Skip to main content
[gallery]

Benar2 tercerahkan oleh seminar BKK di Seminari Alkitab Asia Tenggara ini, khususnya di sesi terakhir tentang Penanganan Gangguan Memori Pada Anak. Bu Winny Soenaryo M.A., OTR/L menyampaikan materi ini dengan sangat baik dan menarik. Tahun depan ada kuliah intensif tentang ini dengan beliau, saya harus ikut!



Beberapa kali saya tertohok mendengarkan pemaparannya. Selain teori, juga langsung praktek dan simulasi, jadi semakin ingat. Saking terpesonanya, saya sampai tidak terpikir untuk memotret beliau. Pas mau posting tulisan ini baru nyadar :))



Beberapa poin penting yang sempat saya catat:



Istilah umum dalam Disabilitas Belajar:
Dyslexia (kesulitan membaca)
Dyscalculia (kesulitan berhitung)
Dysgraphia (kesulitan menulis)
Dyspraxia (kesulitan koordinasi motorik)
Auditory Processing Disorder (kesulitan memproses bahasa verbal)
ADHD (kesulitan memberikan dan mempertahankan perhatian dalam aktivitas belajar atau bermain)



Anak yang mengalami kesulitan belajar belum tentu adalah seorang disabilitas belajar. Disabilitas = sesuatu yang membatasi. Ada kriteria-kriterianya sebelum mereka didiagnosa.



Kebanyakan anak dengan learning disability memiliki IQ di atas rata-rata, tetapi mereka ada kesulitan tertentu dalam belajar.



Disabilitas belajar bukan karena mereka malas, tidak mau belajar, tetapi ada keterbatasan dan disefisiensi dalam otak mereka. Anak2 dengan disabilitas belajar ini bukan hanya kesulitan dalam belajar tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari mereka.



Tom Cruise memiliki kesulitan belajar. Dalam satu kesaksiannya ia bersyukur papanya tidak memaksanya berprestasi di sekolah karena ia sulit baca. Untuk menghafal script, ia menyewa orang untuk membacakannya sembari ia beraktivitas.



Albert Einstein pun begitu. Ia ditolong orangtuanya untuk mengatasi kesulitannya. Ibunya diberi surat oleh gurunya yang mengatakan anaknya punya masalah. Ketika Einstein melihat dan bertanya, ibunya hanya mengatakan tidak apa2, gurumu bilang kamu genius dan lebih cocok belajar di rumah. Padahal yang sebenarnya gurunya bilang Einstein adalah idiot.



Selain orangtua, peran guru untuk menolong anak2 dengan disabilitas belajar juga sangat penting.



Jangan terburu-buru mendiagnosa anak mengalami Learning Disability, sebab bisa saja anak hanya mengalami gangguan memori.



Kemampuan kognisi seseorang sangat dipengaruhi oleh memori mereka. Bagian atensi dan memori ini sejajar.



Short Term Memory (STM) –>> tersimpan kurang dari 15 detik



Long Term Memory (LTM) –>> tersimpan lebih dari 15 detik



Long Term Memory terbagi menjadi:



Episodic: menyimpan memori untuk peristiwa spesifik. Contoh: belajar untuk ulangan. Habis ulangan lupa :p



Autobiographical: fakta pribadi, pengalaman emosional yang signifikan. Contoh: memori masa kecil.



Semantic: tentang dunia sekitar dari pengalaman pribadi. Bersifat lifetime. Contoh: bahasa.



Procedural: jenis keterampilan yang bisa dilakukan secara otomatis. Contoh: nyetir, udah ngga pake mikir :))



Selain STM dan LTM, ada juga Working Memory (Memori Kerja). It works like Sticky Note. Working Memory adalah memori yang harus digunakan saat melakukan pembelajaran.



Kenapa anak ingat dengan detail waktu diajak jalan-jalan, tapi kalau belajar sering lupa? Karena anak cenderung kuat di memori personal dan lemah di memori fakta. Makanya kalo ngajarin anak pakai tools yang sesuai minatnya. Misal, anaknya suka komik, boleh tuh beliin buku komik pengetahuan (Seperti serial Why).



Anak-anak yang kesulitan mengikuti instruksi multi-step biasanya kesulitan dalam working memory.



