Skip to main content

Metamorfosa Nuniek Tirta



Kapan itu aku posting foto2 jadulku dan suami 15 tahun lalu. Alhasil banyak banget yang komen aku kok bisa beda banget yang sekarang dengan yang dulu. Padahal awalnya fokusnya buat suami, eh malah pada salfok ke aku, hahaha.



Trus jadi pada minta aku posting proses transformasi metamorfosaku kan. Kalau dapat minimal 200 likes dan 100 YES baru aku posting. Eh kejadian, lol. Demi memenuhi janji dan memuaskan rasa penasaran pemirsa, maka aku publishlah foto2 transformasi seorang Nuniek Tirta =)))


Biar gampang, aku bagi menjadi 3 fase: masa kecil, masa muda, masa dewasa.

Masa Kecil

Metamorfosa Nuniek Tirta: Childhood phase memory. 👧🏻 Keterangan foto: 1. Bayi, 1980. 2. Batita, circa 1982. 3. Balita, circa 1984. 4. TK, circa 1985. 5-8. SD, circa 1986-1991. 9. SMP, circa 1994. 10. SMK, circa 1996. 👧🏻 As you can see from those pics, I was not born with the silver spoon. Aku lahir dari keluarga sederhana. Sejak lahir sampai usiaku 6 tahun, keluargaku tinggal di rumah kontrakan yg bahkan nggak ada WCnya. Jadi kalau mau buang air besar harus ke jamban umum di pinggir kali yang sekarang jadi parkiran Menara Mulia 😁 Kebayang kan kalo pas tengah malem tiba2 mules sakit perut? 😅 👧🏻 PS: aku anak kedua dari tiga bersaudara, dengan kakak yang 2 tahun lebih tua dan adik 8 tahun lebih muda. So silakan tebak sendiri aku yg mana aja di foto2 itu ya 😊 👧🏻 Next: youth phase memory. 👧🏻 #nutstory #nutsays #nutspic #nutslyfe #nutschildhood #metamorphosis #nutstransformationstory
Sebuah kiriman dibagikan oleh Nuniek Tirta (@nuniektirta) pada



Masa Muda

Metamorfosa Nuniek Tirta: Youth phase memory. 👱🏼‍♀️ Nah yg ini aku nggak ingat detail tahun2nya, yang jelas ini masa2 aku kuliah dan firstjobber antara 18-23 tahun, belum bisa dandan 😜 👱🏼‍♀️ Badanku waktu itu kecil banget. Tinggi 153cm. Beratnya pernah cuma 37kg karena ngga makan seminggu abis berantem sama mantan (nope, bukan suami 🤣). 👱🏼‍♀️ Segendut2nya paling mentok di 42kg 😜 Padahal normalnya kalo makan banyak banget 😁 Setiap pagi & malam juga selalu minum susu kalsium dibikinin mama 😅 👱🏼‍♀️ PS: Foto pertama dan kedua itu yang motretin teman lamaku @dammersaragih sore2 di Senayan, setelah paginya foto bareng @nataliardianto di car free day Sudirman yg masih sepi banget (see previous posts) 👱🏼‍♀️ #nutstory #nutsays #nutspic #nutslyfe #nutschildhood #metamorphosis #nutstransformationstory
Sebuah kiriman dibagikan oleh Nuniek Tirta (@nuniektirta) pada



Masa Dewasa


Metamorfosa Nuniek Tirta: Motherhood phase memory. 🤰 Ini faseku menjadi ibu muda sejak usia 26. Sayang nggak nemu foto2 waktu hamilnya, memang jarang difoto juga. 🤰 Periode hamil sampai punya 2 balita ini bisa dibilang aku lagi butek2nya banget deh dalam hal penampilan. 🤰 Gimana nggak, waktu hamil berat badan meroket dari 42 ke 66kg 😅 Anak udah lahir, dari naik 24 cuma turun 5kg 🤪 🤰 Ada pula masanya ngurus 2 batita tanpa baby sitter atau pembantu rumah tangga 💪🏽 Boro2 sempet dandan deh. 🤰 Bisa dibilang aku baru mulai memperbaiki penampilan & merawat diri lagi sejak usia 30, anak2 udah preschool. 🤰 Apa saja yang aku lakukan sampai bisa bertransformasi dan bermetamorfosa? Hmm tunggu jawabannya di blog! 🤰 PS: Bayi di foto pertama itu adalah anak sulung kami yg tahun ini masuk SMP 😅 🤰 #nutstory #nutsays #nutspic #nutslyfe #nutschildhood #metamorphosis #nutstransformationstory
Sebuah kiriman dibagikan oleh Nuniek Tirta (@nuniektirta) pada



