Sadar Alergi

Wednesday, April 22, 2015

Minggu lalu saya jenguk adik bayi
keponakan baru yang sudah ditunggu-tunggu kehadirannya hingga 17 tahun. Yes, setelah
17 tahun menikah sepupu kami baru dikaruniai anak. Meski usianya lebih banyak dari
saya, namun sebagai ibu baru ia tak ragu bertanya kepada saya tentang
pengalaman memiliki bayi mulai dari soal ASI hingga alergi.

image

Saya ceritakan, kedua anak saya
termasuk rentan alergi. Si kakak, sejak kecil sudah mengalami dermatitis
atopik, yang ditandai dengan alergi pada pipi dan (maaf) pantat. Dia tidak bisa
kena tumpahan air susu di pipinya, tak lama kemudian pasti merah-merah. Dan
ruam pada pantatnya seringkali disebabkan oleh popok yang tidak diganti dalam
jangka waktu 2-3 jam, atau alergi pada bahan diapers merk tertentu. Efeknya
bagi kami orangtuanya tentu di biaya ekstra beli diapers dengan harga lebih
mahal :D

image

Sedangkan si adik lebih parah
lagi, pada 1 tahun pertama dia tidak bisa menerima asupan susu selain ASI. Saking
parah alerginya, ia pernah muntah-muntah hingga harus diopname 2x saat usianya
kurang dari setahun. Ada bagusnya sih, jadi sesuai dengan imbauan pemberian ASI
exclusive. Tapi masalahnya, saat itu saya bekerja. Sedangkan ASI saya tidak
bisa diperas meski sudah coba berbagai macam cara. Bayangkan, 1 jam perah ASI
hanya dapat maksimal 20 mili! Andaikata saya memeras dalam waktu 8 jam sehari,
hanya dapat 160 mili. Sedangkan kebutuhan si adik tentu lebih dari itu dalam
sehari.

image

Jadi solusinya tak ada cara lain,
si adik terpaksa saya ajak ngantor setiap hari demi bisa mendapatkan ASI.
Selama 6 bulan ia ikut saya ke kantor, tidur di ruangan saya yang cukup nyaman,
dan mendapatkan ASI sebanyak yang ia butuhkan. Saya bersyukur bos saya saat itu
sangat pengertian. Ia bahkan memberikan saya cuti tambahan (unpaid leave)
hingga si adik bisa ditinggal bekerja kembali. Namun setelah cuti usai saya
tetap memutuskan untuk berhenti bekerja demi kedua anak yang masih kecil.

image

Dari pengalaman tersebut, saya
belajar betapa penting bagi kita para orangtua untuk sadar alergi sejak dini.
Sebab faktanya, 1 dari 5 anak terkena alergi. Oleh karena itu para ortu sangat perlu tau apa saja gejala alergi dan seperti apa tanda umum alergi. Selain itu juga penting untuk mengecek resiko alergi pada calon bayi, pada anak, dan pada diri sendiri. Semua info tersebut bisa didapatkan di website sadaralergi.com   tanpa perlu registrasi atau log in. Praktis, dan tentunya gratis =)

You Might Also Like

0 comments

Subscribe