Semakin teknologi berkembang menyebabkan semakin memori kerja berkurang, dan berakibat pada memori manusia menurun. Sedikit-sedikit cek gadget buat lihat nomor telepon, jadwal, mengingat sesuatu.



Overload informasi dapat menyebabkan memori menurun dan mengakibatkan zone out.



Cari tau strategi memorimu! Apa saja Strategi Memori yg bisa digunakan?



Repetisi. Menulis ulang, mengulang ucapan.



Pengelompokan. Metode chunking (memecah-mecah. Misal: 1234 567 890 instead of 1234567890). Bisa juga pengelompokan berdasarkan kategori (makanan, minuman, pakaian, dll).



Merangkai kata dalam kalimat dan kisah.



Memakai aritmatika. Memakai kartu-kartu untuk mengingat angka.



Metode merangkai cerita. Gunakan keyword untuk mengingat.



Metode mengingat lokasi (kemampuan spasial).



Menggambarkan informasi verbal. Gunakan petunjuk verbal.



Menggambarkan informasi visual. Gunakan petunjuk visual.



Describing & naming.



PENTING:



(!) Jangan paksa anak menggunakan strategi memori sesuai dengan strategi pilihan memori orangtua / guru! Karena tiap orang berbeda. Cari tau apa strategi memori yang sesuai dengan mereka, dan gunakan itu saat membantu mereka belajar.



(!!) Jangan memarahi anak ketika mereka bertanya. Apresiasi keingintahuan anak. Kalau nanya dimarahin, anak jadi males nanya lagi.



(!!!) Jangan bunuh curiosity dan critical thinking anak karena itu adalah skill yang sangat penting bagi bekal kehidupan mereka.



Duh, saya jadi pingin cepat sampai rumah dan peluk anak2 erat2! Minta maaf kalau selama ini mommy sering salah merespon :(



PS: Karena nggak ada foto dosennya, jadi pakai foto teman2 Studi Pastoral aja deh :)



Rabu, 8 Juni 2016
Nuniek Tirta Sari ~ otw home

Comments

Popular posts from this blog

Meeting Myself

Today was one of those Saturdays that felt full in the best way. I joined the Alphasmart Training Session as a Player, hosted by BWI , from 9 AM to 2 PM. Ten trainers and coaches were specially invited as VIP participants, and lucky me, I was one of them.  Some of the participants were blogger friends I’ve known since the early days of blogging more than a decade ago, while others I met for the very first time. Every single one radiated positive vibes and genuinely good energy. The mission of the day was simple but huge: to meet the most important person in our lives: ourselves. Sounds a bit dramatic, right? But oh, it worked. For two and a half hours, we laughed, we cried, and sometimes we did both at the same time. My big “aha” moment came during my very first card draw: wisdom. At first, I was drawn to the picture of a library (because books, duh), but what I got was a conversation with myself about the meaning of wisdom itself. How reading other people’s thoughts in their book...

Saya Nuniek Tirta, bukan ((hanya)) seorang Istri Direktur

Catatan penting: untuk mencapai pemahaman penuh, mohon klik dan baca setiap tautan.  Awalnya adalah pertanyaan . Membuahkan suatu jawaban .  Diposting di akun pribadi, seperti yang biasa saya lakukan sejak hampir 15 tahun lalu , bahkan sebelum Mark Zuckerberg membuat Facebook.  Jawaban yang juga autopost ke facebook itu menjadi viral, ketika direshare oleh lebih dari 20ribu orang, dengan emoticon lebih dari 38ribu, dan mengundang 700++ komentar. Kemudian menjalar liar, ketika portal-portal media online mengcopas ditambah clickbaits.  Tidak ada media yang mewawancara saya terlebih dahulu ke saya kecuali satu media yang menghasilkan tulisan berkelas dengan data komprehensif ini .   Well, ada juga yang sempat email ke saya untuk meminta wawancara, tapi belum sempat saya jawab, sudah menurunkan berita duluan selang sejam setelah saya posting foto di bustrans Jakarta .  Selebihnya... Tidak ada yang konfirmasi terlebih d...

