Jangan Lupa Jadi Istri

Friday, February 09, 2018



Saat berada di Malang untuk mengunjungi salah satu perusahaan yang kami invest beberapa waktu lalu, secara spontan saya dan suami diminta untuk sharing tentang #CoupleGoals : An Inspiring Story from Dreamable Couple. Without preparing anything, it turned out to be an intimate sharing sessions that we enjoyed much. 

Pada sesi yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam itu, kami bercerita banyak soal perjalanan kami berdua sebagai pasangan, mulai dari nol hingga sekarang, jatuh bangunnya, tips dan saran, dan menjawab pertanyaan dari para peserta. Jawaban dari beberapa pertanyaan  sudah pernah saya tulis di blog ini, seperti: 





Salah satu jawaban yang belum pernah saya tulis di blog ini adalah point tentang betapa pentingnya peran menjadi istri bagi wanita bersuami. Sebab seringkali, ketika sudah menjadi ibu, wanita kadang lupa perannya sebagai istri. Ayo jujur, siapa yang lebih sering menomorsatukan anak di atas kebutuhan suami? 💁 

Padahal ketika hubungan wanita sebagai istri dengan suami baik, maka hubungannya sebagai ibu dengan anak pun akan baik, dan anak juga pasti senang melihat orangtuanya rukun. Kalau hubungan ke anak baik tapi ke suami tidak baik, anak2 juga bisa ikut merasakan lho. 



Kalau ikutin nasihat orangtua jaman dulu, istri yang baik itu adalah yang lihai di dapur, ruang tamu, dan tempat tidur. 🙈  Kedengarannya kuno, tapi ada benarnya juga sih. Meskipun para feminist mungkin nggak setuju dan akan berargumen soal kesetaraan. Tapi bagi saya, melayani suami itu bukan tuntutan atau tekanan, tapi kepuasan dan kebanggaan. 

Hanya saja, sebagai wanita modern kan kita nggak selalu bisa atau suka jadi pembantu di ruang tamu, koki di dapur, dan pelacur di tempat tidur ya 🙅  Tenang, kita nggak perlu kok menerjemahkannya secara harafiah, tapi bisa juga memodifikasinya sesuai keadaan jaman sekarang. 

Nah, berikut ini versi saya, dan seperti biasa, saya kasih contohnya juga biar ada gambarannya ya... 


Maid in the Living Room

Intinya adalah gimana caranya bikin suami betah begitu dia pulang ke rumah.

Contoh: 
  • Seaktif apapun anak-anak sampai rumahnya berantakan kayak kapal pecah, begitu menjelang waktunya suami pulang, saya usahakan rumah sudah selesai dibereskan (dengan melibatkan anak-anak dan asisten rumah tangga). Jadi begitu suami tiba di rumah, paling nggak lantainya masih enak untuk diinjak dan nggak kesandung mainan di mana-mana 😂 
  • Setelat apapun suami pulang, meski itu sampai lewat tengah malam, saya usahakan sayalah yang membukakan pintu untuknya. Sebab saya punya ritual peluk cium suami ketika dia pulang. Jadi begitu suami tiba di rumah, setelah melewati hari yang panjang, dia akan merasa diterima di istananya dengan penuh cinta. Cieee... 💏


Chef in the Kitchen

Intinya adalah gimana caranya bikin suami doyan makan dan kenyang. 

Contoh: 

  • Saya bisa masak, tapi nggak jago2 amat, dan nggak begitu hobi juga. Suami juga kayaknya nggak terlalu doyan masakan saya, hahaha. Sejak punya asisten rumah tangga yang jago dan hobi masak, saya delegasikan pekerjaan masak memasak ke dia. Dalam sehari, dia biasa masak pagi dan sore, dan masing2 ada 3-5 jenis makanan :D 

  • SOP dari saya ke ART: sebelum kami beraktivitas harus sudah tersedia sarapan. Bersih2 bisa belakangan, yang penting nggak ada yang kelaparan. Kalau makan di restoran, perhatikan menu yang dipilih suami dan anak2. Google resepnya, kirim ke whatsapp ART, minta dia bikinin. Kadang dia inisiatif sendiri cari resep di Youtube 📱


Whore in the Bedroom 

Intinya adalah gimana caranya bikin suami bergairah di ranjang. 