Proses Transformasi

Sekarang pertanyaannya pasti sama semua: jadi aku ngapain aja sampe bisa keliatan beda?
Oplas wajah? Klinik kecantikan? Perawatan dokter?
Hahahah sabar buibuuu, aku jawab satu persatu yaa.

Ini hal-hal yang aku lakukan, yang nomor 2 memberi pengaruh paling besar!


  • 1.     Belajar Make Up (Usia 30)
Aku dulu nggak bisa dan nggak hobi dandan. Waktu kuliah di Aksek Tarakanita pernah sih dapet pelajaran make up. Tapi karena nggak pernah dipraktekin ya lupa. Sampe kerja kantoran pun paling banter pake bedak bayi dan lipgloss. Kalo lagi ada acara bolehlah tambahin mascara.
Asli dulu tuh aku berpuas diri banget ngerasa cukup cantiklah ngapain lagi dandan udah (pede abis sumpah). Apalagi masa-masa urus 2 batita tanpa bantuan pengasuh dan asisten rumah tangga, halah boro2 makeup. Sempet mandi aja udah syukur alhamdulillah, hahahah. *tutup muka*
Sampailah masa di mana aku terkondisikan keluar dari zona nyaman. Ceritanya sudah pernah aku tulis 8 tahun lalu di sini: Wanita dan Social Media. Mulailah aku memperbaiki dan menjaga penampilan. Dimulai dengan nonton tutorial make up di youtube, googling websites, sampai nemu dan ikut kursus privat make up, di sini: Make Up Lesson, Quality Time, It Can Be Fun.
Make up yang baik bukan berfungsi sebagai topeng, tapi untuk menonjolkan keindahan wajah. Aku nggak suka make up terlalu berat. Bahkan percaya atau nggak, baru setahun terakhir ini aja aku punya meja rias di rumah. Maklum, seringnya dandan di jalan alias di dalam mobil, hehehe.


  • 2.     Pasang Kawat Gigi (Usia 31)
Dulu gigiku berantakan sebelah. Jadi kalo difoto cuma bagus dari sisi kiri aja. Trus lama-lama kok gingsulnya makin keluar ya. Setelah mikir2 7 tahun, akhirnya memberanikan diri juga pasang kawat gigi di Audy Dental Kemang. Waktu itu biayanya murah, cuma 4 juta rupiah. Beli vouchernya di OgahRugi.com. Mulai pasang September 2011, selesainya 2014.
Hasilnya? Sangat memuaskan. Setelah gigi rapi itu bener-bener mengubah penampilan. Senyum jadi bagus, mau dari sisi mana aja juga hayo. Pipi jadi lebih tirus, karena kan giginya berkurang 4 biji. Batang hidung juga jadi kelihatan lebih tinggi sedikit karena efek pipi tirus dan gigi mundur itu =)
Dulu waktu masih pacaran, suami juga sudah pasang kawat gigi dan aku melihat sendiri perubahan wajahnya. Dari cupu gigi gingsul agak maju, habis lepas kawat gigi tingkat kegantengan naik drastis. Malah temen2 kantor barunya manggil dia Delon, pemenang Indonesian Idol yang waktu itu lagi tenar2nya, hehehe.
Bonus pasang kawat gigi: berat badan turun! Pernah di 46 kilo padahal sebelumnya 50an. Ya gimana, kan selama ada kawat gigi itu makan nggak nyaman. Apalagi pas baru dipasang dan tiap habis kontrol mingguan. Beuh… berasa banget tiap abis ditarik kan. But all the pain is paid off everytime I see myself smile in front of the mirror. I fall in love with myself even more =)


