya membagi waktu sebagai seorang entrepreneur, angel investor, ibu dan istri.  Photo by Sweet Escape Jawaban singkatnya dapat dibaca pada artikel tersebut. Namun pada blog ini, saya ingin menguraikan jawaban yang lebih komprehensif. Jadi nanti kalau ada yang menanyakan pertanyaan sama lagi, saya bisa tinggal kasih url postingan ini saja, hehehe.  Ini adalah prinsip saya dalam membagi waktu, berikut contoh konkritnya:  Know your priority Ini adalah prinsip utama dalam membagi wa...

Gathering Perdana Indonesia Lifestyle Digital Influencers

Apa sih influencers itu?  Influencers adalah, menurut Thesaurus, orang-orang yang memiliki kemampuan mempengaruhi banyak orang, baik melalui media sosial maupun tradisional media. Dari sisi bisnis, seseorang dapat disebut influencer jika ia memiliki kemampuan untuk mempengaruhi keputusan seseorang dalam membeli sesuatu. Biasanya, influencer sering dimintai pendapat, arahan, ilmu, atau opini tentang suatu bidang. "True influence drives action, not just awareness". ~ Jay Baer ~ Tiga hari lalu, tulisan saya di  Facebook pribadi  menjadi viral dan dishare oleh lebih dari 18ribu orang, dengan lebih dari 33ribu emoticons. Tulisan itu lahir dari rasa tanggungjawab pribadi saya sebagai seorang lifestyle influencer (yang memang sering dibayar hanya untuk pamer), untuk mengedukasi para follower saya supaya tidak bergayahidup melampaui kemampuan (finansial) mereka, seperti yang telah  saya tulis sebelumnya di sini . Beberapa portal mengcopy paste tulisan itu dan diber...