Skip to main content

#NutsTips Series: Tips praktis fashion dan style

Kalau kamu mengikuti social media saya terutama instagram di @nuniektirta , pasti sudah familiar dengan hashtag #superaffordablestyle yang menampilkan detail pakaian yang saya kenakan pada hari itu, lengkap dengan tempat beli dan harganya. 


#superaffordablestyle #ootd 08 Nov 2017 for President @jokowi mantu aka @ayanggkahiyang n @bobbynst wedding ceremony 👰🏻 Baru terima undangan seminggu sebelum acara, baru sempat beli kebayanya H-2 😅 Kebaya payet 325k Kain ungu 100k Keduanya beli di toko kebaya persis di depan Transmart Pasar Pondok Gede 👌🏼 Kunci kebaya paripurna terletak di long torsonya, beli di toko kecil di @plaza_festival 115k 👌🏼 Clutch batik 35k aja beli di pasar tradisional waktu jalan2 ke Klaten 👌🏼 White studds shoes sale @metrodept @pondokindahmall.pim 350k for 3 pairs 👌🏼 So, siapa bilang kondangan anak Presiden ngga bisa pakai baju #affordable tanpa terlihat murahan? 😎 #nutstyle #nutstory #nutslyfe #nuniektirta #kebaya #kondangan #wedding #indonesian #fashion #style #beauty #kahiyangbobby #jokowimantu #sanggulmodern #presidenmantu
Sebuah kiriman dibagikan oleh Nuniek Tirta (@nuniektirta) pada

Alasan mengapa saya melakukan itu sudah pernah saya tulis di sini: misi #superaffordablestyle .

There's a strong reason, a good mission why I often post #ootd with #superaffordable #superaffordablestyle . Sebagai lifestyle digital influencer, terus terang tidak jarang saya dibayar hanya untuk pamer. Pakai produk ini, datang ke event itu, mendatangi tempat ini, nginap di situ, dan dibayar untuk itu. Itu adalah tanggungjawab saya terhadap klien yang mengendorse saya untuk produk/servisnya. Namun saya juga punya tanggungjawab pribadi untuk mengedukasi para follower saya supaya tidak bergaya melampaui kemampuan (finansial) mereka. Buat apalah pakai brand keren kalau tagihan cc nunggak, gaji selalu habis di akhir bulan, malah ngutang, atau pakai uang orang? Untuk itulah saya sering posting #ootd #superaffordablestyle yang menampilkan foto saya lengkap dengan harga baju yang dipakai. Saya ingin menunjukkan bahwa untuk tampil gaya tidak harus selalu mahal, bahwa baju murah juga bisa kelihatan tidak murahan. Ada yang bisa tebak berapa harga dress (tanpa outer) yang saya pakai ini? Jawaban yang benar akan saya kirimkan pulsa (atau transfer uang jika nomornya pascabayar) senilai harga baju tersebut. Syaratnya, comment foto ini dan sebut nominal harga sesuai tebakan Anda. Tebakan pertama yang benar adalah pemenangnya. Good luck! Senin, 3 Oktober 2016 Nuniek Tirta Ardianto #fashion #style #instafashion #instastyle #red #beauty #me #lifestyle #quiz #prize #lifestyleblogger #bloggerslife #nutslyfe
Sebuah kiriman dibagikan oleh Nuniek Tirta (@nuniektirta) pada

Misi #superaffordablestyle ini pernah juga difeature oleh MarchNews, bisa dilihat di sini: 




Selain #superaffordablestyle, saya punya satu hashtag lain untuk berbagi tips, yaitu #nutstips . FYI, NuTS adalah inisial nama saya, Nuniek Tirta Sari. Nah di #nutstips itu saya suka kasih tips ringan dan doable, biasanya seputar fashion dan style,  yang sering saya lakukan tapi mungkin orang lain nggak kepikiran. Misalnya...