  • 3.     Lasik Mata (Usia 33)
Gigi udah dirapihin, sekarang mata. Dari jaman sekolah itu mata aku memang udah minus dan silinder. Makin lama makin nambah kan, apalagi sehari-hari di depan komputer.
Awalnya aku pake contact lens. Eh dimarahin dong sama cici optik langganan gara2 mataku merah sampe berurat gitu tiap pake lens. Dia sampe bilang gak mau jual contact lens ke aku lagi karena takut kenapa2.
Ya udah aku pakai kacamata deh. Repotnya, aku pelupa berat level kacamata bisa ketinggalan di kulkas oemji. Dan karena aku hobi snorkeling, gemes banget tiap nyelem pemandangan burem karena silinder. Bikin kacamata khusus mahal banget.
Dulu aku pernah ikut seminar AyahBunda soal lasik. Denger penjelasan dokternya soal kecanggihan alat lasik langsung tertarik. Apalagi pengerjaannya super akurat dan hanya hitungan detik. Duh, makin tergelitik.
Mikir2lah aku selama 4 tahun sambil nabung biaya lasik. Bandingin sana sini mulai dari alat, metode, sampe fasilitas rumah sakit atau klinik. Ikutin seminarnya lagi dan lagi dan lagi sampai 3 kali biar yakin nggak salah pilih. Mata gitu lho!
Akhirnya di bulan Januari 2013, aku mantap ambil tindakan lasik di Klinik Mata Nusantara yang Kebon Jeruk. Waktu itu biayanya 25juta all in, termasuk konsultasi berkala dan vitamin setelah tindakan. Pernah aku tulis singkat di sini: Best Decisions.
Aku datang ditemani suami jam 8 pagi, langsung periksa ini itu sampai jam 12 siang. Prosesnya runut, semua serba dijelasin. Nggak nunggu lama di sela2 pemeriksaan, dan ada snacks & drinks unlimited.  #penting
Setelah pemeriksaan 3-4 jam, baru deh tindakan. Proses lasiknya sendiri itu tau nggak berapa lama? Cuma 15 detik! Asli cepet banget, dan nggak sakit sama sekali. SAMA SEKALI. Dan aku merasa bodoh kenapa mikirnya sampai 4 tahun. LOL.
Sampai sekarang udah 5 tahun lebih pasca lasik, mataku baik-baik saja tidak ada keluhan. Paling kalau sesekali kering ya tetesin air mata buatan aja, itu normal. Yang jelas, aku bisa melihat jelas dan bebas dari contact lens atau kacamata minus.


  • 4.     Eyelash Extension
Setelah bebas dari kacamata, aku jadi bebas explore make up buat menonjolkan keindahan mataku. Salah satunya dengan cara eyelash extension. Ini andalan banget buat aku yang sering traveling. Bener-bener ngebantu hemat waktu saat dandan.
Banyak banget yang nanyain aku biasanya eyelash extension di mana. Udah sering aku jawab juga sih. Tapi gpp aku jawab lagi di sini deh. Langganan aku buat eyelash extension setahun belakangan ini di sini: Maxi Salon di Ambassade Residence. Detailnya di bawah ini yaaa.

