
Andaikata blog dan social media saya punya semacam FAQ (Frequently Asked Question, alias pertanyaan yang paling sering ditanyakan), sudah pasti di urutan pertama akan bertengger pertanyaan:
"Pakai produk perawatan wajah apa?"
Banyaaaakkk banget follower instagram / facebook / twitter saya yang nanya gitu, dan minta saya mengulasnya. Saya bilang sabar, tunggu tanggal mainnya. Tapi sebelum saya jawab pertanyaan itu, saya mau mengenang masa muda dulu ah..

Jadi begini cucuku...
Waktu pertama kali ngeblog 15 tahun lalu, usia saya masih 21 (yak silakan dihitung usia saya sekarang berapa, pinterrrr). Jadi jangan heran kalo gaya bahasanya masih 4I_aY 4b3zzz.. (eh ga separah itu juga sih, hehe). Tapi ekspresi nulisku di masa-masa itu masih pure banget, nyaris tanpa filter. Jadi kalo dibaca lagi sampai sekarang pun masih berasa seru sendiri. Kayak lagi nonton film dokumenter pribadi. Kadang bikin ketawa ketiwi sendiri, kadang bikin mikir, kadang bikin sedih... Campur aduk. Di sepanjang tahun 2002 itu memang seperti roller coaster. Punya banyaaaakkk banget temen dan banyaaaakkk banget yang menggebet tapi hati mentok ke satu orang doang. #eaaaa Seru deh.


Dari segi karir juga nggak kalah determined. Sejak usia 9 tahun udah tau pingin jadi sekretaris, karena mikirnya sekretaris itu pasti dibutuhin semua perusahaan jadi bisa masuk ke bidang apa aja. Jadi ketika temen2 lanjut ke SMA, saya lanjut ke SMEA (sekarang namanya SMK) jurusan sekretaris. Pas lulus, yg lain berlomba2 ikut UMPTN (sekarang namanya SBMPTN -eh bener ga ya? Ganti2 mulu sih), saya kekeuh cuma mau ikut tes masuk Aksek/LPK Tarakanita. Saya bilang, kalo ga lulus mending ngulang tahun depan sampe masuk. Untungnya sekali tes langsung lulus. Belum lulus kuliah, saya udah diterima kerja. Jadi paginya masih ikut ujian hari terakhir, siangnya langsung masuk kerja hari pertama :))

Sudah tercapai cita2 jadi sekretaris, pengen upgrade lagi ke tingkat lebih tinggj. Lanjutlah kuliah Sabtu Minggu jurusan PR & Marcomm dengan biaya sendiri. Gaji sebulan waktu itu cuma 1,5jt dipakai buat bayar uang kuliah 850rb :)) Terus pindah kerja ke perusahaan lama jadi Marcomm dengan gaji naik banyak, alhamdulillah. Terus dibajak ke perusahaan minyak, naik lagi lebih banyak, haleluyah! Setelah belasan tahun berkarir jadi pekerja kantoran, terpaksa berhenti demi anak kedua yang sering dehidrasi karena tidak bisa minum selain ASI dan tidak bisa diperah. Tapi justru ketika saya berani meninggalkan zona nyaman, Tuhan menempa saya agar dipersiapkan memenuhi rencana-Nya yang lebih besar. Jadi, tidak ada penyesalan.
Kalo ada satu hal yang musti saya sesali pada usia 20an, mungkin adalah kurangnya jalan-jalan. Jadi memasuki usia 30 saya bikin cita-cita perbanyak traveling, ehhh sekarang hampir setiap minggu traveling. Minggu lalu ke Bali, minggu ini ke Silangit, minggu depan ke Makassar, minggu depannya lagi ke Jogja. Full sampai akhir tahun :)) And guess what? Hampir semuanya gratis, malah dibayar karena diundang sebagai pembicara. Trus kalo dulu kerja buat belanja, eh sekarang belanja buat kerja :))
Kalo ada satu hal yang musti saya sesali pada usia 20an, mungkin adalah kurangnya jalan-jalan. Jadi memasuki usia 30 saya bikin cita-cita perbanyak traveling, ehhh sekarang hampir setiap minggu traveling. Minggu lalu ke Bali, minggu ini ke Silangit, minggu depan ke Makassar, minggu depannya lagi ke Jogja. Full sampai akhir tahun :)) And guess what? Hampir semuanya gratis, malah dibayar karena diundang sebagai pembicara. Trus kalo dulu kerja buat belanja, eh sekarang belanja buat kerja :))

Nah karena habis nikah nggak sempat bulan madu, jadi kita "membalasnya" dengan cara bulan madu tiap tahun pas ulang tahun pernikahan. Nah seperti biasa aku pasang target lagi kan, pokoknya tahun 2016 mau bulan madu ke Maldives. Ehhh kesampaian lagi, malah kecepetan 2 tahun! Next target hornymoon ke Greece, insya Allah kesampaian tahun depan (udah beli tiketnya, yay!). Lalu pernah juga mimpi pingin ke Amerika, udah nyiapin visa nih mau nebeng trip suami yang katanya bakal diundang Obama. Eh ndilalah suami belum jadi diundang ke sana, saya malah diundang duluan jalan-jalan ke Amerika gratis sama US Dept. of State, malah dikasih uang saku segala, selama hampir sebulan! Bukan cuma jalan-jalan, tapi juga dibukain networking ketemu orang-orang penting. Selain ke Amerika dan kota2 di Indonesia, saya juga pernah diundang ke Korea Selatan dan Irlandia, dengan semua biaya ditanggung pihak pengundang tentunya, karena peran saya sebagai salah satu inisiator komunitas startup terbesar di Indonesia, #Startuplokal Community.

Yah begitulah, ternyata seseru2nya hidup saya di usia 20an, masih lebih nyaman hidup di usia cantik sekarang, jadi buat apa ngayal balik lagi lebih muda ke 10 tahun lalu kan? Apalagi sejak 2 tahun lalu saya kuliah lagi S2 Psikologi Konseling dalam rangka Journey to the Peace of Mind. Ternyata hasilnya sangat berguna untuk perkembangan pribadi saya, termasuk self healing, acceptance, dan menemukan kedamaian pikiran (peace of mind). Hasil pembelajarannya yang biasa saya share di facebook atau tumblr saya, tak disangka banyak mendapat apresiasi positif dari teman2 dan followers saya. Tidak sedikit yang menyampaikan saya telah memberikan inspirasi bagi mereka. Alhamdulillah :)
Alrite, cukup segitu aja ya dongeng masa mudanya :))
Eh jadi dijawab nggak nih, saya pakai produk perawatan wajah apa? :D


Sebelum timeline ramai dengan #usiacantik sebenarnya sudah sejak 2 tahun lalu saya pakai produk ini. Gara2nya waktu balik dari Maldives, entah kenapa wajah saya jadi kusam banget. Saya pernah baca produk ini mengandung centella asiatica, pro-retinol A dan dermalift technology yang dapat mengurangi kerutan sebanyak 27% dan meningkatkan kekencangan sebanyak 35% di 8 zona utama wajah (dahi, di antara alis, kontur mata, kerutan ujung luar maya, pipi, garis senyum, rahang, serta leher). Kalau penasaran silakan dicoba sendiri: L'oreal Paris Revitalift Dermalift.

Hasilnya? Ya liat aja deh wajah saya di atas. #eaaa
DISCLAIMER: Postingan ini disponsori oleh L'oreal namun 100% opini pribadi dari lubuk hati.
DISCLAIMER: Postingan ini disponsori oleh L'oreal namun 100% opini pribadi dari lubuk hati.