Tips menyiasati dress yang kependekan


    Tips menyiasati dress yang ketipisan
    #nutstips #fashiontips #superaffordablestyle #ootd 25 Feb 2017 for @localstartupfest in @senayancity Daster tosca 50 ribu di toko kecil depan kasir Giant Jatiwaringin 👌🏼 Untuk siasatin dress bahan tipis, aku layering dengan outer bahan tipis juga dan "jatuh". Pilih yg nutupin "aset" supaya tetap sopan dan yg ada tali pinggangnya untuk menjaga bentuk. Outer polos netral gini serbaguna banget, kamu harus punya paling nggak warna2 basic: hitam, coklat, navy, abu2, putih. Aset buat mix & match. 👍🏼 Kali ini aku pakai outer coklat muda 99ribu dari @belowcepekdotcom Dalam situasi underdressed (berpakaian terlalu santai atau biasa), yang bisa menolong ada 2: alas kaki dan tas. Untung ada sepatu sandal coklat tinggi ini di mobil. Modelnya versatile, mau pakai baju apa aja masuk. Nyaman pula karena enteng banget. Beli di @kuningan_city 150rb (lupa nama tokonya). Jurus pamungkas, adalah tas. Karena baju udah polos, aku pilih tas motif garis warna cerah. Untung tas ini juga ada di mobil belum diturunin 😅 Ini tas @katespadeny yg milih suami, katanya pas buat nanti ke Santorini 😍Beli di @fridabags minggu lalu, harganya tanya mereka aja ya ✌🏼 So, not bad, uh? 😉 #nutstyle #nutslyfe
    Sebuah kiriman dibagikan oleh Nuniek Tirta (@nuniektirta) pada

    Tips menyiasati baju yang kebesaran

    Tips menyiasati baju yang kekecilan

    Tips supaya pakaian awet
    #superaffordablestyle #ootd Friday 7 April 2017 for self-pampering, catching up with besties, n #pacaranmingguini ❤️ Percaya nggak? Dress rajut biru itu usianya 20 tahun 😂 Beli itu untuk ke pesta perpisahan, waktu aku masih unyu2 pakai seragam. Beli di @pojokbusanadeptstore waktu @blokmsquare baru banget dibuka dan jadi mall pertama di Indonesia, 37.500 rupiah ajah 😁 Kok bisa awet? Bahan rajut dicuci pakai tangan. Kalo terpaksa pakai mesin, pakai washing net bag yg biasa dijual di @daiso.indonesia :) Kemeja putih transparan digunakan sebagai outer, 35k @plaza_festival Kalung putih 15k @plaza_festival Sepatu batik biru 150k @pekanrayaid Tas @katespadeny harga silakan tanya @fridabags 👜 Swarovski jewelry set harga silakan tanya @celiacollection 💍 Jam tangan @guess kado suami Dan tentu saja perhiasan terindah: senyum manis, GRATIS 😊 #nutstips #nutstyle #nutslyfe #nuniektirta #olddress #jewelry #swarovski #katespade #guess
    Sebuah kiriman dibagikan oleh Nuniek Tirta (@nuniektirta) pada

    Nah karena kamu baca blog ini, saya kasih bonus #nutstips penting yang belum pernah ada di instagram saya yaaa... 

    Tips tampil rapi tanpa lama

    Pernah nggak pas mau pergi, ternyata baju belum disetrika? Saya pernah bangetlah. Atau, sudah disetrika sih, tapi kusut lagi karena taruhnya dempet-dempetan sama baju lain sebab lemarinya sudah kepenuhan. Ih, itu saya banget, hahaha. Atau mungkin, sudah disetrika tapi nggak licin-licin? Nah, itu saya juga, tapi duluuu... sebelum pakai Setrika Philips :)) 

    Setrika Philips terbaru

    Philips kan sudah lama dikenal sebagai pemimpin di bidang perawatan pakaian. Rangkaian produk Philips Garment Care dari setrika kering, setrika uap hingga Garment Steamer tersedia untuk membantu kita agar dapat tampil rapi dan bersih, namun tidak memakan waktu lama untuk menyetrika.

    Model cantik Setrika Philips 

    Kalau lagi buru-buru kan paling males ya nunggu setrika sampai panas, terus kalau sudah kepanasan harus diputar lagi buat nurunin suhunya. Nah setelah pakai  Setrika Philips Perfect Care OptimalTEMP GC3920 nggak usah begitu lagi, soalnya setrika ini nggak perlu atur suhu! Jadi dengan OptimalTemp, mau menyetrika  bahan jeans, linen, kasmir sampai sutra bisa dilakukan dengan satu pengaturan suhu saja dan tidak merusak pakaian, malah bisa membunuh bakteri segala. 