Wuih! Ternyata yg jawab mau ada 50 orang lebih 🤣 Berarti banyak juga ya yang mau tau saya treatment di mana dan berapa biayanya 😅 Baiklahhh, ini jawabannya yaaa 😉 Ada beberapa salon langganan saya, semuanya affordable 👌🏼 Salah satunya adalah salon yang mau saya bahas ini 😊 Sebenernya udah lama mau kasih tau ke followers, tapi... 🤔 Takut salonnya jadi rame dan saya jadi susah kalo mau treatment mendadak! Hahaha... *egois* 😈 Trus males juga kalo ntar jadi sering ditanyain ini itu soal salon ini, padahal ini testi gratisan 😂 Well anyway... Jadi kemarin2 saya cuma bocorin soal salon ini ke teman2 baik dan para peserta #nutsmeetup aja 😁 Maklum, ini salon kecil. Lokasinya pun nyempil. Luasnya seupil. *upilnya siapaaaa??? 🤣 Tapi strategis banget buat saya yang seringnya wara wiri di area Kuningan dan sekitarnya. Namanya Maxi Salon & Hair Beauty, alamatnya di basement Ambassade Residence, Jl. Denpasar Raya Kav 5-7 Jakarta Selatan. Tinggal jalan kaki dari / ke Mall Kuningan City. Saya nemunya baru awal tahun ini, itupun nggak sengaja... gara2 promo 😁 Saya biasanya ke sana untuk: Gunting rambut, blow dan eyelash extension dengan Mbak Endang, suka hasilnya natural banget 👍🏼 Hair spa, manicure, pedicure, nail polish OPI or gel 💅🏼 Kalau untuk cat rambut beda lagi salonnya 👩🏻 PASTI MAHAL? Tergantung, pembandingnya apa dulu. Kalo dibandingin salon kampung langganan saya yang lain ya lebih mahal. Kalo dibandingin salon di mall langganan saya yang lain lagi ya lebih murah. Yang jelas hasilnya memuaskan dan saya senang saat bayar 😁 JADI BERAPA HARGANYA??? Paket gunting rambut + creambath + blow tarik = 90ribu 💇🏻 Paket eyelash extension + rapihin alis = 125ribu 👁 Paket hair spa + manicure pedicure + nail polish OPI + blow tarik = 138 ribu 💅🏼 Silakan geser foto di atas untuk lihat paket2 promo mereka yang masih ada di aplikasi diskonan (google it!) 😁 Kalo ke sana salam dari Natali ya (mereka nggak kenal Nuniek 🤣) Tanyain diskon 20% dari harga normalnya masih berlaku nggak. Ada treatment gratis juga kalau sudah mencapai nominal tertentu (akumulatif). AYOO, PADA BILANG APA?? Yes, you're welcome! #nutstips #nutsbeauty #nutsplace #nuniektirta #nutstyle #nutslyfe
Sebuah kiriman dibagikan oleh Nuniek Tirta (@nuniektirta) pada



  • 5.     Find my peace of mind. (Usia 34)
Beauty comes from within. Sounds classic! I know, right? Tapi bener. I feel and look much prettier when I’m happy and content with my life. And happiness is overrated for those who are still striving for peace of mind. Read my stories about it here: Journey to the Peace of MindHome Sweet Home2013 Experience & Lessons Learned -  2014: Review.

Udah itu aja? Iya. Maafkan jikalau kejujuranku mengecewakan pemirsa. Hahahaha.

Ah masa sih?
Nggak pernah oplas wajah?
Nggak pernah sama sekali. Nggak berani. #anaknyacemen

Klinik kecantikan?

  • ·      Baru nyoba tahun lalu ambil paket Vanquish, Exilis, dan X-Wave barengan with my besties, buat toning body. Etapi habis itu aku ultah dan makan-makan terus tiap minggu, jadi ya percuma sajalah, hahaha.
  • ·      Bulan lalu diundang La Lumiere nyobain Exilis Ultra untuk area paha, hasilnya lumayan berasa.
  • ·      Minggu lalu baru nyoba Venus Legacy Full Face buat mengencangkan wajah, di La Lumiere juga.
  • ·      Treatment2 selain itu kayak filler, botox, threadlift, belum pernah aku coba sama sekali. Belum punya nyali kalo hasilnya gagal, hahahah. Belum diizinin suami juga.


Perawatan dokter?
Karena kulit wajahku tergolong bandel alias jarang bermasalah mau dipakein produk apa juga, jadi nggak merasa butuh ke dokter kulit. Pernah sekali nyoba ke dokter kecantikan wajah terkenal 6 tahun lalu biar lebih kinclong. Belum kelihatan hasilnya udah nyerah duluan. Ribet dan mihil cyn. LOL. 

