Skip to main content

Santorini Dream




Tuhan pasti tau seberapa besar impian saya tentang Santorini. Saya jatuh cinta pada pandangan pertama sejak melihat foto tempat ikonik itu di belantara dunia maya beberapa tahun lalu; mungkin sekitar satu dekade lalu. 

God knows how much I dream about Santorini. I fell in love with this iconic place on the first sight eversince I saw a picture of it somewhere in the world wide web several years ago; could be a decade. 

Postingan pathku 2 tahun lalu. Click here for original post

Sejak punya akun tumblr 3 tahun lalu pun, saya rajin banget follow akun dan reshare postingan tentang Santorini. Nggak cuma di tumblr, tapi juga merambah ke semua sosial media saya: instagram, facebook, path, twitter... 

Eversince I created tumblr account 3 years ago, I like to follow accounts and re-share posts all about Santorini. Not only in tumblr, but also in every social media account that I have: instagram, facebook, path, twitter... 




Saya pernah nulis mimpi menikah lagi di Santorini dan eksplore Yunani sama suami... Kalau sudah meninggal pun, saya pingin abu saya ditebar di sana... Teman2 dan follower mungkin sudah tau deh, saking seringnya saya share impian saya tentang Santorini. Teman saya Kenny pun mengirimkan kartu pos dari Santorini sewaktu dia berkunjung ke sana. 

I once wrote my dream to re-marry in Santorini and explore Greece with hubby... When I die one day, I wish my ash to be spread there... My friends and followers might already know, since I often share my dream about Santorini. My friend Kenny even sent postcard from Santorini when he was there. 


Postingan pathku 2 tahun lalu. Click here for original post

Saya bermimpi suatu hari nanti bisa membangun rumah bergaya Santorini... Saya suka mengkoleksi barang bernuansa biru-putih ala Santorini... dan senang sekali kalau melihat interior maupun eksterior design dengan nuansa Santorini... 


I have a dream to build a house with Santorini style one day... I love to collect things in blue-white a la Santorini... and very happy everytime I see interior and exterior design with Santorini nuance... 


Sebuah kiriman dibagikan oleh Nuniek Tirta (@nuniektirta) pada 


Nggak cukup bermimpi, saya memberikan batas waktu untuk mewujudkan mimpi saya tersebut agar bisa menjadi goal. Dan itu tercatat dalam dreamboard yang ditempel di depan pintu kamar saya: 2 weeks in Greece, before / on May 20, 2017

Dreaming is not enough; I put deadline to make my dream to become a goal. And it was written in my dreamboard in front of my bedroom: 2 weeks in Greece, before / on May 20, 2017





Suami sempat beritikad memberikan kejutan dengan membeli tiket Jakarta-Yunani untuk ulang tahun saya tahun lalu, sayangnya pembelian gagal. Ya untung saja gagal, karena harga tiketnya saja mencapat 70juta buat berdua! >.< 

My husband was once tried to buy flight ticket from Jakarta to Santorini for my birthday surprise, too bad it was failed. But thank God, because the ticket is 70million for 2 of us! >.<

Postingan path suami 8 bulan lalu. Click here for original post


Makanya waktu Agustus 2016 lalu saya berhasil mendapatkan tiket Qatar ke Yunani dengan harga promo, rasanya senang bukan main. Sudah kebayang bakal eksplor Yunani dan tentunya Santorini selama 2 minggu bersama suami untuk merayakan ulang tahun pernikahan kami, 11-25 Mei 2017 nanti. 

That's why I was sooo happy when I finally got Qatar ticket to Greece with promo price last August. I can imagine myself and hubby exploring Greece for 2 weeks to celebrate our wedding anniversary, this May 11-25th, 2017. 


Postingan path saya 3 tahun lalu. See original post here.

Selama 9 bulan terakhir saya asyik merencanakan segala detail liburan kami di Santorini nanti. Tiket sudah di tangan, hotel sudah dibooking, visa sudah didapat, asuransi sudah dibeli, semua sudah beres. Tinggal berangkat!

These last 9 months I've been planning all the details for our holiday in Santorini. We've got the tickets, hotels are booked, visa is issued, bought the insurance, everything is on hand as we planned. Time to go! 