    Pakai Setrika Philips nggak takut gosong

    Setrika uap ini memiliki pengaturan yang memungkinkan setrika mati secara otomatis ketika ditinggalkan tanpa diawasi atau tidak digunakan. Jadi kalau lagi setrika tiba-tiba ada telpon atau anak nangis dan lupa matiin, nggak perlu takut bajunya gosong :) 

    Kain sutra batik ini susah banget halusnya kalau pakai selain Setrika Philips

    Tips terakhir dari saya, inovasi ironhack ala Nuniek Tirta: kalau lagi buru-buru banget sampai nggak sempat pasang meja setrika, gantung aja bajunya terus setrika berdiri kayak gini. Pencet tombol gambar awan, keluar deh uapnya melimpah ruah. Ya namanya juga setrika uap, hehehe... praktis kan? 


    Ironhack Setrika Philips ala Nuniek Tirta :))

    Ready to go!


Comments

walau saya berhijab jadi nggak bisa nyontek gayanya tapi suka banget sama style mba nuniek, produk harga terjangkau terlihat "wah" dipakai :D
minda said…
Mba Nuniek junjunganquuuu :D
Makasi tips-tipsnya dan selalu mengkampanyekan Super Affordable Style. :)
mira utami said…
Harus telaten yah kalau bahannya halus banget
Super cute indeed mba! Love to see your style.. in a way, I have a slightly different but similar mission.. pakai wastra Nusantara wherever I go and whenever I can :). Btw, I’m using the same iron :)
duniaeni.com said…
Makasih sharingnya mb, aku pun beberapa baju kekecilan model kancing depan kupakai macam outner gitu hehehe

Inspiratif mb, buat tulisan ini
swastika said…
Wah wah wah... mantap kali gaya dress Nuniek jni!!!
Dwina said…
Mba Nuniek, jujur aku suka bgt dg style mu. Simple tapi ketjeh dan enak bgt diliat. Aku fans mu, mba 😍

Popular posts from this blog

Meeting Myself

Today was one of those Saturdays that felt full in the best way. I joined the Alphasmart Training Session as a Player, hosted by BWI , from 9 AM to 2 PM. Ten trainers and coaches were specially invited as VIP participants, and lucky me, I was one of them.  Some of the participants were blogger friends I’ve known since the early days of blogging more than a decade ago, while others I met for the very first time. Every single one radiated positive vibes and genuinely good energy. The mission of the day was simple but huge: to meet the most important person in our lives: ourselves. Sounds a bit dramatic, right? But oh, it worked. For two and a half hours, we laughed, we cried, and sometimes we did both at the same time. My big “aha” moment came during my very first card draw: wisdom. At first, I was drawn to the picture of a library (because books, duh), but what I got was a conversation with myself about the meaning of wisdom itself. How reading other people’s thoughts in their book...

Saya Nuniek Tirta, bukan ((hanya)) seorang Istri Direktur

Catatan penting: untuk mencapai pemahaman penuh, mohon klik dan baca setiap tautan.  Awalnya adalah pertanyaan . Membuahkan suatu jawaban .  Diposting di akun pribadi, seperti yang biasa saya lakukan sejak hampir 15 tahun lalu , bahkan sebelum Mark Zuckerberg membuat Facebook.  Jawaban yang juga autopost ke facebook itu menjadi viral, ketika direshare oleh lebih dari 20ribu orang, dengan emoticon lebih dari 38ribu, dan mengundang 700++ komentar. Kemudian menjalar liar, ketika portal-portal media online mengcopas ditambah clickbaits.  Tidak ada media yang mewawancara saya terlebih dahulu ke saya kecuali satu media yang menghasilkan tulisan berkelas dengan data komprehensif ini .   Well, ada juga yang sempat email ke saya untuk meminta wawancara, tapi belum sempat saya jawab, sudah menurunkan berita duluan selang sejam setelah saya posting foto di bustrans Jakarta .  Selebihnya... Tidak ada yang konfirmasi terlebih d...