Kalo program pelangsingan?
Oh ini pernah, ikut program pelangsingan badan dan berhasil turun 6 kilo dalam 3 bulan. Barengan sama suami, doi malah turun 12 kilo dalam 3 bulan. Diet ketat, suntik, minum pil. Tapi karena nggak jaga pola makan jadi naik lagi deh sampai impas setahun kemudian, lol. Selanjutnya aku jaga dengan #GMDiet aja. Silakan googling apa itu GM Diet ya. Nextnya mau coba diet keto nih, doakan ya :D 

Kalo nyalon sering dong?
Iya lumayan sering, setiap bulan pasti ada. Tapi nggak aku masukin ke daftar di atas karena sudah sering kulakukan sebelum bertransformasi. Treatmentnya pun standar aja: antara creambath, hairspa, cuci blow, lulur, massage, manicure pedicure, cat dan gunting rambut. Salonnya juga ganti-ganti disesuaikan dengan tempat dan waktu sesempatnya.
Soal harga dan tempat nggak masalah buatku, fleksibel aja. Aku bisa aja hari ini nyalon di pasar tradisional, besoknya di mall mewah terkenal. Salon langgananku ada yang harga paket massage-lulur-steam-facial-creambath-blow cuma 100ribu, ada juga yang gunting doang 700ribu. Soal salon2 langganan nanti ditulis terpisah aja deh yaaa.

Oke, jadi kepanjangan banget kan ini tulisan, hahaha… Kalo masih ada pertanyaan, silakan lempar di komen atau DM yaaa. Share juga dong pengalamanmu!

Cheers,
Nuniek Tirta

Comments

Unknown said…
Makasih banyak insightnya mbak Nuniek😘😘 ai lop yu pul deh
Mbaaa, aku jd pgn cobain lasik hihihihi. Mataku udh parah juga nih. Pake kacamata males, akibatnya blur lah. Makanya kalo jln hrs ama temen ato suami :p.
Beneran ga sakit yaaa lasik itu. Duuh selama ini takuuut hahahah.

Ama eyelash ext, pengen jugaa. Okelaaah, coba aku datangin tempat langgananmu itu. Suka deh liat hasilnya yg di foto :)
Unknown said…
Cek Chanel nya yulia baltschun, bikin program diet sendiri. Tapi perbaiki pola berpikir dulu, diet supaya sehat, tubuh langsing itu bonus. Saya turun 2 kilo padahal setahun. Tapi ga pantang menyerah. Tambahkan olah raga favorit, supaya lebih cepat burn fat. Salut dg mbak Nuniek, moga bisa ketemu.

Popular posts from this blog

Exclusive Blogger Dinner with Bio Oil

Tau nggak aktivitas paling ngangenin dari suami hampir tiap malam? Selain diusap2 kepala kalau mau tidur, juga... diolesin bedak pengurang gatal di sekujur punggung, hehehe. Udah sekitar 2 tahun terakhir ini kalau malam punggung aku tuh sering gatelll banget sampai kayak panas gitu dan datangnya tiba-tiba aja. Padahal dulu nggak pernah gitu lho.  Awalnya setelah googling, aku pikir penyebabnya tungau, binatang super kecil yang suka ada di tempat tidur. Tapi aku udah usaha bersihin semua kasur pakai jasa profesional buat bersihin tungau, nggak ngaruh juga. Lagipula kalau aku tidur di tempat lain pun (baca: hotel / apartemen) gatalnya juga masih sering datang. Jadi bukan karena tempatnya deh.  Niatnya sih mau konsultasi ke dokter, apalah daya nggak sempat melulu  (ahlesan) . Eh ndilalah hari Kamis kemarin diundang sama Blogger Perempuan Network ke acara Exclusive Blogger Dinner with Bio Oil di Tanamera Cuisine, yang dipandu oleh MC kondang, temanku Uchita Po...

Prinsip 3 Topi dalam Parenting

Semalam, putri pertama kami (9,5 tahun) melakukan ritual bersih-bersih sebelum tidur: mencuci muka dengan sabun pembersih wajah, sikat gigi dan mengoleskan body lotion, etc. Melihatnya, suami berkomentar: “Kok sekarang ritualnya banyak amat sih?” Putri pertama kami spontan menjawab: “Ya namanya juga mau remaja” Sontak suami dengan lebaynya merespon, “Huaaaaaaaa! Tidaaaaakkk!” Dan kemudian dilanjutkan dengan, “Pantesan sekarang sudah nggak mau pegangan tangan sama daddy lagi. Maunya cuma pegang bahu. Sudah nggak mau dicium-cium lagi. Huaaaaaaa!” Saya tertawa melihat suami yang kelabakan anaknya sudah mau remaja dan tingginya sedikiiiitt lagi sudah sama dengan mommynya. Change along your kids changes Ya, kita sebagai orangtua harus berubah seiring dengan perubahan anak-anak kita. Ketika anak beranjak remaja, ia sudah tidak bisa lagi diperlakukan seperti balita, misalnya. Menurut Arun Gogna dalam bukunya Lasting Gifts You Can Give Your Children , sebagai orangtua ki...