Industri Fashion dan Harga Jujur

Saat tulisan viral “Istri Direktur” sedang hangat2nya, di antara ratusan pesan yang masuk, saya menerima sebuah pesan pribadi dari follower Instagram . Tulisan panjang dalam Bahasa Inggris itu intinya mengatakan, bahwa dia juga seorang yang hemat namun tidak akan mau beli baju seharga 50ribu karena itu berarti tidak menghargai pekerja garmen lokal. Dia menyarankan saya meluangkan waktu untuk survey berapa upah para pekerja konveksi rumahan. Industri Fashion Kira2 begini deh ekspresi saya saat membaca pesan dan sarannya. Poker face. Ehehehe. Saya katakan terima kasih atas concernnya. Tapi tidak perlu mengajari saya berapa upah pekerja garmen lokal, sebab mama saya pernah menjadi bagian dari mereka. Ya, waktu saya kecil, mama saya adalah penjahit konveksi rumahan, sampai sakit maag karena lupa makan demi mengejar target borongan. Upahnya memang kecil, tapi cukuplah untuk membantu perekonomian keluarga. Tahun 2008 hingga 2010 saya juga sempat terjun ke industri fas...

Perawatan wajah dan cerita masa muda

Andaikata blog dan social media saya punya semacam FAQ (Frequently Asked Question, alias pertanyaan yang paling sering ditanyakan), sudah pasti di urutan pertama akan bertengger pertanyaan: "Pakai produk perawatan wajah apa?"  Banyaaaakkk banget follower instagram / facebook / twitter saya yang nanya gitu, dan minta saya mengulasnya. Saya bilang sabar, tunggu tanggal mainnya. Tapi sebelum saya jawab pertanyaan itu, saya mau mengenang masa muda dulu ah..  Jadi begini cucuku... Waktu pertama kali ngeblog 15 tahun lalu , usia saya masih 21 (yak silakan dihitung usia saya sekarang berapa, pinterrrr). Jadi jangan heran kalo gaya bahasanya masih 4I_aY 4b3zzz.. (eh ga separah itu juga sih, hehe). Tapi ekspresi nulisku di masa-masa itu masih pure banget, nyaris tanpa filter. Jadi kalo dibaca lagi sampai sekarang pun masih berasa seru sendiri. Kayak lagi nonton film dokumenter pribadi. Kadang bikin ketawa ketiwi sendiri, kadang bikin mikir, kadang bi...

Christmas Market

Today’s highlight was, without question, the Christmas market at my youngest’s school. And when I say highlight, I mean   full sensory experience, heart included . We arrived just in time for snowfall. Yes, it was artificial. Yes, we knew that. No, it didn’t make it any less magical. Snow is snow when it falls at the right moment. We wandered from stall to stall, deliberately skipping lunch beforehand, because strategy matters in places like this. I had pork noodle from a stall run by the parent of one of the students which somehow made it taste warmer and more earnest. My husband went for a kebab. I had coffee from a café fully run by the students themselves as part of their entrepreneurship program, which made every sip feel hopeful. My husband opted for iced orange juice, because consistency is a personality trait. It wasn’t just food. There were little trinkets, thoughtful knick-knacks, and cheerful clutters. Big brands showed up too McDonald’s, Teazzi, Tiramisu standing comfor...

Jangan Lupa Jadi Istri

Saat berada di Malang untuk mengunjungi salah satu perusahaan yang kami invest beberapa waktu lalu, secara spontan saya dan suami diminta untuk sharing tentang #CoupleGoals : An Inspiring Story from Dreamable Couple. Without preparing anything, it turned out to be an intimate sharing sessions that we enjoyed much.  Pada sesi yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam itu, kami bercerita banyak soal perjalanan kami berdua sebagai pasangan, mulai dari nol hingga sekarang, jatuh bangunnya, tips dan saran, dan menjawab pertanyaan dari para peserta.  Jawaban dari beberapa pertanyaan  sudah pernah saya tulis di blog ini, seperti:  Marriage Tips Finding The Right One Women are like cars? 8 Tips Untuk Istri Agar Suami Tenang Bekerja Jaga kesehatan pernikahan seperti menjaga kesehatan badan Senang bisa sharing di Malang bareng @nataliardianto tentang random things, mulai dari history, love story, relationship, marriage, struggles, financia...