Waktu liburan ke Maldives via Singapore kemarin sengaja bawa beberapa barang pemberian dari endorsers kesayangan buat bonus foto2 😘 Next trip ke Malang, Yunani & Santorini, sudah mulai packing dan pilih2 barang mana yang kira2 mau dipakai dan dibonusin foto2 cantiknya 😊 Mumpung masih awal bulan, masih dibuka endorse gratis khusus buat UMKM sampai tanggal 5 Mei ini (barang harus sudah diterima paling lambat 9 Mei). Syarat dan ketentuan endorse silakan cek post sebelumnya atau cek hashtag #nutsales yaa. Boleh juga DM kalo takut mentionnya nggak kebaca. Saat ini yang diutamakan fashion items terutama baju2 dan aksesoris lucu untuk dipakai ke pantai, bukit dan gunung 👙👒 *Black & white make up bag used as clutch/purse from @lexika_style 😍 #nutstyle #nutslyfe #nuniektirta #fashion #style #lifestyleblogger #openendorse #endorsegratis #freeendorse #endorsefree
Sebuah kiriman dibagikan oleh Nuniek Tirta (@nuniektirta) pada

Tapi...

But...

Dikarenakan berbagai pertimbangan yang dapat mempengaruhi nasib dan hajat hidup orang banyak, maka dengan sangat terpaksa kami memutuskan untuk membatalkan atau setidaknya menunda keberangkatan sampai waktu yang belum bisa ditentukan... *CRY*

Due to several considerations that can affect many people's life, we regretfully decided to cancel or at least delay until undetermined time... *CRY* 

My wish on tumblr post EXACTLY 3 years ago. Click here for the original post.

Jadi hari ini saya bolak balik ke kedutaan Yunani mengambil visa Schengen yang sudah disetujui (setelah melewati proses panjang yang cukup melelahkan -dan cuma berlaku sampai akhir Mei ini, hiks); ke service center Garuda Indonesia untuk refund (ini juga sama ribetnya, tetap harus email dan kena potongan biaya pastinya); mengurus refund Qatar (ini prosesnya lebih mudah, tapi tetap saja potongan juga besar); mengurus refund asuransi perjalanan (dan ditolak karena refund hanya berlaku kalau visa tidak disetujui); dan membatalkan semua booking hotel. Total kerugian akibat pembatalan keberangkatan ini lumayan besar, cukuplah buat ke Maldives lagi...  

So today I went back and forth to Greece Embassy to collect Schengen visa that has been approved (after long exhausting process -and valid only until end of this May, hiks); went to Garuda Indonesia service center to refund (this also been hassle, I still have to email and of course got quite big amount of penalty); proceed Qatar refund (this was easier, but still, the penalty is also big); proceed travel insurance refund (and it was declined because refund only applies if the visa has been disapproved), and canceled all hotel bookings. Total loss due to this cancellation is big enough for another trip to Maldives...



Iya sedih sih, sudah pasti. Tapi saya nggak mau terlihat terlalu sedih karena suami bisa lebih sedih kalau lihat saya sedih. Apalagi, suami masih punya tugas besar yang harus diembannya. Tugas saya kali ini justru menguatkan dia dan meyakini ini keputusan terbaik buat semua. Rencana Tuhan tak pernah salah, dan ketika sudah tiba saatnya, semua akan menjadi indah. Amin!

Yes I'm sad, that's for sure. But I dont want to look so sad because hubby would be more sad if he sees me sad. Moreover, hubby still have big mission to bear. My duty at this point is to fully support him and believe that this is the best decision for all. God's plan never goes wrong, and everything will be beautiful at its own time. Amen!

Yes, we'll be there someday! 



Comments

erny's journal said…
Mbak Nuniek aku kebayang gimana kecewanya, tapi kalau ini memang mesti dipilih semoga segera diganti di waktu lain ya
Unknown said…
Pastinya rencana Tuhan lebih baik ya Mbak. Mudah2an someday bisa terlaksana mimpinya ke sini.
Dewi Rieka said…
Peluuk mba Nuniik..
Salut sama responnya, kalau saya entahlah mungkin bakal ngamuk-ngamuk:D. Kesabaran Mbak Nuniek saya yakin akan berbuah manis:)

Popular posts from this blog

Meeting Myself

Today was one of those Saturdays that felt full in the best way. I joined the Alphasmart Training Session as a Player, hosted by BWI , from 9 AM to 2 PM. Ten trainers and coaches were specially invited as VIP participants, and lucky me, I was one of them.  Some of the participants were blogger friends I’ve known since the early days of blogging more than a decade ago, while others I met for the very first time. Every single one radiated positive vibes and genuinely good energy. The mission of the day was simple but huge: to meet the most important person in our lives: ourselves. Sounds a bit dramatic, right? But oh, it worked. For two and a half hours, we laughed, we cried, and sometimes we did both at the same time. My big “aha” moment came during my very first card draw: wisdom. At first, I was drawn to the picture of a library (because books, duh), but what I got was a conversation with myself about the meaning of wisdom itself. How reading other people’s thoughts in their book...

