Karakteristik Perkawinan yang Berhasil (Bagian 3 dari 3)

Friday, March 06, 2015

Ini adalah bagian terakhir setelah tulisan pertama dan kedua

Tulisan asli dalam bahasa Inggris, saya menerjemahkan bebas ke dalam bahasa Indonesia.

12 Karakteristik Pernikahan yang Berhasil:

9.      Unselfishness (TidakMementingkan Diri Sendiri)

Terlalu mementingkan diri sendiri dalam pernikahan mengurangi tanggung jawab masing-masing pasangan
untuk keberhasilan hubungan. Keberhasilan perkawinan berdasarkan pada semangat
saling menolong, dengan cara memenuhi kebutuhan pasangannya sebaik memenuhi kebutuhan
dirinya sendiri.

10.      Empathy and Sensitivity (Empati
dan Kepekaan)

Empati
mengacu pada kemampuan untuk mengidentifikasi dengan perasaan, pemikiran, dan
sikap orang lain. Orang yang berempati adalah orang yang mendengarkan, memahami, dan peduli. Menurut
hasil riset, empati merupakan bahan penting dalam keberhasilan pernikahan.

11.      Honesty, Trust, and Fidelity (Kejujuran,
Kepercayaan, dan Kesetiaan)

Ketulusan,
kebenaran, kesetiaan, dan kepercayaan adalah hal-hal yang mengikat pasangan
untuk terus bersama. Sekali saja rasa percaya dirusak, membangunnya kembali
akan sangat sulit dan melibatkan kerelaan untuk memaafkan. Ketika salah satu
pihak melukai pihak lainnya namun mau mengakui kesalahannya dan meminta maaf,
hubungan itu dapat dibangun kembali hanya jika pihak yang dilukai bersedia
memaafkan pasangannya.

12.      Adaptability, Flexibility, and
Tolerance
(Adaptasi, Fleksibilitas, dan Toleransi)

Pasangan
yang pernikahannya berhasil, biasanya mampu beradaptasi dan fleksibel. Mereka mengakui bahwa setiap manusia memiliki sikap, nilai-nilai, kebiasaan,
proses berpikir, dan cara yang berbeda-beda satu sama lain. Mereka juga
mengakui bahwa hidup ini tidak statis, bahwa situasi dan keadaan berubah
sebagaimana manusia melewati berbagai tingkatan dalam siklus kehidupan. Mereka
mau dan mampu beradaptasi terhadap perubahan keadaan, memahami bahwa perubahan
adalah hal yang tidak dapat dihindarkan. Mereka tumbuh sebagaimana pasangannya
berevolusi dan berubah dan menyesuaikan harapan terhadap hubungan sebgaimana
dibutuhkan. Adaptasi dan fleksibilitas membutuhkan tingkat kedewasaan emosional
yang tinggi. Orang-orang yang fleksibel tidak merasa terancam oleh perubahan.
Mereka menerima tantangan perubahan karena bagi mereka perubahan itu memberikan
kesempatan untuk bertumbuh dan berkembang.

Semoga bermanfaat :)

You Might Also Like

0 comments

Subscribe