Pacaran Minggu Ini

Photo by @nisadianty Kalau kamu sering mengikuti postinganku di media sosial, pasti sudah lumayan familiar dengan hashtag #PacaranMingguIni ya. Sebuah hashtag yang disematkan untuk menandai ketika aku pacaran sama suami. Kenapa pacaran? Karena ya memang harus berduaan. Nggak boleh diganggu sama anak, ortu, mertua, sodara, teman, tetangga. Apalagi sama anaknya ortu mertua dari sodaranya teman tetangga. #halah #ribet Kenapa minggu ini? Karena dijadwalin rutin  setiap minggu  alias  seminggusekali . Dulu waktu suami masih ngantor, jadwalnya tiap Jumat malam, supaya Sabtu-Minggu full buat anak. Sekarang karena mostly Senin-Jumat kami sudah bareng anak2 terus, jadi dijadwalinnya Sabtu siang/sore. Nggak bosen, gitu? Yaampun sis, kalo pacaran yang menyenangkan aja bosen, gimana ngelakuin hal-hal lain yang nggak menyenangkan? Pacaran itu kan reward, hadiah setelah melakukan kewajiban-kewajiban kita sebagai orangtua dan suami/istri. Trus kalo pa...

Saya Nuniek Tirta, bukan ((hanya)) seorang Istri Direktur

Catatan penting: untuk mencapai pemahaman penuh, mohon klik dan baca setiap tautan.  Awalnya adalah pertanyaan . Membuahkan suatu jawaban .  Diposting di akun pribadi, seperti yang biasa saya lakukan sejak hampir 15 tahun lalu , bahkan sebelum Mark Zuckerberg membuat Facebook.  Jawaban yang juga autopost ke facebook itu menjadi viral, ketika direshare oleh lebih dari 20ribu orang, dengan emoticon lebih dari 38ribu, dan mengundang 700++ komentar. Kemudian menjalar liar, ketika portal-portal media online mengcopas ditambah clickbaits.  Tidak ada media yang mewawancara saya terlebih dahulu ke saya kecuali satu media yang menghasilkan tulisan berkelas dengan data komprehensif ini .   Well, ada juga yang sempat email ke saya untuk meminta wawancara, tapi belum sempat saya jawab, sudah menurunkan berita duluan selang sejam setelah saya posting foto di bustrans Jakarta .  Selebihnya... Tidak ada yang konfirmasi terlebih d...

Family Holiday at Club Med Bintan - Premium All Inclusive Resort

I just had family holiday at Club Med Bintan, on 14-17 December 2017. To be frankly honest, it was way more fun than I expected as a short weekday getaway. Definitely one of the best vacation that we ever had! Photo of us in Club Med Bintan by Sweet Escape Transportation from Jakarta to Bintan Island We flew on Thursday morning, 14 December by Garuda Indonesia from Terminal 3 Soekarno-Hatta International Airport to Tanjung Pinang Raja Haji Fisabillah International Airport. It was scheduled to be boarding at 10:30 but unfortunately got delayed for about an hour, so we arrived at around 1pm.  Transportation from Bintan airport to Bintan resort  At Bintan airport, a driver was already waiting with a sign board "Club Med". We then continued the journey by car, an hour long road without traffic jam at all. Not much to see along the way, most of it was some kind of deserted areas. But when we entered Lagoi area, it is green everywhere I see.  Arrival at ...

