Posts

Showing posts from September, 2015

Insomnia

Image
Dulu saya insomnia. Akut. Semakin kuat keinginan saya untuk tidur, semakin saya tidak bisa tidur. Tak peduli betapa padatnya hari saya, atau betapa santainya, otak saya menolak berhenti sejenak untuk istirahat. Jika beruntung, saya bisa jatuh tidur jam 2 pagi, itupun sangat jarang sekali. “Normalnya” di atas jam 3 pagi, atau bahkan tidak tidur sama sekali. Parahnya, saya sangat sulit untuk bisa tidur lagi kalau tiba2 terbangun, meski baru tidur 10 menit sekalipun. Keadaan ini berlangsung selama bertahun-tahun.  Segala saran dan usaha untuk lepas dari insomnia sudah saya lakukan: jauhkan gadget, matikan lampu, mandi air hangat, minum susu, baca buku, nulis diary, hitung domba satu sampai seribu, bahkan minum pil tidur pun tak jarang saya lakukan. Sesekali saja berhasil, tapi lebih sering gagal.  Tersiksa? Jelas. Siklus harian saya berkebalikan dengan orang kebanyakan: otak bekerja tengah malam, tidur menjelang pagi, kemudian fisik bekerja seharian. Kurang tidur itu nggak enak...
[gallery] Kemarin, 15 bungkus mie instan terbuang percuma karena sudah kadaluarsa. Bulan lalu, sekantong plastik besar kopi abc dan 2 pack besar migelas yang masih utuh juga terpaksa dibuang karens sudah melewati batas tanggal amannya. Dan ini bukan sekali-dua kali terjadi selama satu dekade ini. Sebelum menikah, kita mungkin belum melihat bagaimana cara hidup dan kebiasaan keluarga lain dalam belanja. Ada keluarga yang terbiasa menimbun bahan makanan dengan alasan kepraktisan -supaya kalau butuh selalu ada; ada juga keluarga yang terbiasa membeli eceran dengan alasan penghematan -supaya hanya membeli yang benar2 dibutuhkan, hanya pada saat betul2 diperlukan. Setelah menikah, kebiasaan yang berbeda itu harus melebur menjadi satu, hingga kadang menimbulkan pergesekan. Yang satu menganggap yang lain boros karena terus menimbun barang yang akhirnya tidak pernah dipakai atau terpaksa dibuang karena sudah tak layak konsumsi; yang lain menganggap yang satu pelit ketika kehabisan barang saat ...

What I Learned from Timothy Tiah - Founder of Nuffnang

Image
Last Sunday when I entered VIP room at JWEF , I was introduced to this guy with his mini version boy on his lap, and his pretty wife with white top and red skirt. We had chit chat and he told me he’d be in Jakarta this Tuesday, and I told him that we’d have 57th #Startuplokal Monthly Meetup on Tuesday night.  To be really honest, only a very few did I know about him until he shared his amazing story on JWEF stage a few minutes later, and get inspired that I took note and now share this with you all.  Timothy Tiah founded Nuffnang with Cheo Ming Shen at 2006 when he was 22 years old, with 150k RM startup capital, partly borrowed from his father. He simply founded it because there’s nobody built it before, while the demand was actually there. The site was launched in February 2007. Sales ≠ cashflow On earlier years, although Nuffnang sales highrocketed, the cashflow was poor. At one point he only has 5k left in bank, while there were invoices need to be paid out urgently. He came to Hon...

5 Things That I Like from Lenovo S60 - 5 Hal yang Saya Suka dari Lenovo S-60

Image
Lagi pengen review gadget nih. Sebenernya udah dari sebulan lalu mau review, tapi selain faktor sibuk, saya juga memberi waktu untuk menemukan kelemahan produk ini supaya reviewnya berimbang gitu. Tapi ternyata susah banget yaaaa hahaha…  Ya gimana, sejak awal pakai Lenovo S60 ini saya udah suka banget. Kenapa? Banyaakk. Tapi saya ringkas jadi 5 poin aja ya biar nggak kepanjangan (meski tiap poinnya mencakup lebih dari satu keunggulan) :D  1.       Body Ukurannya yg 143.3 x 72 x 7.7 mm (5.64 x 2.83 x 0.30 in) paaasss banget di genggaman . Nggak kegedean, nggak kekecilan. Pas! Beratnya yg cuma 128 gram juga terasa ringan banget , so slim and simple. Jadi nggak ngeberat-beratin isi tas saya yang selalu mungil. Meski terbuat dari plastik, tampilannya tetap elegan dan nggak murahan. Dan enaknya lagi, nggak gampang panas sama sekali . Waktu dicharge pun tetep adem. Beda banget sama hp saya satu lagi yang gampang banget panas karena terbuat dari metal. 2.       Layar Layar Lenovo S60 i...

