Wednesday, April 01, 2015

[gallery]

Apa yang ditulis Pak Julianto Simanjuntak ini senada dengan yang dikatakan mama mertuaku saat kami ngobrol selama 2 jam di rumahku minggu lalu: anak bukan investasi.



Artinya, didik dan besarkan anak tanpa pamrih. Beliau katakan, kewajibannya sebagai orangtua adalah membesarkan dan memberikan pendidikan terbaik hingga anak2nya menikah. Setelah itu anak silakan mencari rejekinya sendiri untuk keluarga barunya.



Ajaran itu telah ditanamkan oleh ibundanya (eyang putri) sejak dulu. Eyang putri hingga tutup usia di 88 tahun masih aktif dan bisa menafkahi dirinya sendiri. “Selama mau bergerak (bekerja) pasti bisa makan kok”, itu petuahnya.



Mamaku juga pernah bilang tidak mau menyusahkan anak, sebab itu mama papa berinvestasi untuk masa tuanya melalui sewa properti (rumah kontrakan). Itu juga dilakukan mama mertuaku.



Suamiku Natali Ardianto selalu mengatakan: “Kita membalas jasa orangtua itu ke anak2 kita (membesarkan & mendidik sebaik2nya), karena kalau ke orangtua nggak akan pernah terbalaskan.”



Therefore shall a man leave his father and his mother, and shall cleave unto his wife: and they shall be one flesh. (Genesis 2:24 ASV)



Rabu, 1 April 2015 11:00


Nuniek Tirta Ardianto

You Might Also Like

0 comments

Subscribe