Tepat 9 tahun lalu, 17 Januari 2002, saya pertama kali menulis di blog pribadi: nunique.blogspot.com ., setelah melihat blog sahabat saya Udhien. Kebetulan, tepat di hari itu pula saya baru saja putus dengan mantan pacar. Jadilah semua isi perasaan saya tumpah ruah di sana :D
Pada masa itu, untuk menampilkan jati diri di internet saja masih merupakan hal yang “tabu”, banyak yang takut kena guna2 atau tipu daya. Apalagi menumpahkan perasaan di blog yg bisa dibaca semua orang; sungguh membutuhkan suatu keberanian.
Ketika saya membaca kembali isi blog jadul itu, saya selalu bisa tersenyum, tertawa, terharu, hingga menitikkan airmata. Malukah saya pernah menuliskan itu semua? Tidak. Itu adalah potret diri yg paling jujur dari diri saya dalam bentuk tulisan.
Gaya penulisan kini berubah, itu sudah sewajarnya. Jelas, karena nggak mungkin di usia sekarang dengan 2 anak ini saya masih bergayabahasa pecicilan seperti ABG :p Namun tetap sekali lagi tidak membuat blog ini kehilangan ciri sebagai blog pribadi.
Lalu apa saja manfaat blog bagi secara materi dan non-materi? Oh, banyaaakk sekali. Saya sudah pernah menulisnya di sini dan sini. Setelah kembali aktif ke social media, saya surprised begitu menyadari bahwa personal branding saya ternyata sudah cukup “menjual”, sehingga beberapa brands meminta saya mengendorse mereka tanpa embel2 jabatan apapun, cukup sebagai blogger & influencer.
Bahwa saya mendapatkan keuntungan materi yang tak sedikit dari sekedar blogging & influencing, tidak membuat saya menghilangkan sisi personalitas di tiap tulisan saya. Pastilah, karena justru sentuhan personal itulah ciri khas blog yg membedakannya dengan artikel di media.
Dan kenyataan bahwa blog ini juga dibaca oleh sekian banyak orang, memberikan keuntungan non-materi yg lebih banyak lagi: networking. Tak jarang saya disapa seseorang yang menyatakan bahwa ia pembaca blog saya. Tak sedikit pula yang menyampaikan bahwa ia melihat saya namun tak berani menyapa karena takut salah, sebab belum pernah bertemu sebelumnya (Ini termasuk si Ollie 8 tahun lalu, hihi).
Yang paling gres adalah saat saya menyapa pemimpin redaksi salah satu majalah favorit saya Good Housekeeping, Mbak DianGH di twitter, kemudian dijawab: “Senangnya difollow blogger terkenal”, dan ternyata Mbak Dian sudah baca blog saya sejak jaman baheula! Dan tepat di hari ultah blog saya yg ke-9 ini kami bertemu untuk pertamakalinya, sambil ngopi cantik bareng wanita2 PR handal kebanggaan Indonesia, jeung Vera Makki & Dian Noeh di Starbucks Oakwood Kuningan. Obrolan yg super seru!

Saya tak menutup mata jika ada yang tak suka dengan isi blog ini atau dengan saya sebagai pribadi. Namun saya takkan mudah terintimidasi apalagi memasukkannya dalam hati. Lha wong, Mother Theresa yg sedemikian baiknya saja masih ada yg nggak suka, apalagi saya? We cannot please everybody and we shall not! Just do our best to do something good, then good things will look after us :) Makanya saya suka banget postingan Diana Rikasari yang Confession of a Blogger, I really can feel you Di! She’s so downhearted, charming lady.
Ohya, ketenaran itu jebakan batman lho. Siapapun bisa terlena dan menjadi mabuk karenanya. Popularitas dapat melambungkan kita ke awan dan menjadi bumerang jika kita tidak menjaga kaki tetap berpijak di bumi. Terlebih jika popularitas itu didapat dalam waktu yg cukup singkat, banyak yg tidak siap mental akan perubahan dari nobody into somebody. Yg paling sering terjadi adalah orang itu menjadi tinggi hati dan melihat orang lain dengan sebelah mata. Aduh, kalau tenar di dunia maya saja sudah sombong, bagaimana kalau terkenal di dunia nyata? Dan kalau terkenal se-Indonesia saja sudah pongah, bagaimana kalau terkenal sedunia? :)
Back to blog, saya setuju dengan analogi dari Mas Budi Putra bahwa blog itu pohon, social media itu dahan, ranting, dan daunnya. Dan harapan saya bahwa blog akan menjadi media abadi seperti buku yang takkan lekang dimakan waktu, semoga saja benar adanya.
PS: Blog ini ditulis tgl 17 Januari di Starbucks Oakwood Kuningan, namun karena berbagai hal menjadi tertunda sehingga tak sempat dipublish pada hari yg sama.




Selamat mbak, sudah bisa bertahan sekian lama untuk terus bercerita di dunia maya.