Industri Fashion dan Harga Jujur

Saat tulisan viral “Istri Direktur” sedang hangat2nya, di antara ratusan pesan yang masuk, saya menerima sebuah pesan pribadi dari follower Instagram . Tulisan panjang dalam Bahasa Inggris itu intinya mengatakan, bahwa dia juga seorang yang hemat namun tidak akan mau beli baju seharga 50ribu karena itu berarti tidak menghargai pekerja garmen lokal. Dia menyarankan saya meluangkan waktu untuk survey berapa upah para pekerja konveksi rumahan. Industri Fashion Kira2 begini deh ekspresi saya saat membaca pesan dan sarannya. Poker face. Ehehehe. Saya katakan terima kasih atas concernnya. Tapi tidak perlu mengajari saya berapa upah pekerja garmen lokal, sebab mama saya pernah menjadi bagian dari mereka. Ya, waktu saya kecil, mama saya adalah penjahit konveksi rumahan, sampai sakit maag karena lupa makan demi mengejar target borongan. Upahnya memang kecil, tapi cukuplah untuk membantu perekonomian keluarga. Tahun 2008 hingga 2010 saya juga sempat terjun ke industri fas...

What I Learned from Timothy Tiah - Founder of Nuffnang

Last Sunday when I entered VIP room at JWEF , I was introduced to this guy with his mini version boy on his lap, and his pretty wife with white top and red skirt. We had chit chat and he told me he’d be in Jakarta this Tuesday, and I told him that we’d have 57th #Startuplokal Monthly Meetup on Tuesday night.  To be really honest, only a very few did I know about him until he shared his amazing story on JWEF stage a few minutes later, and get inspired that I took note and now share this with you all.  Timothy Tiah founded Nuffnang with Cheo Ming Shen at 2006 when he was 22 years old, with 150k RM startup capital, partly borrowed from his father. He simply founded it because there’s nobody built it before, while the demand was actually there. The site was launched in February 2007. Sales ≠ cashflow On earlier years, although Nuffnang sales highrocketed, the cashflow was poor. At one point he only has 5k left in bank, while there were invoices need to be paid out urgently. He came to Hon...

Broadway & Lo-Deh

We spent the afternoon around Alam Sutera today because my eldest had a hangout date with a friend. While dropping her off, I sneaked in a quick errand to Vintage Vibes Broadway to drop some preloved items. I’ve been consigning there for years now. It’s almost a ritual. End of year equals decluttering season. Sorting through things forces me to ask honest questions. Do I still need this or is it ready to have a new life with someone else. Some items get sold, some get donated, and somehow my head always feels lighter along with the shelves. While waiting, the youngest sat with daddy, wrestling numbers and fractions like a true year end plot twist. Math lessons in public spaces have their own soundtrack. Scribbling, deep sighs, and occasional I think I get it now followed by wait no I don’t. All that while sitting in front of coffee shop, ordered their signature coffee and tea, and our daughter bought iced chocolate from the shop next door.  When the hangout was done, we decided t...

Perawatan wajah dan cerita masa muda

Andaikata blog dan social media saya punya semacam FAQ (Frequently Asked Question, alias pertanyaan yang paling sering ditanyakan), sudah pasti di urutan pertama akan bertengger pertanyaan: "Pakai produk perawatan wajah apa?"  Banyaaaakkk banget follower instagram / facebook / twitter saya yang nanya gitu, dan minta saya mengulasnya. Saya bilang sabar, tunggu tanggal mainnya. Tapi sebelum saya jawab pertanyaan itu, saya mau mengenang masa muda dulu ah..  Jadi begini cucuku... Waktu pertama kali ngeblog 15 tahun lalu , usia saya masih 21 (yak silakan dihitung usia saya sekarang berapa, pinterrrr). Jadi jangan heran kalo gaya bahasanya masih 4I_aY 4b3zzz.. (eh ga separah itu juga sih, hehe). Tapi ekspresi nulisku di masa-masa itu masih pure banget, nyaris tanpa filter. Jadi kalo dibaca lagi sampai sekarang pun masih berasa seru sendiri. Kayak lagi nonton film dokumenter pribadi. Kadang bikin ketawa ketiwi sendiri, kadang bikin mikir, kadang bi...

