Nuniek.com

I'm Nuniek Tirta, an Indonesian woman living in Jakarta.

Indonesia digital industry's networker, @startuplokal initiator, @Octovate Network Relationship Manager, @nataliardianto lover, M&V mother, JC follower, and a magister student in counseling study.

This blog is made to capture moments in my life, thoughts in my mind, observation upon surroundings, and anything that catches my interest. My biggest interest is human and travel.

Feel free to drop me an email to nuniek at nuniek.com =)
Recent Tweets @
Posts I Like
Who I Follow

Pesta ultah dadakan sepupu malam ini, baru ngundang habis maghrib, dan yg ngumpul segini banyak :)

Semalem juga ultah keponakan, baru ngundang 2 hari sebelumnya, yg ngumpul lebih rame lagi :)

Itulah untungnya kalo sekomplek bareng 10 keluarga bersaudara ^.^ – View on Path.

Hasil midtest kk M:

IPS 94
Math 89
PKN 88
Science 85
Bahasa Indonesia 79

Tinggal English, Mandarin, dan Komputer yg belum dibagiin.

Ngga sia2 mommy kosongin jadwal selama ujian :) – View on Path.

Nemu tulisan bagus, repath ya Ana.
———————————————-

"Gak tau ini udah repost ke berapa kalinya di timeline gw hari ini, tapi rasanya sayang juga kalo dicuekin, karena berita bermuatan norak seperti inipun sebenarnya bisa diambil hikmah dan nilai edukasi bagi yang mau belajar.

Gw pernah nulis di postingan tentang jomblo. Kalo jodoh pasti bertemu, dan kalo gak jodoh ya masih bisa bertamu. Dan ini terbukti, sang mantan di berita ini dipertemukan di pelaminan dengan kekasihnya, tapi sebagai tamu. Sakitnya itu gak tau di mana. Dan gak tau siapa yang bisa disalahkan dalam hal ini, karena di beritanya gak detail disebutkan faktor penyebab penolakan lamaran si lelaki sampe harus move-on dan nikah dengan wanita lain.

Dalam adat kami di Sulawesi, memang ada istilah “uang panaik” yang kadang memberatkan bahkan bisa mematikan jodoh dengan sekali skak mat. Boleh jadi ini salah satu penyebabnya. Andai hukum adat seperti Undang-Undang yang bisa diamandemen, mungkin sudah lama dilakukan untuk menghapus pasal-pasal uang panaik ini. Musisi lokal Art2Tonic pernah membuat lagu yang salah satu liriknya “kalo mau protes soal uang panaik, ya protes aja sama nenek moyang”. Lagu humor satir ini jadi booming di seantero Sulawesi. Booming-nya lagu ini sebenarnya sudah bisa jadi parameter keresahan berjamaah bagi para jomblo, khususnya bagi yang Golkar (golongan kasep rabi) *translate in Javanese please*.

Apalagi standar uang panaik ini gak hanya mengikuti kurs rupiah, inflasi, dan deflasi, tapi juga sesuai klasifikasi pendidikan dan kelas sosial, yang secara gak langsung telah membentuk strata di masyarakat. *Anjrit, sok sosiolog banget dah gw, padahal wajah kriminolog, hiks..*

Tapi emang ini beneran. Entah apa esensi pernikahan dan pesan adat yang ingin disampaikan. Standar wanita kelas biasa itu di sini sekarang kalo gak salah mencapai nominal 30 juta-an, kalo sudah haji bisa 40-50 jutaan. Nah, kalo pendidikannya tinggi lain lagi. Yang sudah sarjana S-2 bisa sampe 50 juta. S-3 sampe 100 juta. Untung gak ada pendidikan sampe s-5. Emangnya Samsung?

Maka bersyukurlah gw dulu gak ada masalah di panaik, kebetulan nemu keluarga baik hati yang ngasih keringanan di pembiayaan, walaupun gak pake angsuran dan jatuh tempo.

Kembali ke soal berita di atas. Saat masih menjomblo dulu, gw sempat beberapa kali menghadiri pesta kawinan mantan. Dan memang rasanya mustahil untuk tegar. Keringat dingin membanjiri dan bulu kuduk merinding, susah dibahasakan, walau dengan bahasa Java Script sekalipun. Kurang lebih sama kayak perasaan nahan boker di jalan tol. Bohong kalo ada yang bilang tegar saat menghadiri kawinan mantan, meski misalnya wedding singernya Ully Sigar Rusadi sambil nyanyi: Tegaaaaar..!! Tegaaaar..!!
Kalo udah gitu, untuk menutupi perasaan, biasanya gw lampiaskan dengan makan yang banyak dan ngisi angpaw dikit. Rasain..!