Saya Nuniek Tirta, bukan ((hanya)) seorang Istri Direktur

Catatan penting: untuk mencapai pemahaman penuh, mohon klik dan baca setiap tautan.  Awalnya adalah pertanyaan . Membuahkan suatu jawaban .  Diposting di akun pribadi, seperti yang biasa saya lakukan sejak hampir 15 tahun lalu , bahkan sebelum Mark Zuckerberg membuat Facebook.  Jawaban yang juga autopost ke facebook itu menjadi viral, ketika direshare oleh lebih dari 20ribu orang, dengan emoticon lebih dari 38ribu, dan mengundang 700++ komentar. Kemudian menjalar liar, ketika portal-portal media online mengcopas ditambah clickbaits.  Tidak ada media yang mewawancara saya terlebih dahulu ke saya kecuali satu media yang menghasilkan tulisan berkelas dengan data komprehensif ini .   Well, ada juga yang sempat email ke saya untuk meminta wawancara, tapi belum sempat saya jawab, sudah menurunkan berita duluan selang sejam setelah saya posting foto di bustrans Jakarta .  Selebihnya... Tidak ada yang konfirmasi terlebih d...

Industri Fashion dan Harga Jujur

Saat tulisan viral “Istri Direktur” sedang hangat2nya, di antara ratusan pesan yang masuk, saya menerima sebuah pesan pribadi dari follower Instagram . Tulisan panjang dalam Bahasa Inggris itu intinya mengatakan, bahwa dia juga seorang yang hemat namun tidak akan mau beli baju seharga 50ribu karena itu berarti tidak menghargai pekerja garmen lokal. Dia menyarankan saya meluangkan waktu untuk survey berapa upah para pekerja konveksi rumahan. Industri Fashion Kira2 begini deh ekspresi saya saat membaca pesan dan sarannya. Poker face. Ehehehe. Saya katakan terima kasih atas concernnya. Tapi tidak perlu mengajari saya berapa upah pekerja garmen lokal, sebab mama saya pernah menjadi bagian dari mereka. Ya, waktu saya kecil, mama saya adalah penjahit konveksi rumahan, sampai sakit maag karena lupa makan demi mengejar target borongan. Upahnya memang kecil, tapi cukuplah untuk membantu perekonomian keluarga. Tahun 2008 hingga 2010 saya juga sempat terjun ke industri fas...

Perawatan wajah dan cerita masa muda

Andaikata blog dan social media saya punya semacam FAQ (Frequently Asked Question, alias pertanyaan yang paling sering ditanyakan), sudah pasti di urutan pertama akan bertengger pertanyaan: "Pakai produk perawatan wajah apa?"  Banyaaaakkk banget follower instagram / facebook / twitter saya yang nanya gitu, dan minta saya mengulasnya. Saya bilang sabar, tunggu tanggal mainnya. Tapi sebelum saya jawab pertanyaan itu, saya mau mengenang masa muda dulu ah..  Jadi begini cucuku... Waktu pertama kali ngeblog 15 tahun lalu , usia saya masih 21 (yak silakan dihitung usia saya sekarang berapa, pinterrrr). Jadi jangan heran kalo gaya bahasanya masih 4I_aY 4b3zzz.. (eh ga separah itu juga sih, hehe). Tapi ekspresi nulisku di masa-masa itu masih pure banget, nyaris tanpa filter. Jadi kalo dibaca lagi sampai sekarang pun masih berasa seru sendiri. Kayak lagi nonton film dokumenter pribadi. Kadang bikin ketawa ketiwi sendiri, kadang bikin mikir, kadang bi...

Christmas Market

Today’s highlight was, without question, the Christmas market at my youngest’s school. And when I say highlight, I mean   full sensory experience, heart included . We arrived just in time for snowfall. Yes, it was artificial. Yes, we knew that. No, it didn’t make it any less magical. Snow is snow when it falls at the right moment. We wandered from stall to stall, deliberately skipping lunch beforehand, because strategy matters in places like this. I had pork noodle from a stall run by the parent of one of the students which somehow made it taste warmer and more earnest. My husband went for a kebab. I had coffee from a café fully run by the students themselves as part of their entrepreneurship program, which made every sip feel hopeful. My husband opted for iced orange juice, because consistency is a personality trait. It wasn’t just food. There were little trinkets, thoughtful knick-knacks, and cheerful clutters. Big brands showed up too McDonald’s, Teazzi, Tiramisu standing comfor...