Year End Reflection Ritual : 2025 - 2026

I came across Mel Robbins’ year end reflection ritual, six questions she has been answering for the past twenty two years. Six questions sound harmless, almost cute. Like a magazine quiz that ends with “you are a sunflower.” But once I started answering them honestly, I realized this was not a personality test. This was an emotional audit. Let’s start with the hardest one. The low points of the year. There were some. Actually, quite plenty. I can say this without drama now, but 2025 has been my lowest year since 2013. That year taught me survival. This year tested endurance. One of the heaviest moments came quietly, from a place I never expected to reach our home. It felt like standing in the middle of a storm that wasn’t ours to begin with, yet somehow found us anyway. My husband chose to stay when it would have been easier to leave, to keep holding the bridge together so others could cross safely. Opportunities passed by, shiny and tempting, but he remained where he believed responsi...

Jangan Lupa Jadi Istri

Saat berada di Malang untuk mengunjungi salah satu perusahaan yang kami invest beberapa waktu lalu, secara spontan saya dan suami diminta untuk sharing tentang #CoupleGoals : An Inspiring Story from Dreamable Couple. Without preparing anything, it turned out to be an intimate sharing sessions that we enjoyed much.  Pada sesi yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam itu, kami bercerita banyak soal perjalanan kami berdua sebagai pasangan, mulai dari nol hingga sekarang, jatuh bangunnya, tips dan saran, dan menjawab pertanyaan dari para peserta.  Jawaban dari beberapa pertanyaan  sudah pernah saya tulis di blog ini, seperti:  Marriage Tips Finding The Right One Women are like cars? 8 Tips Untuk Istri Agar Suami Tenang Bekerja Jaga kesehatan pernikahan seperti menjaga kesehatan badan Senang bisa sharing di Malang bareng @nataliardianto tentang random things, mulai dari history, love story, relationship, marriage, struggles, financia...

Roadtrip With No Deadline and Plenty of Snacks

Road trip day! We hit the road at 8 a.m., thirty minutes later than planned. But honestly, who cares? There was no deadline, no race to win. As long as everyone was accounted for and nothing important was left behind, we were good. Bonus point: I actually slept well the night before, which meant as the navigator of this journey, wasn’t half-asleep behind the wheel feels like small but crucial victory. Our first stop was at 9:30 a.m. at KM 57 rest area . The reason was simple and non-negotiable: coffee. My husband also needed to stop to do some office transfers, because work apparently travels with you now. While he was busy, I took Coffee Kenangan promo : buy two Toffee Nut Lattes , get one Americano free. Perfect timing, because my mom had specifically requested an Americano. Total damage: 50k. Cheap joy is still joy. While my husband was still glued to his phone, I dragged my mom to participate at Jasa Marga survey . The prize? An umbrella. She was ridiculously happy because, surpri...

Tekad Hidup Lebih Sehat

Sabtu 6 Juli lalu, kami sekeluarga sedang terjebak kemacetan di tol menuju Bandung, ketika tiba-tiba papa mertua menelpon: mama mertua terkena serangan jantung, dan sempat hilang nafas sampai harus dipompa jantungnya! Langsung kami cari jalan keluar tol, putar balik menuju Jakarta. Ketika tiba di rumah sakit, beliau masih diisolasi di ruang ICCU dan belum boleh dijenguk. Kami baru bisa menjenguk beberapa jam kemudian, itupun hanya keluarga inti yang boleh masuk. Di ruang ICCU yang dingin itu, beliau tidak diperbolehkan bicara terlalu banyak, supaya jantungnya tidak bekerja terlalu keras. Tangan kanannya menggenggam tangan suamiku, tangan kirinya menggenggam tanganku, lalu berkata… “Ampuni mama ya, Mas…” “Ampuni mama ya, Mbak…” “Jaga pernikahan, yang rukun...” Beliau menangis, suamiku menangis, aku menahan tangis… sambil mengusap kening beliau dan bilang, “Mama pasti sembuh.. banyak sekali yang mendoakan mama.. yang penting mama semangat ya”. ...