Emak gw pernah cerita, di kampung dulu, di daerah bernama Salabangka, Sulawesi Tengah, pernah ada kejadian heboh seperti berita ini. Adegannya lebih mengharukan dari berita di atas, bahkan lebih filmis dari adegan Rahul saat datang dan nyanyi di pesta nikahan Anjali dalam film Kuch-Kuch Hotta Hai.
Alkisah seorang pemuda yang masih terhitung paman gw juga, datang ke pesta nikahan kekasihnya yang dijodohkan secara paksa dengan orang lain. Si pemuda datang gak tangan kosong, tapi dengan membawa sebuah biola. Saat resepsi berlangsung, si pemuda memainkan biolanya di hadapan tamu. Musiknya menyayat-nyayat. Emak gw jadi saksi hidup peristiwa itu. Entah karena galau, terbawa perasaan atau gimana, pengantin wanita tiba-tiba kabur dari kursi pelaminan dan melompat keluar jendela, ogah melanjutkan prosesi pernikahan. Padahal endingnya si pemuda itu konon menikah juga dengan orang lain. Ya namanya juga jodoh, only God knows.

Cerita ini akhirnya jadi semacam legenda cinta heroik di kampung yang diceritakan turun-temurun. Kayaknya gak bakal terulang lagi kisah seperti itu. Untung paman gw itu hidup di jaman lampau, setidaknya bisa memberi kami kisah hikmah, karena andai beliau hidup di jaman sekarang mungkin beliau dan biolanya mentoknya hanya di Indonesia Mencari Bakat.

Selain uang panaik, garis keturunan juga jadi faktor penghalang perjodohan. Gak heran tante-tante gw di kampung banyak yang nasibnya berakhir dengan pangkat Pratu, alias perawan tua. Bahkan bapak gw aja dulu saat datang melamar emak gw, menurut cerita emak gw beliau sambil menaruh sepucuk revolver di atas meja calon mertua, mengingat keluarga emak gw juga dulu tergolong penganut hukum adat yang keras. Kakek gw sampe keder dibuatnya. Berani nolak? dor!

Ini sebenarnya mindset yang perlu diubah, dan sudah tugas kita untuk memulainya. Mau perkara adat kek, garis keturunan kek, garis khatulistiwa kek, kalo orangnya baik dan agamanya oke, ngapain nunggu lama? Toh agama sudah memudahkan, gak bijak kalo kita sok menyusahkan. Takut kualat? insyaallah yakin aja nggak.

Buat yang jomblo, poin yang bisa diambil dari cerita ini kalo pacaran itu jangan kelamaan, cukup taaruf aja. Seperti kata pepatah “Tak Kenal Maka Taáruf”.
Tuh Pevita Pearce aja nunggu diajakin taaruf.

Diluar dari urusan uang panaik, keturunan, atau apapun, ketegasan dalam membangun komitmen dan komunikasi itu yang penting. Buat yang cewek gak usah tunggu yang mapan, karena kebanyakan yang mapan itu biasanya suami orang.
Yang cowok juga harus punya keberanian. Jangan cuma bisa ngasih kode, karena anda itu calon suami, bukan tukang vocer pulsa..”


Sumber : Arham Kendari
https://m.facebook.com/photo.php?fbid=10152534677349531&id=623974530&set=a.444733619530.240050.623974530 – View on Path.

GLOBAL ENTREPRENEURSHIP WEEK INDONESIA SUMMIT 2014
Friday, November 21 2014
Ciputra Artpreneur, Ciputra World 1 Jakarta, Retail Podium Level 13 


Bulan November ini jutaan entrepreneur muda dari seluruh dunia akan bergabung dalam sebuah gerakan global untuk melahirkan kreativitas baru dan menemukan inovasi-inovasi tercanggih di berbagai bidang. Lebih dari 130 negara di dunia secara serentak akan menjadi tuan rumah Pekan Entrepreneurship Dunia; sebuah inisiatif global untuk menginspirasi generasi muda dalam berimajinasi dan berkreativitas yang akan menciptakan inovasi – inovasi baru dan unik sebagai wujud impian serta alternatif untuk menciptakan pekerjaan bagi diri sendiri ataupun orang lain.


Berbagai program dan kegiatan baik yang bersifat lokal ataupun nasional yang dirancang secara khusus untuk Pekan Entrepreneurship Dunia di setiap negara anggota. GEW bertujuan untuk menjembatani para entrepreneur muda dari berbagai kalangan untuk mempertemukan dan mengeksplorasi potensi yang mereka miliki untuk dikembangkan secara kreatif dalam menciptakan inovasi - inovasi baru dan unik yang sebelumnya belum dikenal oleh pasar dan masyarakat pada umumnya. Berbagai kalangan dan lapisan masyarakat diundang untuk mengambil bagian dalam perayaan pekan entrepreneurship ini, termasuk diantaranya para murid sekolah, mahasiswa, guru, dosen, entrepreneur, pemimpin usaha, pejabat pemerintahan, media ataupun segenap komunitas, organisasi sosial dan perkumpulan.                                             


Global Entrepreneurship Week Indonesia Summit 2014 yang akan diselenggarakan 21 November 2014 di Ciputra Artpreneur merupakan sebuah penutupan dari seluruh rangkaian kegiatan GEW Indonesia selama tahun 2014 ini. Acara ini akan di isi dengan Confrence, Talk-a-thon dan StartUpExpo.


