Metamorfosa Nuniek Tirta

by - Tuesday, May 29, 2018




Kapan itu aku posting foto2 jadulku dan suami 15 tahun lalu. Alhasil banyak banget yang komen aku kok bisa beda banget yang sekarang dengan yang dulu. Padahal awalnya fokusnya buat suami, eh malah pada salfok ke aku, hahaha.



Trus jadi pada minta aku posting proses transformasi metamorfosaku kan. Kalau dapat minimal 200 likes dan 100 YES baru aku posting. Eh kejadian, lol. Demi memenuhi janji dan memuaskan rasa penasaran pemirsa, maka aku publishlah foto2 transformasi seorang Nuniek Tirta =)))


Biar gampang, aku bagi menjadi 3 fase: masa kecil, masa muda, masa dewasa.

Masa Kecil

Metamorfosa Nuniek Tirta: Childhood phase memory. 👧ðŸŧ Keterangan foto: 1. Bayi, 1980. 2. Batita, circa 1982. 3. Balita, circa 1984. 4. TK, circa 1985. 5-8. SD, circa 1986-1991. 9. SMP, circa 1994. 10. SMK, circa 1996. 👧ðŸŧ As you can see from those pics, I was not born with the silver spoon. Aku lahir dari keluarga sederhana. Sejak lahir sampai usiaku 6 tahun, keluargaku tinggal di rumah kontrakan yg bahkan nggak ada WCnya. Jadi kalau mau buang air besar harus ke jamban umum di pinggir kali yang sekarang jadi parkiran Menara Mulia 😁 Kebayang kan kalo pas tengah malem tiba2 mules sakit perut? 😅 👧ðŸŧ PS: aku anak kedua dari tiga bersaudara, dengan kakak yang 2 tahun lebih tua dan adik 8 tahun lebih muda. So silakan tebak sendiri aku yg mana aja di foto2 itu ya 😊 👧ðŸŧ Next: youth phase memory. 👧ðŸŧ #nutstory #nutsays #nutspic #nutslyfe #nutschildhood #metamorphosis #nutstransformationstory
Sebuah kiriman dibagikan oleh Nuniek Tirta (@nuniektirta) pada



Masa Muda

Metamorfosa Nuniek Tirta: Youth phase memory. ðŸ‘ąðŸž‍♀️ Nah yg ini aku nggak ingat detail tahun2nya, yang jelas ini masa2 aku kuliah dan firstjobber antara 18-23 tahun, belum bisa dandan 😜 ðŸ‘ąðŸž‍♀️ Badanku waktu itu kecil banget. Tinggi 153cm. Beratnya pernah cuma 37kg karena ngga makan seminggu abis berantem sama mantan (nope, bukan suami ðŸĪĢ). ðŸ‘ąðŸž‍♀️ Segendut2nya paling mentok di 42kg 😜 Padahal normalnya kalo makan banyak banget 😁 Setiap pagi & malam juga selalu minum susu kalsium dibikinin mama 😅 ðŸ‘ąðŸž‍♀️ PS: Foto pertama dan kedua itu yang motretin teman lamaku @dammersaragih sore2 di Senayan, setelah paginya foto bareng @nataliardianto di car free day Sudirman yg masih sepi banget (see previous posts) ðŸ‘ąðŸž‍♀️ #nutstory #nutsays #nutspic #nutslyfe #nutschildhood #metamorphosis #nutstransformationstory
Sebuah kiriman dibagikan oleh Nuniek Tirta (@nuniektirta) pada



Masa Dewasa


Metamorfosa Nuniek Tirta: Motherhood phase memory. ðŸĪ° Ini faseku menjadi ibu muda sejak usia 26. Sayang nggak nemu foto2 waktu hamilnya, memang jarang difoto juga. ðŸĪ° Periode hamil sampai punya 2 balita ini bisa dibilang aku lagi butek2nya banget deh dalam hal penampilan. ðŸĪ° Gimana nggak, waktu hamil berat badan meroket dari 42 ke 66kg 😅 Anak udah lahir, dari naik 24 cuma turun 5kg ðŸĪŠ ðŸĪ° Ada pula masanya ngurus 2 batita tanpa baby sitter atau pembantu rumah tangga ðŸ’ŠðŸ― Boro2 sempet dandan deh. ðŸĪ° Bisa dibilang aku baru mulai memperbaiki penampilan & merawat diri lagi sejak usia 30, anak2 udah preschool. ðŸĪ° Apa saja yang aku lakukan sampai bisa bertransformasi dan bermetamorfosa? Hmm tunggu jawabannya di blog! ðŸĪ° PS: Bayi di foto pertama itu adalah anak sulung kami yg tahun ini masuk SMP 😅 ðŸĪ° #nutstory #nutsays #nutspic #nutslyfe #nutschildhood #metamorphosis #nutstransformationstory
Sebuah kiriman dibagikan oleh Nuniek Tirta (@nuniektirta) pada



Proses Transformasi

Sekarang pertanyaannya pasti sama semua: jadi aku ngapain aja sampe bisa keliatan beda?
Oplas wajah? Klinik kecantikan? Perawatan dokter?
Hahahah sabar buibuuu, aku jawab satu persatu yaa.

