Wednesday, May 20, 2015

[gallery]

Tepat tiga tahun lalu saya pernah menulis Marriage Tips, tahun ini rasanya saya punya satu poin penting yang bisa saya tambahkan:



Jaga kesehatan pernikahan seperti menjaga kesehatan badan.



Apa artinya?



Pernikahan, sama seperti badan, tidak selamanya fit. Pasti ada masanya kurang sehat dan jatuh sakit. Namun ketika kita kurang sehat, apakah berarti kita langsung mati? Nggak kan. Jadi, pandang masalah dalam pernikahan seperti kita memandang masalah kesehatan badan.



Untuk mempermudah, bikin aja parameter sesuai indikasinya. Misalnya..



Bete2an karena hal remeh temeh = pilek. Orang pilek obatnya apa sih? Cukup istirahat aja kan. Jangan lebay dikasih infus. Nah sama, kalo lagi bete2an, give space masing2 aja dulu. Gak usah lebay langsung minta cerai :))



Konflik karena suatu masalah = DBD. Obatnya? Musti diopname ya, jangan didiemin aja. Kalo gak disembuhin bisa mewabah ke anggota keluarga lain bahkan tetangga. Nah sama, kalo lagi ada konflik, harus dibahas tuh. Jangan dicuekin dan berharap hilang sendiri masalahnya. Kalo nggak diselesaikan imbasnya bisa ke anak atau saudara.



Kisruh karena orang ketiga = kanker. Mau gak mau, yang namanya kanker kan harus diberantas. Bukan berantas pernikahannya, tapi berantas hubungan dengan orang ketiganya. Sama seperti cancer survivor, Anda pun bisa bertahan dan lulus ujian setelah cobaan. Kecuali kalau salah satu pihak tidak mau kankernya diangkat, apa boleh buat :(



Sama seperti penyakit yang ada macam2 jenisnya, masalah dalam pernikahan juga ada buanyakkk banget jenisnya. Kamu dan pasangan yang paling tau seberapa skalanya. Tiga di atas itu hanya contoh paling gampang aja.



Now this is the tricky part: gimana cara bedain antara hal remeh temeh, konflik, dan masalah besar?



Untuk menjawab itu, biasanya saya mengajukan pertanyaan ini ke diri sendiri: kalo hal ini nggak dibahas sekarang sama pasangan, kira2 bakal ganggu nggak di masa mendatang?



Kalo jawabannya:



- Gak sih, gak penting. Ya udah gak perlu dibahas. Berarti masuk kategori pertama.
- Gak ganggu2 amat sih, tapi bisa ganggu juga kalo diulang2 terus. Berarti masuk kategori kedua.
- Ganggu banget! Bahaya kalo gak ditanganin. Ya harus diomongin. Berarti masuk kategori ketiga.



Konsep yang saya pikirkan sejak sekitar 1,5 tahun lalu ini sangat membantu saya memilah mana masalah yang perlu ditangani dan mana yang tidak perlu diperpanjang. Semoga konsep ini juga berguna bagi pasangan lainnya :)



Happy wedding anniversary, my love. Let’s hit Maldives! <3

You Might Also Like

0 comments

Subscribe