How to Find the Root Cause Using 5 Whys Technique - Mencari Akar Masalah Menggunakan Teknik 5 Kenapa

Tuesday, September 15, 2015

Pulang sekolah, sambil makan si bungsu (7thn) mengeluarkan pernyataan:

“Mom, I don’t like Monday”

Hmm… Saya berhenti sejenak dari kegiatan memilah baju kotor untuk dicuci. I decide to use 5 Whys Technique to understand her problem. 

image

Image taken from here.

“Oh, you don’t like Monday” (pertama saya paraphrase pernyataannya untuk memvalidasi feelingnya)

“Yes”

“Why?” (Why #1)

“Because I don’t like computer” (fakta pertama - muncul informasi yg dihapus dari pernyataan awal)

“Oh, I thought you like computer. Why you don’t like computer?” (Why #2)

“Because the teacher asked us to write down a story about human” (fakta kedua - muncul informasi yang terdistorsi)

“Hm.. Why you don’t like it?” (Why #3) 

“It makes me confused.” (fakta ketiga - muncul informasi yang digeneralisasi pada pernyataan awal)

“Oh, you’re confused. Why?” (Why #4)

“It is a story but the teacher asked us to write it all with capital letters, so weird. But I continued writing it the right way, you know, with capital on first letter and then small letters. I saved it and then I run away from the class.” (fakta keempat - muncul informasi lebih detail yang makin jauh dari pernyataan awal)

“Wow. Why did you run?” (Why #5 - sambil menahan tawa karena lucu bayangin dia lari)

“Takut salah semua. Heeheee” (fakta keempat - muncul informasi inti atau akar permasalahan, bahwa dia takut dibilang salah padahal menurutnya cara dialah yang benar, yaitu menulis cerita dalam bentuk paragraf dengan huruf besar di awal saja, bukan huruf besar semua)

Hehehe… That’s my super perfectionist OCD little curly girl :D 

Jadi bisa dilihat, akar masalahnya jauh banget kan dari pernyataan awal? 

image

Image taken from here.

PS: Teknik bertanya 5 Kenapa ini cocok diterapkan untuk menggali informasi yang terdelete, tergeneralisasi, dan terdistorsi. Bisa juga diterapkan untuk menetapkan pilihan. Namun KURANG COCOK diterapkan untuk proses konseling terutama pada permasalahan yg berat (karena bisa membuat orang merasa diinterogasi/disalahkan/dipojokkan). 

You Might Also Like

0 comments

Subscribe