Ini hal-hal yang aku lakukan, yang nomor 2 memberi pengaruh paling besar!


  • 1.     Belajar Make Up (Usia 30)
Aku dulu nggak bisa dan nggak hobi dandan. Waktu kuliah di Aksek Tarakanita pernah sih dapet pelajaran make up. Tapi karena nggak pernah dipraktekin ya lupa. Sampe kerja kantoran pun paling banter pake bedak bayi dan lipgloss. Kalo lagi ada acara bolehlah tambahin mascara.
Asli dulu tuh aku berpuas diri banget ngerasa cukup cantiklah ngapain lagi dandan udah (pede abis sumpah). Apalagi masa-masa urus 2 batita tanpa bantuan pengasuh dan asisten rumah tangga, halah boro2 makeup. Sempet mandi aja udah syukur alhamdulillah, hahahah. *tutup muka*
Sampailah masa di mana aku terkondisikan keluar dari zona nyaman. Ceritanya sudah pernah aku tulis 8 tahun lalu di sini: Wanita dan Social Media. Mulailah aku memperbaiki dan menjaga penampilan. Dimulai dengan nonton tutorial make up di youtube, googling websites, sampai nemu dan ikut kursus privat make up, di sini: Make Up Lesson, Quality Time, It Can Be Fun.
Make up yang baik bukan berfungsi sebagai topeng, tapi untuk menonjolkan keindahan wajah. Aku nggak suka make up terlalu berat. Bahkan percaya atau nggak, baru setahun terakhir ini aja aku punya meja rias di rumah. Maklum, seringnya dandan di jalan alias di dalam mobil, hehehe.


  • 2.     Pasang Kawat Gigi (Usia 31)
Dulu gigiku berantakan sebelah. Jadi kalo difoto cuma bagus dari sisi kiri aja. Trus lama-lama kok gingsulnya makin keluar ya. Setelah mikir2 7 tahun, akhirnya memberanikan diri juga pasang kawat gigi di Audy Dental Kemang. Waktu itu biayanya murah, cuma 4 juta rupiah. Beli vouchernya di OgahRugi.com. Mulai pasang September 2011, selesainya 2014.
Hasilnya? Sangat memuaskan. Setelah gigi rapi itu bener-bener mengubah penampilan. Senyum jadi bagus, mau dari sisi mana aja juga hayo. Pipi jadi lebih tirus, karena kan giginya berkurang 4 biji. Batang hidung juga jadi kelihatan lebih tinggi sedikit karena efek pipi tirus dan gigi mundur itu =)
Dulu waktu masih pacaran, suami juga sudah pasang kawat gigi dan aku melihat sendiri perubahan wajahnya. Dari cupu gigi gingsul agak maju, habis lepas kawat gigi tingkat kegantengan naik drastis. Malah temen2 kantor barunya manggil dia Delon, pemenang Indonesian Idol yang waktu itu lagi tenar2nya, hehehe.
Bonus pasang kawat gigi: berat badan turun! Pernah di 46 kilo padahal sebelumnya 50an. Ya gimana, kan selama ada kawat gigi itu makan nggak nyaman. Apalagi pas baru dipasang dan tiap habis kontrol mingguan. Beuh… berasa banget tiap abis ditarik kan. But all the pain is paid off everytime I see myself smile in front of the mirror. I fall in love with myself even more =)