Koper Kehidupan - Life Baggage

Image
Saya tergabung dalam kelompok whatsapp group Aksi Baca Alkitab yang dikoordinir oleh teman sekelas saya, Ibu Idi. Setiap hari, Ibu Idi akan memberikan menu bacaan alkitab, biasanya terdiri dari 10 ayat sekaligus. Di awal, saya masih bisa membaca dengan tuntas. Namun di hari-hari berikutnya, dikarenakan kesibukan, saya tidak mampu menyelesaikannya, meski dibacakan melalui fitur audio di The Bible App sekalipun. Saya hanya sanggup membaca satu ayat untuk direnungkan dalam sesi Lectio Divina pribadi. Pagi ini ketika sarapan di teras depan, saya menyadari satu hal mendasar yang membuat saya tidak bisa keep up: saya selalu ingin menuntaskan menu yang belum selesai pada hari-hari sebelumnya terlebih dahulu, baru mau membaca menu yang diberikan pada hari ini. Padahal, mindset seperti itu tidak membantu saya untuk menyelesaikannya, tapi justru menghambat langkah saya untuk terus maju.   Pic taken from here . Tidak mau membaca buku baru sebab buku yang lama belum selesai dibaca; tidak mau men...

How to Find the Root Cause Using 5 Whys Technique - Mencari Akar Masalah Menggunakan Teknik 5 Kenapa

Image
Pulang sekolah, sambil makan si bungsu (7thn) mengeluarkan pernyataan: “Mom, I don’t like Monday” Hmm… Saya berhenti sejenak dari kegiatan memilah baju kotor untuk dicuci. I decide to use 5 Whys Technique to understand her problem.  Image taken from here . “Oh, you don’t like Monday” (pertama saya paraphrase pernyataannya untuk memvalidasi feelingnya) “Yes” “Why?” (Why #1) “Because I don’t like computer” (fakta pertama - muncul informasi yg dihapus dari pernyataan awal) “Oh, I thought you like computer. Why you don’t like computer?” (Why #2) “Because the teacher asked us to write down a story about human” (fakta kedua - muncul informasi yang terdistorsi) “Hm.. Why you don’t like it?” (Why #3)  “It makes me confused.” (fakta ketiga - muncul informasi yang digeneralisasi pada pernyataan awal) “Oh, you’re confused. Why?” (Why #4) “It is a story but the teacher asked us to write it all with capital letters, so weird. But I continued writing it the right way, you know, with capital o...

How I Found My Lost iPhone - Bagaimana Saya Menemukan Kembali iPhone yang Hilang

Image
Kejadiannya jam 8an pagi tadi, di depan LAI Salemba. iPhone 5s 64GB yang saya pangku tanpa saya sadari jatuh saat saya turun dari mobil. Saya baru sadar HP tidak ada dalam tas ketika hendak order Uber . Saya telpon suami untuk cek di dalam mobil, hasilnya nihil. Saya cari di tempat saya turun, juga tidak ada.  Untung masih ada HP Lenovo yang baru saya pakai selama sebulan ini. Ya sudah saya order Uber dari situ dan langsung ke ArtHotel Thamrin memenuhi undangan Kevin Osmond untuk event Printerous . Saya sudah pasrah, kalau hilang ya sudahlah, toh semua data ada backupnya di icloud. Lagipula penemunya juga tidak akan bisa pakai HP saya, karena untuk menggunakannya butuh sidik jari saya (teknologi Touch ID ).  Saat menunggu, datang kawan saya Raymon Setiadi beserta rekan2nya Didit dan Ferry. Raymon langsung berinisiatif melacak keberadaan HP saya pakai aplikasi FindMyiPhone dari iPhonenya. Dari situ terlihat HP saya sudah pindah lokasi, dengan rute yg aneh dan gerak lambat. “Kayaknya d...

Birthday 2015

Image
Ulang tahun hari ini diawali dini hari dengan birthday wish and kiss from hubby Natali Ardianto before we had a long and meaningful pillow talk and wrapped it with some calories burning, lol #tmi #midnightpost Anw, sebenarnya ada banyak pilihan untuk merayakan ulang tahun kali ini: ikut teman2 ke Wakatobi, atau liburan berempat ke Nusa Dua Bali, atau jalan2 sekeluarga ke Anyer. Tapi untung belum sampai booking apapun, karena ternyata si kakak ketularan cacar dari adiknya yang baru aja sembuh.  Jadilah hari ini merayakan ulang tahun di rumah saja, mengikuti daftar kegiatan yang sudah disiapkan dengan antusias oleh si anak kicil kriwil: play giant puzzle, play jokes/questions, have snacks, movie time, spa, sing happy birthday, photo time, manicure pedicure, give mommy present/cards, family hug and kiss ♥  Sempat keluar rumah sebentar hanya untuk makan siang di restoran kesukaan mommy, pulangnya mampir ke Holland Bakery buat borong chiffon choco chips cakes, lalu bagi2 ke 10 keluarga bes...

DISPLACEMENT

Image
Duluuu saya tidak mengerti, mengapa saya bisa senang dan tenang seharian bersama anak-anak, namun begitu suami pulang saya menjadi uring-uringan , lebih mudah tersinggung dan gampang marah pada anak-anak. Padahal suami tidak berbuat apa-apa dan saya juga tidak merasa ada masalah dengan suami. Awalnya saya pikir apakah karena suami sering pulang terlambat. Tapi begitu dia pulang tepat waktu pun saya tetap merasakan hal yang sama. Atau apakah karena anak-anak lebih sulit diatur ketika ada ayahnya? Tidak juga. Lalu, apa yang terjadi? Setelah belajar ilmu psikologi melalui kuliah konseling, saya mempelajari apa yang dinamakan   displacement    sebagai salah satu   self defense mechanism . “ Displacement is the redirecting of thoughts feelings and impulses directed at one person or object, but taken out upon another person or object. People often use displacement when they cannot express their feelings in a safe manner to the person they are directed at. The classic example is the man who g...