The Hardest Part of Being a Woman…


“There are times when I feel so down, desperately exhausted, and fail being a mom. If only being “mom” is a profession, I would even quit :’(“

Saat menulis ini, saya sedang menangis. Terisak, dengan leher tercekat.

Saya baru saja memarahi anak-anak hingga berteriak. Kencang. Mereka menangis ketakutan. Saya menangis sesegukan. Menumpahkan segala kekesalan, kemarahan, kesedihan. Setiap hari, setiap jam, setiap menit, saya dibombardir dengan teriakan dan tangisan anak-anak yang selalu berebut sesuatu, berantem karena ini itu. Si kakak (3,5thn) sedang senang2nya mengatur, si adik (2,5thn) sedang tahap “trouble two” dan sangat tidak suka diatur. Celakanya, jika ada saya, keduanya tidak ada yang mau dengan pengasuhnya.

“Namanya juga anak-anak…”, Anda pasti akan berkata begitu. Sama seperti saya dulu. Saat belum punya anak, saya tak mengerti mengapa tetangga depan rumah selalu memarahi 3 anak balitanya. Saat anak pertama saya belum 1 tahun, saya mengutuk perlakuan seorang ibu di sekolah minggu yang mencubit anak pertamanya ketika berebut mainan dengan adiknya. Saat anak kedua saya berusia 6 bulan, saya terheran-heran dengan seorang ibu yang malah memarahi anaknya ketika menangis. Dengan pikiran dangkal, saya telah menghakimi mereka (meski hanya dalam hati), bahwa mereka bukanlah ibu yang baik. Saat itu saya berjanji tak akan pernah menyakiti anak2 saya, baik psikis maupun fisik.

Lihatlah saya sekarang. Rasanya tak seharipun saya tidak bisa memarahi mereka, bahkan terkadang mencubit. Tak ada bedanya dengan ibu-ibu yang saya kira bukan ibu yang baik tadi. Betapapun saya mencintai mereka, tetap saja emosi sulit terjaga. Betapapun seringnya saya meminta kepada Tuhan agar diberikan sebanyak-banyaknya kesabaran, saya selalu kehabisan. Betapapun banyaknya literature tentang parenting telah habis saya baca, masih jauh sekali teori dengan prakteknya.  Kuatnya keinginan saya untuk menjadi ibu yg lebih baik, justru membuat saya semakin merasa terpuruk.

Maka ketika mengetahui, ada ibu yang membakar diri bersama kedua anaknya, ibu hamil bakar diri bersama kedua putranya, ibu mencoba bunuh diri bersama kedua anaknya dengan minum racun tikus, ibu ajak ketiga anaknya bunuh diri dengan mengiris urat nadi, ibu nekad ajak anak bunuh diri dengan menabrakkan diri ke mobil, ibu bunuh diri setelah melempar anaknya hingga tewas, saya bisa memahami bagaimana perasaan mereka meski tetap tak dapat membenarkan tindakan mereka.

Kebanyakan dari kasus-kasus itu, lingkungan tetangga, keluarga, bahkan suami mereka pun kebingungan dan tak menyangka mereka dapat berbuat senekad itu. Dikiranya semua baik-baik saja, sampai akhirnya terjadilah kejadian memilukan itu. Dan sebagian besar, diduga penyebabnya adalah faktor ekonomi. Ya, saya yang masih mampu hidup berkecukupan saja masih bisa merasa begini tertekannya menjadi seorang ibu, bagaimana dengan mereka?

Apalagi ada tuntutan dari lingkungan untuk menjadi seorang ibu yang sempurna, anak harus selalu rapi, baju2nya bersih, sepatunya bagus, rambutnya wangi. Belum lagi penghakiman masyarakat saat kita terlihat marah, tidak sabar, tidak senang dengan kelakuan anak-anak. Ditambah lagi penilaian bahwa kita tidak menjalankan tugas sebagai ibu dengan baik saat anak-anak terlihat nakal dan sulit diatur. Semakin beratlah peran kami sebagai ibu. Padahal, untuk menjadi seorang ibu itu tidak kenal kata cuti, dan tidak pernah ada kata resign.

Kami tidak minta dikasihani, kami hanya ingin dimengerti. Mengertilah bahwa tugas sebagai ibu itu sangat berat, maka tidaklah adil jika semuanya dibebankan kepada kami, apalagi sampai menghakimi. Yang menyedihkan, kadang yang paling sadis menghakimi justru adalah sesama wanita.(And I feel so sorry for once being one of them too)

“It’s very rude to judge a mother, because being a mother is the hardest part of a being woman” – Sinead O’Connor at Oprah Show

Nuniek Tirta

Nuniek Tirta is a multirole woman who plays part as wife of Natali Ardianto, mom of cute daughters M & V, initiator of Startuplokal.org, community manager of Fimela.com, committee of Eden.co.id, owner of HamilCantik.com, blogger at Nuniek.com, and influencer/buzzer via @nuniek. Feel free to contact me anytime at nuniek @ nuniek . com :)

Website - Twitter - Facebook - More Posts

About Nuniek Tirta

Nuniek Tirta is a multirole woman who plays part as wife of Natali Ardianto, mom of cute daughters M & V, initiator of Startuplokal.org, community manager of Fimela.com, committee of Eden.co.id, owner of HamilCantik.com, blogger at Nuniek.com, and influencer/buzzer via @nuniek. Feel free to contact me anytime at nuniek @ nuniek . com :)
This entry was posted in extroverbal. Bookmark the permalink.

4 Responses to The Hardest Part of Being a Woman…

  1. Pritha says:

    Thanks for sharing,mommy :) be tough and fulfill with a lot of love..kisses for michelle and vica.. :*

  2. inna says:

    thank’s for sharing niek …
    jadi nambah ilmu kalau udah masuk ke tahap itu :)
    oya, daridulu gue suka baca blog lu looh, pernah ikutan kopdar blogbugs sekali, hihihi …
    kisskiss buat dua bidadari cilikmu ya

  3. Febyolla says:

    waduh, ternyata mamanya michelle ini pinter nulis
    bagus tulisannya :)

  4. Bagus tulisan ini. Menyentuh banget. Senang ada ibu-ibu lain yang bisa paham perasaan kita. Keep writing!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>