  • 3.     Lasik Mata (Usia 33)
Gigi udah dirapihin, sekarang mata. Dari jaman sekolah itu mata aku memang udah minus dan silinder. Makin lama makin nambah kan, apalagi sehari-hari di depan komputer.
Awalnya aku pake contact lens. Eh dimarahin dong sama cici optik langganan gara2 mataku merah sampe berurat gitu tiap pake lens. Dia sampe bilang gak mau jual contact lens ke aku lagi karena takut kenapa2.
Ya udah aku pakai kacamata deh. Repotnya, aku pelupa berat level kacamata bisa ketinggalan di kulkas oemji. Dan karena aku hobi snorkeling, gemes banget tiap nyelem pemandangan burem karena silinder. Bikin kacamata khusus mahal banget.
Dulu aku pernah ikut seminar AyahBunda soal lasik. Denger penjelasan dokternya soal kecanggihan alat lasik langsung tertarik. Apalagi pengerjaannya super akurat dan hanya hitungan detik. Duh, makin tergelitik.
Mikir2lah aku selama 4 tahun sambil nabung biaya lasik. Bandingin sana sini mulai dari alat, metode, sampe fasilitas rumah sakit atau klinik. Ikutin seminarnya lagi dan lagi dan lagi sampai 3 kali biar yakin nggak salah pilih. Mata gitu lho!
Akhirnya di bulan Januari 2013, aku mantap ambil tindakan lasik di Klinik Mata Nusantara yang Kebon Jeruk. Waktu itu biayanya 25juta all in, termasuk konsultasi berkala dan vitamin setelah tindakan. Pernah aku tulis singkat di sini: Best Decisions.
Aku datang ditemani suami jam 8 pagi, langsung periksa ini itu sampai jam 12 siang. Prosesnya runut, semua serba dijelasin. Nggak nunggu lama di sela2 pemeriksaan, dan ada snacks & drinks unlimited.  #penting
Setelah pemeriksaan 3-4 jam, baru deh tindakan. Proses lasiknya sendiri itu tau nggak berapa lama? Cuma 15 detik! Asli cepet banget, dan nggak sakit sama sekali. SAMA SEKALI. Dan aku merasa bodoh kenapa mikirnya sampai 4 tahun. LOL.
Sampai sekarang udah 5 tahun lebih pasca lasik, mataku baik-baik saja tidak ada keluhan. Paling kalau sesekali kering ya tetesin air mata buatan aja, itu normal. Yang jelas, aku bisa melihat jelas dan bebas dari contact lens atau kacamata minus.


  • 4.     Eyelash Extension
Setelah bebas dari kacamata, aku jadi bebas explore make up buat menonjolkan keindahan mataku. Salah satunya dengan cara eyelash extension. Ini andalan banget buat aku yang sering traveling. Bener-bener ngebantu hemat waktu saat dandan.
Banyak banget yang nanyain aku biasanya eyelash extension di mana. Udah sering aku jawab juga sih. Tapi gpp aku jawab lagi di sini deh. Langganan aku buat eyelash extension setahun belakangan ini di sini: Maxi Salon di Ambassade Residence. Detailnya di bawah ini yaaa.

Wuih! Ternyata yg jawab mau ada 50 orang lebih ðŸĪĢ Berarti banyak juga ya yang mau tau saya treatment di mana dan berapa biayanya 😅 Baiklahhh, ini jawabannya yaaa 😉 Ada beberapa salon langganan saya, semuanya affordable 👌🏞 Salah satunya adalah salon yang mau saya bahas ini 😊 Sebenernya udah lama mau kasih tau ke followers, tapi... ðŸĪ” Takut salonnya jadi rame dan saya jadi susah kalo mau treatment mendadak! Hahaha... *egois* 😈 Trus males juga kalo ntar jadi sering ditanyain ini itu soal salon ini, padahal ini testi gratisan 😂 Well anyway... Jadi kemarin2 saya cuma bocorin soal salon ini ke teman2 baik dan para peserta #nutsmeetup aja 😁 Maklum, ini salon kecil. Lokasinya pun nyempil. Luasnya seupil. *upilnya siapaaaa??? ðŸĪĢ Tapi strategis banget buat saya yang seringnya wara wiri di area Kuningan dan sekitarnya. Namanya Maxi Salon & Hair Beauty, alamatnya di basement Ambassade Residence, Jl. Denpasar Raya Kav 5-7 Jakarta Selatan. Tinggal jalan kaki dari / ke Mall Kuningan City. Saya nemunya baru awal tahun ini, itupun nggak sengaja... gara2 promo 😁 Saya biasanya ke sana untuk: Gunting rambut, blow dan eyelash extension dengan Mbak Endang, suka hasilnya natural banget 👍🏞 Hair spa, manicure, pedicure, nail polish OPI or gel 💅🏞 Kalau untuk cat rambut beda lagi salonnya ðŸ‘ĐðŸŧ PASTI MAHAL? Tergantung, pembandingnya apa dulu. Kalo dibandingin salon kampung langganan saya yang lain ya lebih mahal. Kalo dibandingin salon di mall langganan saya yang lain lagi ya lebih murah. Yang jelas hasilnya memuaskan dan saya senang saat bayar 😁 JADI BERAPA HARGANYA??? Paket gunting rambut + creambath + blow tarik = 90ribu 💇ðŸŧ Paket eyelash extension + rapihin alis = 125ribu 👁 Paket hair spa + manicure pedicure + nail polish OPI + blow tarik = 138 ribu 💅🏞 Silakan geser foto di atas untuk lihat paket2 promo mereka yang masih ada di aplikasi diskonan (google it!) 😁 Kalo ke sana salam dari Natali ya (mereka nggak kenal Nuniek ðŸĪĢ) Tanyain diskon 20% dari harga normalnya masih berlaku nggak. Ada treatment gratis juga kalau sudah mencapai nominal tertentu (akumulatif). AYOO, PADA BILANG APA?? Yes, you're welcome! #nutstips #nutsbeauty #nutsplace #nuniektirta #nutstyle #nutslyfe
Sebuah kiriman dibagikan oleh Nuniek Tirta (@nuniektirta) pada