Beberapa pembicara di Summit ini  :

  1. Jeff Hoffman - Priceline
  2. Dane Stangler - Kauffman Foundation 
  3. Buke Chuhadar - GEW 
  4. Agus Nurudin - The Nielsen Company 
  5. Shinta Kamdani - Sintesa Group 
  6. Andi S Boediman - Ideosource
  7. Hadi Wenas - aCommerce
  8. Rama Mamuaya - DailySocial
  9. Natali Ardianto - Tiket.com 
  10. Vincent Iswaratioso - Indomog
  11. Steven Kim - Qraved.com 
  12. Antonius Taufan - Giftcard.co.id 
  13. Helma Kusuma - Freelancer 
  14. Cindy Djojonegoro - ANGIN
  15. Michelle E Surjaputra - Bonchon
  16. Ben Soebiakto - Octovate & KapanLagi Network 
  17. Anne Avantie 
  18. Stella Rissa 

 

And there will be 70 local startups to showcase their innovations and get connected to potential investors.

 

Save The Date!

 

D/date  : Friday, November 21st, 2014

Venue  : Ciputra Artpreneur Theater Jakarta
               Ciputra World 1, DBS Tower, 13th floor
               Jl. Prof. DR. Satrio. Kav 3-5
               Jakarta 12940, Indonesia

Time      : 7.30 AM – 5.00 P.M

 

ORDER your ticket NOW at http://j.mp/gew2014tiket 

 

Special price for students, teachers and lecturers : Rp. 50.000

Early bird : Rp. 150.000 (SOLD OUT)

Regular price  : Rp. 200.000 

 

Reserve your seat now and be part of this annual global entrepreneurship event!

 

Note: Kindly help to spread this good news to your network :) 

Alasan jadi entrepreneur jangan untuk cepat kaya. Saya mulainya ngga langsung entrepreneur, lulus kuliah saya ngajar, untuk ngasah kemampuan berkomunikasi saya. Freshgrad UI lain waktu itu gajinya rata2 3jt, saya digaji 1,5jt. Bahkan gaji istri saya waktu itu jauh lebih besar dari saya. Saya juga pernah bangun startup dan ngga digaji selama 6 bulan, padahal sudah punya anak istri, jadi waktu itu istri saya yg menafkahi saya dan keluarga. Tapi saya jadi tau wanita yg saya nikahi bukan wanita matre.
suami, yg kemudian menunjuk istri yg duduk di deretan paling depan
Tuhan saja menciptakan manusia butuh waktu 9 bulan baru sempurna, kita manusia kalau baru setahun membangun usaha mau langsung sempurna ya prematur, dan biasanya kalau prematur itu kurang sehat.
@AndiMattuju

Hello, Makassar! (at Sultan Hasanuddin International Airport)

Conversation with curly girl today.

"Mom I made a laptop."
“Oh, cool!”
“It’s Berniaga.com”
“Why not Tiket.com?”
“Because it’s for goods”
“But there’s ‘tiket hotel’ here”
“Yeah but Tiket.com doesn’t sell pants”

😂😂😂

#lifewithkids #parenting #MnV – View on Path.

Tematik itu integrasi dari 5 mata pelajaran:

Bahasa Indonesia
Matematika
PPKN
Seni Budaya dan Prakarya
PJOK

Kalau diperhatikan, V agak “lemah” di sini terutama PPKN dan Bahasa Indonesia. Mommy ajarinnya juga agak susah karena bahasanya kebanyakan cenderung “abstrak”.

Btw, ada yg bisa bantu jelasin ngga:

Bahasa Indonesia subtema 1.1.1
Mengagumi bahasa Indonesia sebagai anugerah Tuhan YME. Kenapa? Bukankah bahasa itu buatan manusia?

Matematika subtema 1.1.1
Menerima dan menjalankan ajaran agama yg dianutnya. Wait, ini subtema matematika atau agama? Bagaimana korelasinya?

#seriusnanya #bukanuntukdijudge – View on Path.

V’s midtest results:

english 100
maths 100
science 100
mandarin 97
tematik2 93,5
tematik1 80,1 

Pays off the effort!

👍👍👍 – View on Path.