Gathering Perdana Indonesia Lifestyle Digital Influencers

Apa sih influencers itu?  Influencers adalah, menurut Thesaurus, orang-orang yang memiliki kemampuan mempengaruhi banyak orang, baik melalui media sosial maupun tradisional media. Dari sisi bisnis, seseorang dapat disebut influencer jika ia memiliki kemampuan untuk mempengaruhi keputusan seseorang dalam membeli sesuatu. Biasanya, influencer sering dimintai pendapat, arahan, ilmu, atau opini tentang suatu bidang. "True influence drives action, not just awareness". ~ Jay Baer ~ Tiga hari lalu, tulisan saya di  Facebook pribadi  menjadi viral dan dishare oleh lebih dari 18ribu orang, dengan lebih dari 33ribu emoticons. Tulisan itu lahir dari rasa tanggungjawab pribadi saya sebagai seorang lifestyle influencer (yang memang sering dibayar hanya untuk pamer), untuk mengedukasi para follower saya supaya tidak bergayahidup melampaui kemampuan (finansial) mereka, seperti yang telah  saya tulis sebelumnya di sini . Beberapa portal mengcopy paste tulisan itu dan diber...

From Past to Peace

Letting go isn’t about forgetting; it’s about losing interest in what no longer matters, and finding peace in the quiet joy of the present moment.

Perawatan wajah dan cerita masa muda

Andaikata blog dan social media saya punya semacam FAQ (Frequently Asked Question, alias pertanyaan yang paling sering ditanyakan), sudah pasti di urutan pertama akan bertengger pertanyaan: "Pakai produk perawatan wajah apa?"  Banyaaaakkk banget follower instagram / facebook / twitter saya yang nanya gitu, dan minta saya mengulasnya. Saya bilang sabar, tunggu tanggal mainnya. Tapi sebelum saya jawab pertanyaan itu, saya mau mengenang masa muda dulu ah..  Jadi begini cucuku... Waktu pertama kali ngeblog 15 tahun lalu , usia saya masih 21 (yak silakan dihitung usia saya sekarang berapa, pinterrrr). Jadi jangan heran kalo gaya bahasanya masih 4I_aY 4b3zzz.. (eh ga separah itu juga sih, hehe). Tapi ekspresi nulisku di masa-masa itu masih pure banget, nyaris tanpa filter. Jadi kalo dibaca lagi sampai sekarang pun masih berasa seru sendiri. Kayak lagi nonton film dokumenter pribadi. Kadang bikin ketawa ketiwi sendiri, kadang bikin mikir, kadang bi...

Berapa Biaya Liburan ke Resort di Maldives Sekeluarga?

Disclaimer: Sebelum berprasangka, tulisan ini dipublish bukan untuk tujuan riya, melainkan untuk berbagi informasi buat yang membutuhkan saja. Paham yaaa. 👻👻 Sebuah kiriman dibagikan oleh Nuniek Tirta (@nuniektirta) pada Apr 21, 2017 pada 8:40 PDT Judul di atas adalah pertanyaan yang cukup sering saya dapatkan dari teman-teman sejak saya pulang dari liburan sekeluarga di Maldives minggu lalu. Kalo banyak yang nanyain berarti banyak yang pingin tau  informasinya,  jadi saya tulis di sini aja ya.  Semoga bisa jadi gambaran buat teman-teman untuk mempersiapkan budget liburan keluarga ke resort di Maldives. Silakan dishare ke pasangan buat kode-kode, ehehehe.  Tahun ini bukan pertama kalinya saya ke Maldives. Sebab dua tahun lalu saya dan suami sudah pernah liburan ke Maldives berdua saja untuk ritual hornymoon di ulang tahun pernikahan kami. Oleh-oleh dalam bentuk tulisan saya untuk LiveOlive bisa dikonsumsi gratis di sini:  Tips Libura...

MERDEKA? NOT YET!

To be completely honest, celebrating Independence Day this year felt like a total heartbreak. With a regime waving more red flags than a parade, most of us feel like raising a white flag and just giving up.  So why on earth did we spend 12 grueling hours out in the city?  My eldest daughter is moving to the UK next month for her studies, and she had one request on her pre-departure bucket list: an adventure around Jakarta relying entirely on public transport. So, despite the crowds, the heat, and the heavy political eye-rolls, we made it happen. And I'm glad we did!  Our entourage for the day consisted of 7 people: me, my husband, our two daughters, my mom-in-law, our former domestic helper who now works for my in-laws, and my eldest daughter’s best friend who had term break from his uni days in Japan.  To kick things off, my husband proudly presented us with an itinerary he generated using AI. It looked a little something like this: ITINERARY 17 AGUSTUS 2026 ?...