  • 5.     Find my peace of mind. (Usia 34)
Beauty comes from within. Sounds classic! I know, right? Tapi bener. I feel and look much prettier when I’m happy and content with my life. And happiness is overrated for those who are still striving for peace of mind. Read my stories about it here: Journey to the Peace of MindHome Sweet Home2013 Experience & Lessons Learned -  2014: Review.

Udah itu aja? Iya. Maafkan jikalau kejujuranku mengecewakan pemirsa. Hahahaha.

Ah masa sih?
Nggak pernah oplas wajah?
Nggak pernah sama sekali. Nggak berani. #anaknyacemen

Klinik kecantikan?

  • ·      Baru nyoba tahun lalu ambil paket Vanquish, Exilis, dan X-Wave barengan with my besties, buat toning body. Etapi habis itu aku ultah dan makan-makan terus tiap minggu, jadi ya percuma sajalah, hahaha.
  • ·      Bulan lalu diundang La Lumiere nyobain Exilis Ultra untuk area paha, hasilnya lumayan berasa.
  • ·      Minggu lalu baru nyoba Venus Legacy Full Face buat mengencangkan wajah, di La Lumiere juga.
  • ·      Treatment2 selain itu kayak filler, botox, threadlift, belum pernah aku coba sama sekali. Belum punya nyali kalo hasilnya gagal, hahahah. Belum diizinin suami juga.


Perawatan dokter?
Karena kulit wajahku tergolong bandel alias jarang bermasalah mau dipakein produk apa juga, jadi nggak merasa butuh ke dokter kulit. Pernah sekali nyoba ke dokter kecantikan wajah terkenal 6 tahun lalu biar lebih kinclong. Belum kelihatan hasilnya udah nyerah duluan. Ribet dan mihil cyn. LOL. 

Kalo program pelangsingan?
Oh ini pernah, ikut program pelangsingan badan dan berhasil turun 6 kilo dalam 3 bulan. Barengan sama suami, doi malah turun 12 kilo dalam 3 bulan. Diet ketat, suntik, minum pil. Tapi karena nggak jaga pola makan jadi naik lagi deh sampai impas setahun kemudian, lol. Selanjutnya aku jaga dengan #GMDiet aja. Silakan googling apa itu GM Diet ya. Nextnya mau coba diet keto nih, doakan ya :D 

Kalo nyalon sering dong?
Iya lumayan sering, setiap bulan pasti ada. Tapi nggak aku masukin ke daftar di atas karena sudah sering kulakukan sebelum bertransformasi. Treatmentnya pun standar aja: antara creambath, hairspa, cuci blow, lulur, massage, manicure pedicure, cat dan gunting rambut. Salonnya juga ganti-ganti disesuaikan dengan tempat dan waktu sesempatnya.
Soal harga dan tempat nggak masalah buatku, fleksibel aja. Aku bisa aja hari ini nyalon di pasar tradisional, besoknya di mall mewah terkenal. Salon langgananku ada yang harga paket massage-lulur-steam-facial-creambath-blow cuma 100ribu, ada juga yang gunting doang 700ribu. Soal salon2 langganan nanti ditulis terpisah aja deh yaaa.

Oke, jadi kepanjangan banget kan ini tulisan, hahaha… Kalo masih ada pertanyaan, silakan lempar di komen atau DM yaaa. Share juga dong pengalamanmu!

Cheers,
Nuniek Tirta

You May Also Like

2 comments