Jangan Lupa Jadi Istri

Saat berada di Malang untuk mengunjungi salah satu perusahaan yang kami invest beberapa waktu lalu, secara spontan saya dan suami diminta untuk sharing tentang #CoupleGoals : An Inspiring Story from Dreamable Couple. Without preparing anything, it turned out to be an intimate sharing sessions that we enjoyed much.  Pada sesi yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam itu, kami bercerita banyak soal perjalanan kami berdua sebagai pasangan, mulai dari nol hingga sekarang, jatuh bangunnya, tips dan saran, dan menjawab pertanyaan dari para peserta.  Jawaban dari beberapa pertanyaan  sudah pernah saya tulis di blog ini, seperti:  Marriage Tips Finding The Right One Women are like cars? 8 Tips Untuk Istri Agar Suami Tenang Bekerja Jaga kesehatan pernikahan seperti menjaga kesehatan badan Senang bisa sharing di Malang bareng @nataliardianto tentang random things, mulai dari history, love story, relationship, marriage, struggles, financia...

What I Learned from Timothy Tiah - Founder of Nuffnang

Last Sunday when I entered VIP room at JWEF , I was introduced to this guy with his mini version boy on his lap, and his pretty wife with white top and red skirt. We had chit chat and he told me he’d be in Jakarta this Tuesday, and I told him that we’d have 57th #Startuplokal Monthly Meetup on Tuesday night.  To be really honest, only a very few did I know about him until he shared his amazing story on JWEF stage a few minutes later, and get inspired that I took note and now share this with you all.  Timothy Tiah founded Nuffnang with Cheo Ming Shen at 2006 when he was 22 years old, with 150k RM startup capital, partly borrowed from his father. He simply founded it because there’s nobody built it before, while the demand was actually there. The site was launched in February 2007. Sales ≠ cashflow On earlier years, although Nuffnang sales highrocketed, the cashflow was poor. At one point he only has 5k left in bank, while there were invoices need to be paid out urgently. He came to Hon...

8 Tips Untuk Istri Agar Suami Tenang Bekerja

#nutsonduty Beberapa waktu lalu saya diundang sebagai pembicara untuk acara Penguatan Integritas Istri Pejabat dan Pegawai KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, dengan topik "Istri Bersahaja, Suami Tenang Bekerja". Tim panitia yang diwakili oleh Mbak Umma mengatakan profil saya cocok untuk membahas topik tersebut, terlebih karena saya dikenal setelah konten viral "Istri Direktur" dengan ciri khas #SuperAffordableStyle :)  Suami penasaran saya ngomong apa saja di sana. Setelah saya ceritakan, suami mendorong saya untuk menuangkan materi bicara saya tersebut ke dalam tulisan di blog, supaya bisa mencerahkan istri-istri lainnya :D Karena belum sempat, sudah beberapa kali ditagih nih :p Jadi, berikut inilah tulisannya ya... sekaligus dipersembahkan sebagai kado ulang tahun pernikahan kami akhir pekan lalu deh :)  Terima kasih atas undangan berbicara di depan para istri pegawai KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok hari ini tentang "Istri Bers...

Broadway & Lo-Deh

We spent the afternoon around Alam Sutera today because my eldest had a hangout date with a friend. While dropping her off, I sneaked in a quick errand to Vintage Vibes Broadway to drop some preloved items. I’ve been consigning there for years now. It’s almost a ritual. End of year equals decluttering season. Sorting through things forces me to ask honest questions. Do I still need this or is it ready to have a new life with someone else. Some items get sold, some get donated, and somehow my head always feels lighter along with the shelves. While waiting, the youngest sat with daddy, wrestling numbers and fractions like a true year end plot twist. Math lessons in public spaces have their own soundtrack. Scribbling, deep sighs, and occasional I think I get it now followed by wait no I don’t. All that while sitting in front of coffee shop, ordered their signature coffee and tea, and our daughter bought iced chocolate from the shop next door.  When the hangout was done, we decided t...

Tekad Hidup Lebih Sehat

Sabtu 6 Juli lalu, kami sekeluarga sedang terjebak kemacetan di tol menuju Bandung, ketika tiba-tiba papa mertua menelpon: mama mertua terkena serangan jantung, dan sempat hilang nafas sampai harus dipompa jantungnya! Langsung kami cari jalan keluar tol, putar balik menuju Jakarta. Ketika tiba di rumah sakit, beliau masih diisolasi di ruang ICCU dan belum boleh dijenguk. Kami baru bisa menjenguk beberapa jam kemudian, itupun hanya keluarga inti yang boleh masuk. Di ruang ICCU yang dingin itu, beliau tidak diperbolehkan bicara terlalu banyak, supaya jantungnya tidak bekerja terlalu keras. Tangan kanannya menggenggam tangan suamiku, tangan kirinya menggenggam tanganku, lalu berkata… “Ampuni mama ya, Mas…” “Ampuni mama ya, Mbak…” “Jaga pernikahan, yang rukun...” Beliau menangis, suamiku menangis, aku menahan tangis… sambil mengusap kening beliau dan bilang, “Mama pasti sembuh.. banyak sekali yang mendoakan mama.. yang penting mama semangat ya”. ...