Contoh: 
  • Saya nggak punya daster, tapi lingerie sekoper, lol 👙  Bagi saya, lingerie itu ibarat kotak/bungkus kado. Semakin menarik, semakin penasaran apa isinya, semakin nggak sabaran bukanya :D Baju luaran boleh murah2, tapi khusus pakaian dalam dan lingerie, saya sulit berkompromi. Sebab underwear dan lingerie adala koentjie 😉
  • Percuma lingerie seksi kalau isinya nggak terawat 🙊  Untuk menjaga kebersihan organ intim, saya suka pakai pembersih kewanitaan. Di antara banyaknya pilihan, yang paling saya suka adalah Resik V Godokan Sirih, karena pertama dan satu-satunya yang terbuat dari air rebusan daun sirih asli, jadi aman dipakai sehari-hari.

    Saya punya sih pohon sirih di rumah, tapi males aja harus rebus dulu berjam-jam sampai airnya surut dan siap dipakai. Nah Resik V Godokan Sirih ini proses pembuatannya sama persis: daun sirih pilihan dicuci dan direbus dengan air, baru kemudian dikemas ke dalam botol 100ml.


    Setiap wanita yang sudah menstruasi, apalagi ibu baru yang masih dalam masa nifas, perlu banget bersihin area kewanitaannya karena rentan terkena infeksi akibat penggunaan pembalut, aktifitas yang padat, dan faktor hormonal. Godokan sirih itu antiseptik alami untuk atasi keputihan, karena sudah teruji secara mikrobiologi membunuh biang keroknya, si jamur candida albicans. 

    Kalau packagingnya sudah menarik, isinya juga bersih dan wangi, suami kan pasti hepi. Sebab faktanya adalah, berdasarkan penelitian yang melibatkan 5000 responden, kebutuhan utama pria dalam pernikahan apa coba? Yes: SEX. So jangan heran kalau suaminya "minta" terus, karena itu memang kebutuhan dasarnya 😎



Nah, itu versi saya. Versi tiap orang pasti bisa berbeda-beda, sesuai situasi dan kondisinya. 

Satu tips pamungkas dari saya: upgrade our service in regular basis. Iya, tingkatkan pelayanan ke suami secara berkala. Contohnya nih, dulu waktu masih sama2 berjuang dari nol, kita kerjain semuanya bareng. Saya masak, suami nyuci piring. Saya siapin roti buat sarapan, dia buatin susu/teh/sereal buat minuman. Saya nyuci & jemur, suami nyetrika sambil nonton Desperate Housewives bareng 😄

Sekarang puji Tuhan kehidupan sudah lebih mapan, saya meng-hire asisten rumah tangga dan asisten pribadi untuk memudahkan segala urusan. Kalau dulu semuanya serba dikerjakan sendiri, sekarang sudah bisa delegasi. Bahkan untuk urusan perbankan, kami tidak pernah lagi ke bank, semua sudah ditangani Personal Banker atau Relationship Manager yang siap sedia hingga datang ke rumah untuk minta tandatangan. ✍

Ketika pelayanan di luar sana sudah sampai selevel itu, maka saya tidak boleh lengah melayani suami dengan standar lama. Saya juga harus meningkatkan pelayanan sesuai dengan levelnya saat ini. Ibaratnya nasabah prioritas atau solitaire, kalau dilayani dengan standar pelayanan nasabah reguler ya sudah nggak cocok lagi. Jangan sampai nasabahnya lari ke tempat lain yang menawarkan pelayanan lebih prima. 💃



Cheers,
Nuniek Tirta 


You Might Also Like

5 comments

Subscribe