8 Tips Untuk Istri Agar Suami Tenang Bekerja

#nutsonduty Beberapa waktu lalu saya diundang sebagai pembicara untuk acara Penguatan Integritas Istri Pejabat dan Pegawai KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, dengan topik "Istri Bersahaja, Suami Tenang Bekerja". Tim panitia yang diwakili oleh Mbak Umma mengatakan profil saya cocok untuk membahas topik tersebut, terlebih karena saya dikenal setelah konten viral "Istri Direktur" dengan ciri khas #SuperAffordableStyle :)  Suami penasaran saya ngomong apa saja di sana. Setelah saya ceritakan, suami mendorong saya untuk menuangkan materi bicara saya tersebut ke dalam tulisan di blog, supaya bisa mencerahkan istri-istri lainnya :D Karena belum sempat, sudah beberapa kali ditagih nih :p Jadi, berikut inilah tulisannya ya... sekaligus dipersembahkan sebagai kado ulang tahun pernikahan kami akhir pekan lalu deh :)  Terima kasih atas undangan berbicara di depan para istri pegawai KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok hari ini tentang "Istri Bers...

What I Learned from Timothy Tiah - Founder of Nuffnang

Last Sunday when I entered VIP room at JWEF , I was introduced to this guy with his mini version boy on his lap, and his pretty wife with white top and red skirt. We had chit chat and he told me he’d be in Jakarta this Tuesday, and I told him that we’d have 57th #Startuplokal Monthly Meetup on Tuesday night.  To be really honest, only a very few did I know about him until he shared his amazing story on JWEF stage a few minutes later, and get inspired that I took note and now share this with you all.  Timothy Tiah founded Nuffnang with Cheo Ming Shen at 2006 when he was 22 years old, with 150k RM startup capital, partly borrowed from his father. He simply founded it because there’s nobody built it before, while the demand was actually there. The site was launched in February 2007. Sales ≠ cashflow On earlier years, although Nuffnang sales highrocketed, the cashflow was poor. At one point he only has 5k left in bank, while there were invoices need to be paid out urgently. He came to Hon...

Broadway & Lo-Deh

We spent the afternoon around Alam Sutera today because my eldest had a hangout date with a friend. While dropping her off, I sneaked in a quick errand to Vintage Vibes Broadway to drop some preloved items. I’ve been consigning there for years now. It’s almost a ritual. End of year equals decluttering season. Sorting through things forces me to ask honest questions. Do I still need this or is it ready to have a new life with someone else. Some items get sold, some get donated, and somehow my head always feels lighter along with the shelves. While waiting, the youngest sat with daddy, wrestling numbers and fractions like a true year end plot twist. Math lessons in public spaces have their own soundtrack. Scribbling, deep sighs, and occasional I think I get it now followed by wait no I don’t. All that while sitting in front of coffee shop, ordered their signature coffee and tea, and our daughter bought iced chocolate from the shop next door.  When the hangout was done, we decided t...

Tekad Hidup Lebih Sehat

Sabtu 6 Juli lalu, kami sekeluarga sedang terjebak kemacetan di tol menuju Bandung, ketika tiba-tiba papa mertua menelpon: mama mertua terkena serangan jantung, dan sempat hilang nafas sampai harus dipompa jantungnya! Langsung kami cari jalan keluar tol, putar balik menuju Jakarta. Ketika tiba di rumah sakit, beliau masih diisolasi di ruang ICCU dan belum boleh dijenguk. Kami baru bisa menjenguk beberapa jam kemudian, itupun hanya keluarga inti yang boleh masuk. Di ruang ICCU yang dingin itu, beliau tidak diperbolehkan bicara terlalu banyak, supaya jantungnya tidak bekerja terlalu keras. Tangan kanannya menggenggam tangan suamiku, tangan kirinya menggenggam tanganku, lalu berkata… “Ampuni mama ya, Mas…” “Ampuni mama ya, Mbak…” “Jaga pernikahan, yang rukun...” Beliau menangis, suamiku menangis, aku menahan tangis… sambil mengusap kening beliau dan bilang, “Mama pasti sembuh.. banyak sekali yang mendoakan mama.. yang penting mama semangat ya”. ...